19 Juli 2018

KETERPUTUSAN SANAD YANG TERSEMBUNYI. Part 2 selesai

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
               *ILMU HADITS*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*KETERPUTUSAN SANAD YG TERSEMBUNYI*. Part 2 selesai
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

Sebagai contoh adalah riwayat al-Hakim melalui jalur ‘Ali ibn Khasyram, beliau berkata, ‘Ibn ‘Uyainah berkata kepada kami, dari az-Zuhri’, ketika ditanyakan kepada Ibnu ‘Uyainah apakah beliau mendengarnya langsung dari az-Zuhri, beliau menjawab, ‘Tidak, bahkan tidak dari orang yang mendengarnya langsung dari az-Zuhri. Yang menyampaikan kepada saya adalah ‘Abdur Razzaq dari Ma’mar dari az-Zuhri’. Dalam riwayat ini, Ibnu ‘Uyainah menyampaikan hadits dari az-Zuhri, padahal beliau tidak mendengarnya langsung dari az-Zuhri, beliau mendengarnya dari ‘Abdur Razzaq, ‘Abdur Razzaq dari Ma’mar, dan kemudian Ma’mar dari az-Zuhri. Keterputusan sanad antara Ibn ‘Uyainah dan az-Zuhri ini tersembunyi karena Ibn ‘Uyainah memang semasa dengan az-Zuhri dan pernah mendengarkan beberapa riwayat dari az-Zuhri selain riwayat yang di-tadlis-kan beliau tadi.

Adapun tadlisusy syuyukh, ia berbeda dengan tadlisul isnad, dalam tadlisusy syuyukh tidak ada seorang rawi pun yang dihilangkan. Yang dilakukan mudallis (orang yang melakukan tadlis) dalam tadlisusy syuyukh hanyalah menyamarkan identitas gurunya, misalnya dengan menyebutkan kunyah guru tersebut yang tidak dikenal oleh kebanyakan orang, atau yang semisalnya.

Contoh tadlisusy syuyukh adalah yang diucapkan oleh Abu Bakar ibn Mujahid, beliau berkata, ‘telah menyampaikan kepada kami ‘Abdullah ibn Abi ‘Abdillah’, padahal nama guru beliau tersebut yang dikenal oleh kebanyakan orang adalah Abu Bakar ibn Abi Dawud as-Sijistani. Salah satu penyebab dilakukannya tadlisusy syuyukh adalah karena lemah atau dhaifnya guru dari rawi mudallis tersebut, sehingga si rawi perlu menyembunyikan nama atau panggilan yang masyhur dari guru tersebut dan menyebutnya dengan panggilan/kunyah yang tidak dikenal.

Jenis lain dari hadits yang terputus sanadnya secara tersembunyi adalah mursal khafi. Mursal khafi memiliki kesamaan dengan mudallas  khususnya tadlisul isnad, yaitu si rawi meriwayatkan sebuah hadits dari rawi di atasnya, padahal mereka tak pernah mendengarnya langsung dari rawi di atasnya tersebut, dengan redaksi yang mengandung dua kemungkinan, mungkin ia mendengarnya langsung atau mungkin tidak. Bedanya, jika pada tadlisul isnad  si rawi memang pernah menerima beberapa hadits dari rawi di atasnya tersebut, selain hadits yang di-tadlis. Sedangkan pada mursal khafi, si rawi belum pernah menerima hadits dari rawi di atasnya tersebut, tidak pernah sama sekali, walaupun hanya satu hadits. Tersembunyinya keterputusan sanad pada mursal khafi adalah karena rawi yang melakukan irsal khafi tersebut memang sezaman bahkan mungkin pernah bertemu dengan rawi di atasnya, jadi bagi kebanyakan orang terlihat tersambung sanadnya.

Contoh mursal khafi misalnya pada hadits riwayat Ibn Majah melalui jalur ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz dari ‘Uqbah ibn ‘Amir secara marfu’, ‘Allah merahmati orang yang menjaga pasukan (rahimaLlahu haarisal haras)’. Al-Mizzi dalam al-Athraf menyatakan bahwa ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz tak pernah bertemu dengan ‘Uqbah ibn ‘Amir.

*Rujukan:* Taysiir Mushthalah al-Hadiits karya Dr. Mahmud ath-Thahhan

Wallahu'alam.
Selesai......
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

KETERPUTUSAN SANAD YANG TERSEMBUNYI Part 1

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                *ILMU HADITS*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*KETERPUTUSAN SANAD YG TERSEMBUNYI* Part 1
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

Dalam ilmu hadits, salah satu syarat suatu hadits dianggap shahih adalah bersambungnya sanad. Misalnya dalam sebuah hadits di kitab Shahih Bukhari terangkai jalur sanad dari Imam al-Bukhari sang penulis kitab sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai berikut:

*Al-Bukhari –> Abdullah ibn Yusuf –> Malik ibn Anas –> Ibn Syihab –> Muhammad ibn Jubair –> Jubair ibn Muth’im –> Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.*

Jalur sanad di atas dianggap tersambung (muttashil) jika al-Bukhari memang benar-benar mendengar atau menerima hadits tersebut dari Abdullah ibn Yusuf, Abdullah ibn Yusuf benar-benar mendengar atau menerima dari Malik ibn Anas, dan seterusnya sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika ada periwayat hadits yang tidak mendengar atau menerima langsung hadits tersebut dari orang di atasnya, maka hadits tersebut dianggap terputus, dan berarti dihukumi dhaif.

Misalnya dari jalur sanad di atas, (seandainya) Ibn Syihab tak pernah mendengar atau menerima hadits tersebut dari Muhammad ibn Jubair, entah karena
(1) Ibn Syihab tak sezaman dengan Muhammad ibn Jubair, atau
(2) sezaman tapi tak pernah bertemu, atau
(3) pernah bertemu namun Ibn Syihab tak pernah mendengar atau menerima riwayat hadits dari Ibn Jubair, atau
(4) ia pernah mendengar beberapa riwayat hadits dari Ibn Jubair namun untuk hadits tersebut (yang dimisalkan di jalur sanad) ia tak pernah mendengar atau menerimanya dari Ibn Jubair, maka hadits tersebut (dengan jalur sanad di atas) otomatis menjadi dhaif.

Berkaitan dengan terputusnya sanad, ada keterputusan sanad yang tampak jelas bagi para ahli hadits, dan ada juga yang tersembunyi yang hanya diketahui oleh sebagian ahli hadits yang sangat cermat. Maksud tersembunyi di sini adalah pada penampakannya jalur sanad pada hadits tersebut tersambung, namun setelah dilakukan penelitian dengan cermat oleh para pakar, terbukti jalur sanad pada hadits tersebut terputus.

Ada dua istilah untuk menunjukkan keterputusan sanad yang tersembunyi ini. Istilah pertama adalah mudallas dan yang kedua mursal khafi.

Hadits mudallas secara umum terbagi dua, yaitu tadlisul isnad dan tadlisusy syuyukh. Maksud Tadlisul isnad adalah seorang periwayat hadits (rawi A) meriwayatkan suatu hadits dari periwayat hadits di atasnya (rawi B), padahal ia (rawi A) tak pernah mendengar hadits tersebut dari rawi B, namun ia meriwayatkan dengan ungkapan yang tidak tegas yang menunjukkan kemungkinan ia memang mendengar dari rawi B atau mungkin juga tidak. Jadi dalam tadlisul isnad, rawi A tidak menyatakan misalnya ‘saya telah mendengar rawi B berkata (sami’tu)’ atau ‘rawi B telah menyampaikan kepada kami (haddatsana)’, namun ia menyatakannya dengan redaksi yang mengandung dua kemungkinan, kemungkinan ia mendengar langsung atau ia tak mendengarnya secara langsung, misalnya dengan redaksi ‘rawi B telah berkata (qaala)’ atau ‘dari rawi B (‘an)’.

Wallahu'alam.
Berlanjut......
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

HADITS DHOIF TERPUTUSNYA SANAD.Part 5 selesai

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
               *ILMU HADITS*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*HADITS DHOIF KARENA TERPUTUSNYA SANAD SECARA ZHAHIR* Part 5 selesai.
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

*E. Hadits Munqathi’*

Hadits munqathi’ adalah hadits yang terputus atau hilang jalur sanadnya, di manapun letak keterputusan atau hilangnya tersebut.

Jadi hadits munqathi’ bisa saja sanadnya terputus di awal sanad, di tengah sanad, maupun di akhir sanad. Berdasarkan definisi ini, hadits munqathi’ bisa mencakup hadits mu’allaq, bisa juga mursal, atau mu’dhal.

Namun, ulama mushthalahul hadits mutaakhkhirin menggunakan istilah munqathi’ untuk hadits yang terputus sanadnya yang tidak memenuhi ketentuan hadits mu’allaq, hadits mursal, dan hadits mu’dhal. Artinya jika ada hadits yang terputus sanadnya, namun ia bukan mu’allaq, bukan mursal, bukan juga mu’dhal, maka ia adalah hadits munqathi’.

*Contoh Hadits Munqathi’*

Hadits yang diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq, dari Ats-Tsauri, dari Abu Ishaq, dari Zaid ibn Yutsai’, dari Hudzaifah secar marfu’:

إن وليتموها أبا بكر فقوي أمين
_“Kalau kalian menjadikan Abu Bakar sebagai pemimpin, sungguh dia itu kuat dan terpercaya”._

Ada rawi yang dihilangkan pada jalur sanad ini di tengah-tengah sanadnya, yaitu Syarik. Ia berada di antara Ats-Tsauri dan Abu Ishaq. Ats-Tsauri tidak mendengar hadits ini dari Abu Ishaq secara langsung, ia mendengarnya dari Syarik, dan Syarik mendengarnya dari Abu Ishaq.

Hadits ini disebut munqathi’ karena tidak memenuhi ketentuan hadits mu’allaq, mursal, maupun mu’dhal.

*Hukum Hadits Munqathi’*

Hadits munqathi’ hukumnya dhaif berdasarkan ijma’ ulama, karena ia telah kehilangan salah satu syarat maqbulnya sebuah hadits, yaitu ketersambungan sanad.

*Rujukan:*
Taysir Mushthalah al-Hadits karya Mahmud Ath-Thahhan

Wallahu'alam.
Selesai....
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

HADITS DHOIF TERPITUSNYA SANAD. Paet 4

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
               *ILMU HADITS*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*HADITS DHOIF KARENA TERPUTUSNYA SANAD SECARA ZHAHIR* Part 4
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

*D. Hadits Mu’dhal*

Hadits mu’dhal adalah hadits yang putus atau hilang jalur sanadnya, dua sanad atau lebih sekaligus secara berurutan.

*Contoh Hadits Mu’dhal*

Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam kitab Ma’rifah ‘Uluum al-Hadits, berdasarkan sanadnya dari Al-Qa’nabi, dari Malik, bahwa ia menyampaikan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

للمملوك طعامه وكسوته بالمعروف، ولا يكلف من العمل إلا ما يطيق
_“Seorang mamluuk berhak mendapatkan makanan dan pakaian secara ma’ruf, dan ia tidak boleh dibebani kerja, kecuali yang ia sanggup lakukan.”_

Al-Hakim berkata: Hadits ini mu’dhal dari Malik, ia me-mu’dhal-kannya dalam al-Muwaththa.

Hadits ini mu’dhal karena terdapat dua rawi yang dihilangkan antara Malik dan Abu Hurairah. Dan ini diketahui setelah melihat periwayatan hadits yang sama di luar kitab al-Muwaththa, yang jalurnya adalah dari Malik, dari Muhammad ibn ‘Ajlan, dari ayahnya, dari Abu Hurairah.

*Hukum Hadits Mu’dhal*

Hadits mu’dhal adalah hadits dhaif, dan ia lebih buruk dari hadits mursal dan munqathi’, karena banyaknya rawi yang dihilangkan.

Sedangkan dengan hadits mu’allaq, ia bisa bersamaan. Artinya pada kondisi tertentu, hadits mu’dhal juga adalah hadits mu’allaq, yaitu saat dua atau lebih rawi yang dihilangkan itu terletak di awal sanad.

Wallahu'alam.
Berlanjut.......
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

HADITS DHOIF TERPUTUSNYA SANAD. Part 3

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
               *ILMU HADITS*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*HADITS DHOIF KARENA TERPUTUSNYA SANAD SECARA ZHAHIR* Part 3
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

     (3) Haditsnya maqbul dengan syarat-syarat tertentu. Ini adalah pendapat Asy-Syafi’i dan sebagian ulama lainnya. Ada 4 syarat yang diajukan, yaitu:

     – Rawi yang meriwayatkan secara mursal tersebut haruslah seorang tabi’in senior (usianya dekat dengan usia shahabat);
     – Jika perawi mursal tadi ditanya tentang nama rawi yang dihilangkan, ia akan menyebut nama seorang yang tsiqah;
     – Jika perawi mursal ini meriwayatkan hadits yang juga diriwayatkan oleh para perawi yang hafizh terpercaya, riwayatnya tidak bertentangan. Artinya, ia seorang yang sangat kuat kedhabithannya (hafalan dan rekam tulisannya);
     – Dan tiga syarat di atas harus berbarengan dengan salah satu hal berikut ini:
     (a) hadits tersebut diriwayatkan melalui jalur lain secara musnad (tidak mursal), atau
     (b) hadits tersebut diriwayatkan melalui jalur lain secara mursal juga namun bukan berasal dari rawi mursal yang sebelumnya (artinya rawi mursalnya berbeda lagi), atau
      (c) hadits tersebut sesuai dengan qaul shahabi (pendapat salah seorang shahabat Nabi), atau
     (d) hadits tersebut sesuai dengan isi fatwa yang dikeluarkan oleh mayoritas ulama.

*Mursal Shahabi*

Ada lagi istilah yang terkait dengan hadits mursal, yaitu mursal shahabi. Mursal shahabi adalah hadits yang diriwayatkan oleh shahabat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik perkataan maupun perbuatan, sedangkan mereka tidak mendengar atau melihat langsung Nabi melakukan hal tersebut. Ini bisa jadi karena usia mereka yang masih sangat muda di masa Nabi atau karena mereka masuk Islam di masa-masa terakhir hidup Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hadits mursal shahabi ini shahih dan boleh dijadikan hujjah, karena seorang shahabat (yang tidak langsung melihat atau mendengar hadits Nabi tersebut) tentu meriwayatkan dari shahabat lainnya. Kemungkinan ia meriwayatkan dari tabi’in sangat kecil. Dan periwayatan dari shahabat, walaupun namanya tak disebutkan, hukumnya shahih.

Wallahu'alam.
Berlanjut.....
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

HADITS DHOIF TERPUTUSNYA SANAD. Part 2

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
               *ILMU HADITS*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*HADITS DHOIF KARENA TERPUTUSNYA SANAD SECARA ZHAHIR* Part 2
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

*C. Hadits Mursal*

Hadits mursal adalah hadits yang terputus akhir sanadnya, setelah seorang tabi’in.

Gambarannya, seorang tabi’in berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

*Contoh Hadits Mursal*

Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya pada kitab “al-Buyu’”, ia berkata: Telah menceritakan pada kami Muhammad ibn Rafi’, telah menceritakan pada kami Hajin, telah menceritakan pada kami al-Laits, dari ‘Uqail, dari Ibn Syihab, dari Sa’id ibn al-Musayyab:

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن بيع المزابنة
_“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang jual-beli muzabanah.”_

Sa’id ibn al-Musayyab adalah seorang tabi’in senior, dan ia meriwayatkan langsung dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

*Definisi Mursal Menurut Ahli Fiqih dan Ahli Ushul Fiqih*

Definisi mursal di atas merupakan definisi menurut para ahli hadits, sedangkan mursal menurut ahli fiqih dan ahli ushul lebih umum dari itu. Menurut mereka, hadits mursal adalah hadits yang terputus jalur sanadnya, di bagian manapun terputusnya tersebut.

Ini perlu diperhatikan, agar kita bisa memahami jika seorang ahli fiqih atau ahli ushul fiqih menyebut istilah mursal, bisa jadi yang ia maksud bukan mursal berdasarkan definisi ahli hadits.

*Hukum Hadits Mursal*

Pada dasarnya hukum hadits mursal adalah mardud, karena terputusnya jalur sanad. Namun, para ulama baik dari kalangan ahli hadits maupun lainnya berbeda pendapat tentang hukum hadits mursal ini.

Sebab perbedaan ini adalah karena adanya kemungkinan sanad yang hilang pada hadits mursal ini adalah seorang shahabat. Dan kita pahami bersama, seluruh shahabat adil, hingga jika diketahui hadits tersebut dari shahabat (walaupun nama shahabat tersebut tak disebutkan) haditsnya tetap shahih. Namun, keterputusan hadits mursal ini juga ada kemungkinan bukan hanya di shahabat, karena bisa saja seorang tabi’in meriwayatkan hadits dari tabi’in lainnya, bukan langsung dari shahabat.

*Ada tiga pendapat ulama tentang hadits mursal ini, yaitu:*

     (1) Dhaif dan tertolak. Ini adalah pendapat mayoritas ahli hadits dan kebanyakan ahli fiqih dan ahli ushul. Argumen mereka adalah tidak diketahuinya keadaan rawi yang dihilangkan dalam jalur sanad, dan ada kemungkinan ia bukan shahabat.

     (2) Shahih dan bisa dijadikan hujjah. Ini adalah pendapat Abu Hanifah, Malik, Ahmad (berdasarkan riwayat yang masyhur dari beliau), dan sekelompok ulama. Syaratnya adalah yang meriwayatkan secara mursal tersebut (yaitu tabi’in) haruslah seorang yang tsiqah (terpercaya, adil dan dhabith). Seorang yang tsiqah tidak mungkin berkata, ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda’, kecuali ia juga mendengarnya langsung dari orang yang sama-sama terpercaya.

Wallahu'alam.
Berlanjut......
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

HADITS DHOIF TERPUTUSNYA SANAD .Part 1

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
               *ILMU HADITS*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*HADITS DHOIF KARENA TERPUTUSNYA SANAD SECARA ZHAHIR* Part 1
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

Hadits dhaif secara umum disebabkan oleh dua hal, yaitu
1. Terputusnya jalur sanad (jalur periwayatan hadits).
2. Cacatnya rawi.

Masing-masing sebab di atas memiliki istilah-istilah khusus, untuk yang terputusnya sanad misalnya kita kenal istilah hadits mu’allaq, hadits mursal khafi, dan lain-lain. Sedangkan untuk yang cacatnya rawi, kita kenal istilah hadits maudhu’ (palsu), hadits munkar, hadits matruk, dan lain sebagainya.

Hadits dhaif yang disebabkan terputusnya jalur sanad pun terbagi dua, yaitu yang tampak keterputusan sanadnya dan yang tersembunyi. Untuk yang tampak keterputusan sanadnya, para pengkaji hadits mudah mengetahuinya, sedangkan untuk yang tersembunyi hanya diketahui oleh sedikit ahli hadits yang sangat cermat dan teliti dalam menelusuri jalur-jalur periwayatan hadits.

Tulisan kali ini akan membahas macam-macam hadits yang tampak jelas keterputusan sanadnya, yaitu hadits mu’allaq, mursal, mu’dhal, dan munqathi’.

*B. Hadits Mu’allaq*

Hadits mu’allaq adalah hadits yang terputus jalur sanadnya dari awal sanad, baik yang terputus itu satu maupun beberapa rawi sekaligus secara berurutan.

Yang dimaksud dengan awal sanad adalah guru atau syaikh dari penulis kitab hadits, karena darinya lah penulis hadits menerima periwayatan hadits.

*Contoh Hadits Mu’allaq*
Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam muqaddimah Bab _“Maa Yudzkaru fil Fakhdzi”,_ Abu Musa berkata:

غطى النبي صلى الله عليه وسلم ركبتيه حين دخل عثمان
_“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menutupi kedua lututnya ketika ‘Utsman masuk.”_

Hadits di atas merupakan hadits mu’allaq karena Al-Bukhari menghilangkan seluruh jalur sanadnya, kecuali shahabat, yaitu Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu.

*Hukum Hadits Mu’allaq*

Hadits mu’allaq hukumnya mardud (tertolak/dhaif), karena salah satu syarat hadits maqbul hilang, yaitu bersambungnya sanad.

Adapun hadits mu’allaq yang terdapat dalam kitab Shahihayn (khususnya Shahih Al-Bukhari), ada hukum khusus tentangnya, yaitu:

(a) Jika ia diriwayatkan dengan bentuk lafazh tegas, seperti ‘qaala’, ‘dzakara’, dan semisalnya, maka hukumnya shahih.

(b) Jika diriwayatkan dengan bentuk lafazh yang tidak tegas, seperti ‘qiila’, ‘dzukira’, dan semisalnya, maka ia bisa shahih, hasan, atau dhaif.

Wallahu'alam.
Berlanjut.....
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

12 THABAQAT PERIWAYATAN HADITS. Part 6 selesai

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
             *ILMU HADITS*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*12 THABAQOT PERIWAYATAN HADITS*. Part 6 selesai
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

*Thabaqat Kesepuluh (Kibarul Akhidzin ‘an Taba’il Atba’)*

Thabaqat kesepuluh adalah thabaqat seniornya orang-orang yang mengambil hadits dari taba’ al-atba’, dan mereka tidak bertemu tabi’in. Di antaranya adalah

1. Ahmad ibn Hanbal (w. 241 H)
2. Ahmad ibn Mani’ (w. 244 H)
3. Ibn Rahuyah al-Marwazi (w. 237 H)
4. Ibn Abi Uwais al-Madani (w. 226 H)
5. Abul Yaman al-Himshi (w. 222 H)
6. Zuhair ibn Harb (w. 234 H)
7. Abu Bakr ibn Abi Syaibah (w. 235 H)
8. ‘Abdullah ibn Yusuf at-Tinnisi (w. 218 H)
9. Abul Hasan ibn Abi Syaibah (w. 239 H)
10. ‘Affan ibn Muslim (w. 220 H)
11. Ibn al-Madini (w. 234 H)
12. ‘Amr ibn ‘Ali ash-Shairafi (w. 249 H)
13. Qutaibah ibn Sa’id (w. 240 H)
14. Muhammad ibn Basysyar (w. 252 H)
15. Muhammad ibn Rumh (w. 242 H)
16. Muhammad ibn ‘Abdillah al-Kharifi (w. 234 H)
17. Abu Kuraib (w. 248 H)
18. Muhammad ibn Katsir (w. 223 H)
19. Muhammad ibn al-Mutsanna (w. 252 H)
20. Muhammad ibn Yahya al-’Adani (w. 243 H)
21. Mahmud ibn Ghailan (w. 239 H)
22. Musaddad ibn Musarhad (w. 228 H)
23. Nashr ibn ‘Ali (w. 250 H)
24. Hannad ibn as-Sari (w. 243 H)
25. Yahya ibn ‘Abdillah ibn Bukair (w. 231 H)
26. Yahya ibn Ma’in (w. 233 H)
27. Yahya ibn Yahya ibn Bukair (w. 226 H)
28. Ya’qub ibn Ibrahim (w. 252 H)

*Thabaqat Kesebelas (Wustho minal Akhidzin ‘an Taba’il Atba’)*

Thabaqat kesebelas adalah thabaqat pertengahan dari orang-orang yang mengambil hadits dari taba’ al-atba’. Di antaranya:

1. Ishaq ibn Manshur (w. 251 H)
2. Abu Dawud as-Sijistani (w. 275 H)
3. Muhammad ibn Isma’il al-Bukhari (w. 256 H)
4. Muhammad ibn Rafi’ al-Qusyairi (w. 245 H)
5. Muhammad ibn Yahya an-Naisaburi (w. 258 H)
6. Muslim ibn al-Hajjaj an-Naisaburi (w. 261 H).

*Thabaqat Kedua Belas (Shigharul Akhidzin ‘an Taba’il Atba’)*

Thabaqat kedua belas adalah thabaqat juniornya orang-orang yang mengambil hadits dari taba’ al-atba’, sekaligus thabaqat terakhir dari periwayat hadits menurut al-Hafizh Ibn Hajar. Di antara tokoh yang berada di thabaqat ini adalah:

1. Ahmad ibn Syu’aib an-Nasai (w. 303 H)
2. Muhammad ibn ‘Isa at-Tirmidzi (w. 279 H)
3. Ibn Majah al-Qazwaini (w. 273 H)

Wallahu'alam.
Selesai....
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

12 THABAQAT PERIWAYATAN HADITS. Part 5

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
             *ILMU HADITS*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*12 THABAQOT PERIWAYATAN HADITS*. Part 5
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

*Thabaqat Kedelapan (Wustho min Atba’it Tabi’in)*

Thabaqat kedelapan adalah generasi pertengahan dari para pengikut tabi’in. Di antaranya adalah:

1. Ibrahim ibn Sa’d (w. 185 H)
2. Ibn ‘Ulayyah (w. 193 H)
3. Isma’il ibn Ja’far (w. 180 H)
4. Jarir ibn ‘Abdil Hamid (w. 188 H)
5. Hafsh ibn Ghiyats (w. 194 H)
6. Hammad ibn Zaid (w. 179 H)
7. Hammad ibn Salamah (w. 167 H)
8. Khalid ibn al-Harits (w. 186 H)
9. Khalid ibn ‘Abdillah (w. 182 H)
10. Sufyan ibn ‘Uyainah (w. 198 H)
11. Sulaiman ibn Bilal (w. 172 H)
12. Syarik ibn ‘Abdillah (w. 177 H)
13. ‘Abdullah ibn Idris (w. 192 H)
14. ‘Abdullah ibn al-Mubarak (w. 181 H)
15. ‘Abdul ‘Aziz ibn  Muhammad (w. 186 H)
16. ‘Abdul Warits ibn Sa’id (w. 180 H)
17. ‘Abdul Wahhab ibn ‘Abdil Majid (w. 194 H)
18. ‘Abdah ibn Sulaiman (w. 187 H)
19. ‘Ali ibn Mushir (w. 189 H)
20. ‘Isa ibn Yunus (w. 187 H)
21. al-Walid ibn Muslim (w. 194 H)
22. Yazid ibn Zurai’ (w. 182 H).

*Thabaqat Kesembilan (Shughro min Atba’it Tabi’in)*

Thabaqat kesembilan adalah generasi junior dari para pengikut tabi’in. Di antaranya adalah:

1. Adam ibn Abi Iyas (w. 220 H)
2. Bahz ibn Asad (w. Setelah 200 H)
3. Hajjaj ibn Muhammad (w. 206 H)
4. Hammad ibn Usamah (w. 201 H)
5. Rauh ibn ‘Ubadah (w. 205 H)
6. Sulaiman ibn Harb (w. 224 H)
7. Abu Dawud ath-Thayalisi (w. 204 H)
8. adh-Dhahhak ibn Mukhallad (w. 212 H)
9. ‘Abdullah ibn Maslamah (w. 221 H)
10. ‘Abdullah ibn Numair (w. 199 H)
11. ‘Abdullah ibn Wahab (w. 197 H)
12. ‘Abdurrahman ibn Mahdi (w. 198 H)
13. ‘Abdurrazzaq ibn Hammam (w. 211 H)
14. ‘Abdush Shamad ibn ‘Abdil Warits (w. 207 H)
15. ‘Ubaidullah ibn Musa (w. 213 H)
16. ‘Ali ibn Hujr (w. 244 H)
17. Abu Nu’aim al-Mulai (w. 218 H)
18. Muhammad ibn Idris asy-Syafi’i (w. 204 H)
19. Muhammad ibn Ja’far al-Hudzali (w. 193 H)
20. Muhammad ibn Khazim (w. 195 H)
21. Muhammad ibn Fudhail (w. 195 H)
22. Muhammad ibn Yusuf (w. 212 H)
23. Muslim ibn Ibrahim (w. 222 H)
24. Mu’adz ibn Mu’adz (w. 196 H)
25. Mu’tamir ibn Sulaiman (w. 187 H)
26. Muhammad ibn Isma’il al-Minqari (w. 223 H)
27. Hisyam ibn ‘Abdil Malik (w. 227 H)
28. Waki’ ibn al-Jarrah (w. 196 H)
29. Yahya ibn Adam (w. 203 H)
30. Yahya ibn Sa’id (w. 198 H)
31. Yazid ibn Harun (w. 206 H)
32. Ya’qub ibn Ibrahim (w. 208 H)

Wallahu'alam.
Berlanjut.......
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

12THABAQAT PERIWAYATAN .HADITS. Part 4;

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
             *ILMU HADITS*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*12 THABAQOT PERIWAYATAN HADITS*. Part 4
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

*Thabaqat Keenam (‘Aasharul Khamisah)*

Thabaqat keenam adalah orang-orang yang hidup sezaman dengan perawi thabaqat kelimat (tabi’in junior), namun tidak pernah bertemu dengan shahabat. Di antaranya adalah:

1. Jarir ibn Hazim (w. 170 H)
2. Sa’id ibn Abi ‘Arubah (w. 156 H)
3. Suhail ibn Abi Shalih (w. 138 H)
4. ‘Abdullah ibn ‘Aun ibn Arthaban (w. 150 H)
5. Ibn Juraij (w. 150 H)
6. ‘Uqail ibn Khalid (w. 144 H)
7. Muhammad ibn ‘Amr ibn ‘Alqamah (w. 145 H)
8. Hisyam ibn Hissan al-Azdi (w. 147 H)

*Thabaqat Ketujuh (Kibaru Atba’it Tabi’in)*

Thabaqat ketujuh generasi seniornya para pengikut tabi’in (atba’ut tabi’in). Di antaranya adalah:

1. Israil ibn Yunus (w. 160 H)
2. Zaidah ibn Qudamah (w. 161 H)
3. Zuhair ibn Mu’awiyah ibn Hudaij (w. 172 H)
4. Sufyan ats-Tsauri (w. 161 H)
5. Salam ibn Sulaim (w. 179 H)
6. Syu’bah ibn al-Hajjaj (w. 160 H)
7. Syu’aib ibn Abi Hamzah (w. 162 H)
8. Syaiban ibn  ‘Abdirrahman (w. 164 H)
9. ‘Abdullah ibn Lahi’ah (w. 174 H)
10. al-Auza’i (w. 157 H)
11. ‘Amr ibn al-Harits (w. Sebelum 150 H)
12. al-Laits ibn Sa’d (w. 175 H)
13. Malik ibn Anas (w. 179 H)
14. Muhammad ibn ‘Abdirrahman (w. 158 H)
15. Mis’ar ibn Kidam (w. 153 H)
16. Ma’mar ibn Rasyid (w. 154 H)
17. Hisyam ibn Abi ‘Abdillah Sanbar (w. 154 H)
18. Husyaim ibn Basyir (w. 183 H)
19. Hammam ibn Yahya (w. 164 H)
20. Abu ‘Awanah (w. 175 H)
21. Wuhaib ibn Khalid (w. 165 H)
22. Yunus ibn Yazid (w. 159 H)

Wallahu'alam.
Berlanjut
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

12 THABAQAT PERIWAYAN HADITS. Part 3

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
             *ILMU HADITS*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*12 THABAQOT PERIWAYATAN HADITS*. Part 3
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

*Thabaqat Keempat (Jullu Riwayatihim ‘an Kibarit Tabi’in)*

Thabaqat keempat adalah thabaqat yang banyak meriwayatkan hadits dari kibarut tabi’in. Di antaranya adalah:

1. Ismail ibn Abi Khalid (w. 146 H)
2. Tsabit ibn Aslam (w. 127 H)
3. Sulaiman ibn Tharkhan at-Taimi (w. 143 H)
4. Simak ibn Harb (w. 123 H)
5. Shalih ibn Kaisan al-Madani (w. Setelah 130 H)
6. ‘Ashim ibn Sulaiman al-Ahwal (w. Setelah 140 H)
7. ‘Abdullah ibn Dinar (w. 127 H)
8. ‘Amr ibn Dinar (w. 126 H)
9. Qatadah (w. 117 H)
10. Muhammad ibn Muslim ibn Tadrus (w. 126 H)
11. Ibn Syihab az-Zuhri (w. 125 H)
12. Hammam ibn Munabbih (w. 132 H)
Thabaqat Kelima (Shughro minat Tabi’in)

*Thabaqat kelima adalah generasi tabi’in junior, yaitu yang melihat 1 atau 2 orang shahabat, tapi tidak pernah mendengar riwayat hadits dari mereka. Di antaranya adalah:*

1. Ibrahim an-Nakha’i (w. 96 H)
2. Ayyub ibn Abi Taimiyyah (w. 131 H)
3. al-Hakam ibn ‘Utaibah (w. 113 H)
4. Humaid ibn Abi Humaid (w. 142 H)
5. Khalid ibn Mihran (w. 141 H)
6. Salamah ibn Dinar (w. 140 H)
7. al-A’Masy (w. 147 H)
8. Abu az-Zinad (w. 130 H)
9. ‘Ubaidullah ibn ‘Umar al-’Umari (w. 147 H)
10. ‘Amr ibn Syu’aib (w. 118 H)
11. ‘Amr ibn Murrah (w. 116 H)
12. Muhammad ibn Ishaq (w. 150 H)
13. Muhammad ibn ‘Ajlan (w. 148 H)
14. Manshur ibn al-Mu’tamir (w. 132 H)
15. Musa ibn ‘Uqbah (w. 141 H)
16. Hisyam ibn ‘Urwah ibn Zubair (w. 145 H)
17. Yahya ibn Sa’id (w. 144 H)
18.Yahya ibn Abi Katsir (w. 132 H)
19. Yazid ibn Abi Habib (w. 128 H)

Wallahu'alam.
Berlanjut.....
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

12 THABAQAT PERIWAYATAN HADITS. Part 2

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
             *ILMU HADITS*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*12 THABAQOT PERIWAYATAN HADITS*. Part 2
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

*Thabaqat Kedua (Kibarut Tabi’in)*

Thabaqat kedua adalah generasi tabi’in senior. Di antaranya adalah:

1. al-Aswad ibn Yazid an-Nakha’i (w. 74 H)
2. Sa’id ibn al-Musayyib (w. 94 H)
3. Abu Wail al-Kufi (w. 82 H)
4. ’Abdurrahman ibn Abi Laila (w. 83 H)
5. ‘Atha ibn Yasar (w. 94 H)
6. ‘Alqamah (w. 61 H)
7. Masruq (w. 63 H).

*Thabaqat Ketiga (Wustho minat Tabi’in)*

Thabaqat ketiga adalah generasi pertengahan dari tabi’in. Di antaranya adalah:

1. Hasan al-Bashri (w. 110 H)
2. Dzakwan al-Madani (w. 101 H)
3. Zaid ibn Aslam (w. 136 H)
4. Salim ibn ‘Abdillah ibn  ‘Umar (w. 106 H)
5. Sa’id ibn Jubair (w. 95 H)
6. Sa’id ibn Abi Sa’id Kaisan (w. 120 H)
7. Syu’aib ibn Muhammad (w. ?)
8. Thawus ibn Kaisan (w. 106 H)
9. asy-Sya’bi (w. 109 H)
10.‘Abdullah ibn Buraidah (w. 115 H)
11. Abu Qilabah al-Bashri (w. 104 H)
12. ‘Abdullah ibn ‘Ubaidillah ibn Abi Mulaikah (w. 117 H)
13. ‘Abdurrahman ibn Hurmuz al-A’raj (w. 117 H)
14. ‘Ubaidullah ibn ‘Abdillah ibn ‘Utbah (w. 94 H)
15. ‘Urwah ibn Zubair (w. 94 H)
16. ‘Atha ibn Abi Rabah (w. 114 H)
17. ‘Ikrimah (w. 104 H)
‘Amr ibn ‘Abdillah ibn 18. ‘Ubaid (w. 129 H)
19. al-Qasim ibn Muhammad ibn Abi Bakr (w. 106 H)
20. Mujahid ibn Jabr (w. Setelah 100 H)
21. Muhammad ibn Sirin (w. 110 H)
22. Muhammad ibn al-Munkadir (w. 130 H)
23. Nafi’ (w. 117 H)
24. Abu Burdah ibn Abi Musa al-Asy’ari (w. 104 H)
25. Abu Salamah ibn ‘Abdirrahman ibn ‘Auf (w. 94 H)
26. ‘Amrah bintu ‘Abdirrahman ibn Sa’d (w. Sebelum 100 H)

Wallahu'alam.
Berlanjut.....
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

12 THABAQAT PERIWAYATAN HADITS. Part 1

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
             *ILMU HADITS*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*12 THABAQOT PERIWAYATAN HADITS*. Part 1
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

Oleh: Muhammad Abduh Al-Banjary

Thabaqat adalah sekelompok orang yang berdekatan dalam usia dan isnad, atau berdekatan dalam isnad saja. Maksud berdekatan isnad adalah mereka memiliki guru yang sama, atau berdekatan guru-gurunya. Menurut Imam al-Hafizh Syaikhul Islam Ibn Hajar al-’Asqalani rahimahullah dalam kitab beliau Taqrib at-Tahdzib, thabaqat periwayat hadits itu ada 12.

Dengan mengetahui 12 thabaqat ini, sekaligus nama-nama periwayat hadits di dalamnya, kita akan bisa mengetahui suatu hadits itu bersambung atau terputus. Misal, jika seorang periwayat hadits thabaqat kelima meriwayatkan hadits langsung dari shahabat, kita bisa katakan sanad hadits tersebut terputus, dan paling tidak ada satu rawi yang hilang atau tidak disebutkan di antara periwayat hadits tersebut dan shahabat.

Di sini kami akan tuliskan 12 thabaqat tersebut, lengkap dengan nama-nama terkenal di masing-masing thabaqat yang saya kutip dari kitab Thabaqat al-Muktsirin min Riwayah al-Hadits karya Syaikh ‘Adil ibn ‘Abdisy Syakur az-Zuraqi.

*Thabaqat Pertama (Shahabat)*

Thabaqat pertama adalah kalangan shahabat, dengan perbedaan kualitas di antara mereka. Nama-nama shahabat yang banyak meriwayatkan hadits atau yang paling masyhur di antaranya adalah:

1. Abu Bakr ash-Shiddiq (w. 13 H)
2. ‘Umar ibn al-Khaththab (w. 23 H)
3. ‘Utsman ibn ‘Affan (w. 35 H)
4. ‘Ali ibn Abi Thalib (w. 40 H)
5. Anas ibn Malik (w. 93 H)
6. al-Bara ibn ‘Azib (w. 72 H)
7. Jabir ibn ‘Abdillah (w. 78 H)
8. Abu Sa’id al-Khudri (w. 74 H)
9. ‘Abdullah ibn ‘Abbas (w. 68 H)
10. ‘Abdullah ibn ‘Umar (w. 73 H)
11. ‘Abdullah ibn ‘Amr ibn al-’Ash (w. 63 H)
12. Abu Musa al-Asy’ari (w. 50 H)
13. ‘Abdullah ibn Mas’ud (w. 32 H)
14. Abu Hurairah (w. 57 H)
15. ‘Aisyah Ummul Mu’minin (w. 57 H)
16. Ummu Salamah Ummul Mu’minin (w. 62 H)

Wallahu'alam.
Berlanjut.......
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

BIOGRAFI IMAM SYAFII. Part 7 selesai

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                *BIOGRAFI*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*BIOGRAFI IMAM MUHAMMAD IBNU IDRIS ASY SYAFI'I* Part 7 selesai
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

*Imam Asy-Syafi’i dan Keutamaan Ilmu*

Asy-Syafi’i berkata: “Menuntut ilmu lebih utama dari shalat nafilah.”

Ar-Rabi’ berkata, Asy-Syafi’i berkata kepadaku: “Jika bukan orang-orang yang faqih lagi mengamalkan ilmunya yang merupakan wali-wali Allah, maka Allah tidak memiliki wali.”

Abu Tsaur berkata, saya mendengar Asy-Syafi’i berkata: “Seharusnya seorang faqih meletakkan tanah di atas kepalanya karena tawadhu’ kepada Allah dan syukur kepada-Nya.”

*Pujian Ulama Terhadap Imam Asy-Syafi’i*

Imam Asy-Syafi’i adalah permata di zamannya, banyak ulama yang memuji keutamaan beliau, di antaranya adalah:

Ibrahim ibn Abi Thalib al-Hafizh berkata, saya bertanya kepada Abu Qudamah as-Sarakhsi tentang Asy-Syafi’i, Ahmad, Abu ‘Ubaid dan Ibn Rahawaih, kemudian beliau menjawab: “Asy-Syafi’i adalah yang paling faqih di antara mereka.”

Imam Ahmad berkata: “Sesungguhnya Allah ta’ala mendatangkan bagi umat manusia tiap permulaan seratus tahun seseorang yang mengajarkan sunnah kepada mereka dan menghilangkan kedustaan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan kami memandang di permulaan tahun seratus adalah ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz dan permulaan tahun dua ratus adalah Asy-Syafi’i.”

Imam Ahmad juga berkata: _“Asy-Syafi’i adalah filsuf dalam empat hal, bahasa, perbedaan pendapat di antara manusia, al-ma’ani, dan fiqih.”_

Imam Ahmad juga berkata: _“Asy-Syafi’i seperti matahari bagi dunia, dan kesehatan bagi manusia.”_

Imam Ahmad juga berkata tentang Asy-Syafi’i: _“Dia adalah orang yang paling faqih dalam kitabullah dan sunnah Rasulillah.”_

‘Abdullah ibn Ahmad ibn Hanbal berkata, saya mendengar ayah saya berkata: _“Seandainya bukan karena Asy-Syafi’i, kami tidak akan mengenal fiqih hadits.”_

Abu Tsaur berkata: _“Kami mengatakan, Asy-Syafi’i lebih faqih dibanding Ibrahim An-Nakha’i.”_

Qutaibah ibn Sa’id berkata: _“Ats-Tsauri wafat dan matilah wara’, Asy-Syafi’i wafat dan matilah sunnah, wafat Ahmad ibn Hanbal dan kemudian tersebarlah bid’ah.”_

Wallahu'alam.
Selesai......
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

*Rujukan:*
1. Siyar A’laam an-Nubalaa karya adz-Dzahabi
2. Thabaqaat asy-Syaafi’iyyiin karya Ibnu Katsir
3. Thabaqaat al-Huffaazh karya as-Suyuthi
4. Al-Fiqh asy-Syafi’i al-Muyassar karya Wahbah Az-Zuhaili
5. Tarikh at-Tasyri’ al-Islami karya Manna’ Al-Qaththan

SEJARAH USHUL FIQIH. Part 5 selesai

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
             *USHUL FIQIH*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*SEJARAH ILMU USHUL FIQIH* Part 5 selesai
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

*Fase Kelima: Masa Setelah Berkembangnya dan Meluasnya Madzhab-Madzhab Fiqih*

Setelah itu, negara Islam semakin meluas, sampai Cina di timur dan Andalusia di barat. Warga negara Islam terdiri dari berbagai bangsa, dan berkomunikasi menggunakan berbagai bahasa. Dalam keadaan ini, kebutuhan umat terhadap keberadaan ulama yang mampu menjelaskan berbagai persoalan kepada mereka semakin terasa. Di masa ini juga kemudian ushul fiqih semakin berkembang, seiring berkembang dan meluasnya madzhab-madzhab fiqih.

Sebagai gambaran, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, para pengikut madzhab Syafi’i lebih fokus untuk melakukan syarah terhadap ushul fiqih asy-Syafi’i yang ada dalam kitab ar-Risalah. Sedangkan pengikut Madzhab Maliki menggunakan metode ushul fiqih asy-Syafi’i, namun mereka menambahkan ijma’ ahlil madinah, istihsan, mashalih mursalah, dan adz-dzarai’ sebagai dalil ijmali, yang ditolak oleh asy-Syafi’i.

Adapun madzhab Hanabilah, mereka menggunakan apa yang digunakan oleh asy-Syafi’i. Namun dalam hal ijma’, Imam Ahmad hanya menerima ijma’ shahabat, sedangkan asy-Syafi’i menerima ijma’ mujtahidin dari umat Islam di satu masa, tidak hanya membatasi pada masa shahabat. Setelah masa imam Ahmad, pengikut madzhab ini kemudian menerima kehujjahan ijma’ mujtahidin, sebagaimana dikemukakan oleh Imam Muwaffiquddin ibn Ahmad ibn Qudamah al-Maqdisi (w. 630 H) dalam kitabnya Raudhah an-Nazhir wa Jannah al-Munazhir fi Ushul al-Fiqh.

Adapun pengikut madzhab Abu Hanifah membuat sendiri ushul fiqih untuk menguatkan fiqih mereka. Mereka memasukkan istihsan dan ‘urf sebagai dalil ijmali, selain al-Qur’an, as-Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Kitab fiqih yang pertama kali ditulis oleh pengikut madzhab ini adalah Risalah al-Karkhi fi al-Ushul yang ditulis oleh Abu al-Hasan ‘Ubaidullah ibn al-Hasan al-Karkhi (w. 340 H), kemudian kitab Ushul al-Jashshash karya al-Jashshash (w. 370 H). Metode mereka berbeda dengan metode yang dilakukan oleh Imam asy-Syafi’i.

Adapun pengikut madzhab Zhahiri, mereka menolak menggunakan qiyas, mereka hanya menggunakan zhahir nash. Madzhab ini didirikan oleh Dawud ibn Khalaf al-Ashfahani azh-Zhahiri. Salah satu ulama yang mengikuti metode zhahiri ini adalah Ibn Hazm al-Andalusi.

Sedangkan Syi’ah Imamiyah pengikut Imam Ja’far ash-Shadiq, sama seperti madzhab Zhahiri mereka juga menolak qiyas. Mereka juga membatasi penggalian fiqih hanya berdasarkan penggalian yang dilakukan oleh imam-imam mereka saja.

Jika dikaji lebih lanjut, maka akan terlihat bahwa madzhab yang empat dan selainnya dari kalangan ahlus sunnah menggunakan dua metode ushul fiqih, yaitu metode asy-Syafi’i yang dikenal sebagai metode mutakallimin, dan metode pengikut Abu Hanifah yang dikenal sebagai metode fuqaha.

Sumber:
Kitab al-Wadhih fii Ushul al-Fiqh karya Muhammad Husain ‘Abdullah

Wallahu'alam.
Selesai...
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

BIOGRAFI IMAM SYAFII.Part 6

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                *BIOGRAFI*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*BIOGRAFI IMAM MUHAMMAD IBNU IDRIS ASY SYAFI'I* Part 6
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

*Nama-Nama Murid Imam Asy-Syafi’i*

Di antara murid-murid Imam asy-Syafi’i adalah: ِAl-Humaidi, Abu ‘Ubaid Al-Qasim ibn Sallam, Ahmad ibn Hanbal (pendiri madzhab Hanbali), Sulaiman ibn Dawud Al-Hasyimi, Abu Ya’qub Yusuf ibn Yahya Al-Buwaithi, Abu Tsaur Ibrahim ibn Khalid Al-Kalbi, Harmalah ibn Yahya, Abu Ibrahim Isma’il ibn Yahya Al-Muzani, Ibrahim ibn Al-Mundzir Al-Hizami, Ishaq ibn Rahawaih, Ishaq ibn Buhlul, Rabi’ ibn Sulaiman Al-Muradi, dan Rabi’ ibn Sulaiman Al-Jizi.

*Komitmen Imam Asy-Syafi’i Terhadap Sunnah*

Ada banyak riwayat yang menunjukkan begitu komitmennya Imam asy-Syafi’i berpegang teguh pada Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berikut di antaranya:

Asy-Syafi’i berkata: _“Jika telah shahih suatu hadits, maka itu adalah madzhabku. Dan jika tidak shahih suatu hadits, lemparkanlah kata-kataku (yang menyelisihinya) ke dinding.”_

Abu Tsaur berkata, saya mendengar Asy-Syafi’i berkata: _“Setiap ada hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka itu adalah pendapatku, meskipun kalian tak pernah mendengarnya dariku.”_

‘Abdullah ibn Ahmad ibn Hanbal berkata, saya mendengar ayah saya berkata, bahwa Asy-Syafi’i berkata: “Anda (Ahmad ibn Hanbal) lebih mengetahui khabar-khabar yang shahih dibanding saya. Jika ada khabar shahih, maka beritahulah saya, sehingga saya bisa mengikutinya, baik ia khabar dari orang Kufah, Bashrah, ataupun Syam.”

Harmalah berkata, asy-Syafi’i berkata: “Setiap yang saya katakan, jika terdapat hadits shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bertentangan dengan pendapatku, maka hadits shahih itu lebih utama (untuk diikuti), dan janganlah kalian bertaqlid kepadaku.”

Ar-Rabi’ berkata, saya mendengar Asy-Syafi’i berkata: “Jika kalian menemukan dalam kitabku ada pendapat yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka berkatalah sesuai sunnah tersebut, dan tinggalkanlah perkataanku.”

Ar-Rabi’ juga berkata, saya mendengar Asy-Syafi’i berkata, setelah seorang laki-laki berkata kepada beliau, “Apakah Anda mengambil hadits ini wahai Abu ‘Abdillah (Asy-Syafi’i)?”, beliau menjawab: “Kapanpun aku meriwayatkan sebuah hadits shahih dari Rasulullah, dan aku tidak mengambilnya, maka aku jadikan kalian sebagai saksi bahwa sesungguhnya akalku telah hilang.”

Ar-Rabi’ juga berkata, saya mendengar Asy-Syafi’i berkata: _“Langit mana yang akan menaungiku, dan bumi mana yang akan membawaku, jika aku meriwayatkan satu hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun aku tidak berhujjah dengannya.”_

Al-Humaidi berkata, pada suatu hari Asy-Syafi’i meriwayatkan sebuah hadits, kemudian aku bertanya kepada beliau, ‘Apakah Anda mengambilnya?’, kemudian Asy-Syafi’i menjawab: “Apakah engkau melihatku keluar dari gereja, atau memakai pakaian para pendeta, hingga engkau mendengar hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku tidak berpendapat mengikutnya.”

Wallahu'alam.
Berlanjut.....
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

BIOGRAFI IMAM SYAFII. Part 5

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                *BIOGRAFI*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*BIOGRAFI IMAM MUHAMMAD IBNU IDRIS ASY SYAFI'I* Part 5
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

Dengan kecerdasan dan ilmu yang beliau miliki, beliau mengkritik pendapat-pendapat Imam Malik. Beliau pun mengkritik pendapat-pendapat Abu Hanifah dan murid-muridnya, demikian juga terhadap pendapat-pendapat Al-Auza’i dan ahli fiqih lainnya. Karena keluasan ilmu yang beliau miliki, serta hujjah yang sangat kuat dalam berdiskusi dan berdebat, orang-orang kemudian cenderung kepada Asy-Syafi’i. Hal ini menyebabkan murid-murid Imam Malik di Mesir khawatir. Mereka takut madzhab Imam Malik akan hilang karena kemasyhuran Asy-Syafi’i. Sampai-sampai mereka berdoa dalam sujud mereka untuk kematian Asy-Syafi’i, mereka mengucapkan, “Ya Allah, matikanlah Asy-Syafi’i, jika tidak, ilmu Malik akan hilang.”

Asy-Syafi’i tinggal di Mesir hingga wafat pada malam jum’at, di akhir bulan Rajab, tahun 204 H.

*Nama-Nama Guru Imam Asy-Syafi’i*

Di antara guru-guru Imam asy-Syafi’i adalah:

     1. Di Makkah: Muslim ibn Khalid Az-Zanji (mufti Makkah), Dawud ibn ‘Abdurrahman Al-‘Aththar, Muhammad ibn ‘Ali ibn Syafi’ (sepupu dari al-‘Abbas kakek Imam asy-Syafi’i), Sufyan Ibn ‘Uyainah (seorang Imam besar dan Hafizh di zamannya), ‘Abdurrahman ibn Abi Bakr Al-Mulaiki, Sa’id ibn Salim, dan Fudhail ibn ‘Iyadh.
     2. Di Madinah: Malik ibn Anas (pendiri madzhab Maliki), Ibrahim ibn Muhammad ibn Abi Yahya, ‘Abdul ‘Aziz Ad-Darawardi, ‘Aththaf ibn Khalid, Isma’il ibn Ja’far, dan Ibrahim ibn Sa’d.
     3. Di Yaman: Mutharrif ibn Mazin (imam dan muhaddits) dan Hisyam ibn Yusuf Al-Qadhi.
     4. Di Baghdad: Muhammad ibn Al-Hasan Asy-Syaibani (faqih Iraq), Isma’il ibn ‘Ulayyah, dan ‘Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi.

Beliau pun berhasil mengumpulkan ilmu dari para mujtahid mutlak dan imam madzhab di masa itu. Beliau berhasil mendapatkan fiqih Malik dari sang imam sendiri. Fiqih Al-Auza’i dari muridnya, ‘Umar ibn Abi Salamah. Fiqih Al-Laits ibn Sa’ad, imamnya penduduk Mesir, dari muridnya, Yahya ibn Hassan. Fiqih Abu Hanifah, imamnya penduduk Irak, dari muridnya, Muhammad ibn Hasan Asy-Syaibani. Dengan ini beliau telah mengumpulkan ilmunya para imam madzhab yang masyhur saat itu, dan ini merupakan keistimewaan dari madzhabnya Asy-Syafi’i.

Wallahu'alam.
Berlanjut.....
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

BIOGRAFI IMAM SYAFII. Part 4

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                *BIOGRAFI*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*BIOGRAFI IMAM MUHAMMAD IBNU IDRIS ASY SYAFI'I* Part 4
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

Pada tahun 195 H, beliau ke Baghdad untuk kedua kalinya. Beliau tinggal di sana sekitar 2 tahun. Di sana beliau menyebarkan metode ijtihadnya, menulis banyak buku dan risalah, serta berdebat dengan para ulama. Di majelis yang beliau asuh, hadir ulama-ulama besar, yang ingin mereguk ilmu beliau, seperti Ahmad ibn Hanbal, Ishaq ibn Rahawaih, ‘Abdurrahman ibn Mahdi, Abu Tsaur, dan Husain ibn ‘Ali Al-Karabisi.

Berdasarkan penuturan Ar-Razi, di sinilah beliau menulis kitab Ar-Risalah, kitab ushul fiqih pertama, untuk pertama kalinya. Kemudian penulisan kitab ini diulangi oleh beliau saat beliau di Mesir. Dari berbagai riwayat, disebutkan kitab Ar-Risalah ini ditulis beliau berdasarkan permintaan ‘Abdurrahman ibn Mahdi. Ibn Mahdi meminta Asy-Syafi’i untuk menulis satu kitab yang menjelaskan syarat-syarat berdalil dengan Al-Qur’an, As-Sunnah, ijma’, dan qiyas. Berdasarkan riwayat ini, sebagian ulama menyatakan bahwa Ar-Risalah ditulis oleh Asy-Syafi’i di Makkah, dan beliau kirim kepada Ibnu Mahdi di Irak. Jadi, penulisan Ar-Risalah yang pertama kali ini terdapat dua riwayat, ada yang menyatakan ditulis di Makkah, ada yang menyatakan di Baghdad, Irak.

Setelah itu, beliau pulang kembali ke Makkah, dan mengajarkan madzhabnya di sana. Setelah itu, beliau kembali ke Baghdad pada tahun 198 H. Kali ini, beliau hanya tinggal sekitar delapan bulan di sana. Hal ini karena saat itu terjadi fitnah. Al-Ma’mun, penguasa ‘Abbasiyah, memaksakan seluruh ulama untuk mengikuti paham mu’tazilah. Dan riwayat ini sudah sangat masyhur.

Pada tahun 199 H beliau pergi ke Mesir. Di negeri ini beliau menyebarkan madzhabnya yang baru, yang dikenal dengan madzhab jadid atau qaul jadid. Di sini beliau mendiktekan kitabnya, Al-Umm, kepada murid-muridnya. Kitab ini dinukil oleh murid beliau, Ar-Rabi’ ibn Sulaiman Al-Muradi. Beliau pun mengoreksi sebagian isi kitabnya yang terdahulu, Al-Hujjah, yang berisi madzhab qadim-nya. Beliau juga mengulang penulisan kitab ushul fiqih beliau, Ar-Risalah.

Wallahu'alam.
Berlanjut.....
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

BIOGRAFI IMAM SYAFII.Part 3

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                *BIOGRAFI*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*BIOGRAFI IMAM MUHAMMAD IBNU IDRIS ASY SYAFI'I* Part 3
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

Beliau tinggal di Madinah hingga wafatnya Imam Malik tahun 179 H, dan saat itu usia Asy-Syafi’i 29 tahun. Setelah itu beliau kembali ke Makkah.

Kemudian dengan bantuan Mush’ab ibn ‘Abdillah Al-Qurasyi, qadhi Yaman, beliau diangkat menjadi seorang qadhi di Najran, wilayah Yaman. Nampak sekali keistimewaan, kecerdasan dan keadilan beliau saat menjabat jabatan ini.

Namun, pada tahun 184 hijriyyah, saat berusia 34 tahun, beliau tertimpa musibah. Beliau dituduh oleh penguasa Yaman saat itu sebagai pendukung kelompok Syi’ah ‘Alawiyah yang mencoba memberontak pada ‘Abbasiyah. Beliau dibawa ke Baghdad bersama sembilan orang lainnya. Mereka semua dihukum mati, kecuali Asy-Syafi’i. Beliau selamat karena hujjahnya yang sangat kuat, sekaligus karena kesaksian Muhammad ibn Hasan Asy-Syaibani dan pembelaan Al-Fadhl ibn Ar-Rabi’.

Kedatangan beliau di Irak ini tidak disia-siakan. Beliau gunakan kesempatan ini untuk mempelajari fiqih penduduk Irak. Beliau belajar pada Muhammad ibn Hasan Asy-Syaibani, murid Abu Hanifah, pendiri madzhab Hanafi sekaligus imamnya ahli fiqih Irak. Dengan ini, beliau telah mampu mengumpulkan fiqih Hijaz dan fiqih Irak, dua aliran fiqih paling menonjol saat itu.

Setelah itu, beliau kembali ke Makkah, dan mengajar di sana selama sembilan tahun. Dan di masa ini beliau telah mencapai derajat mujtahid mutlak. Beliau telah menghafal ilmunya para ahli fiqih dan ahli hadits, beliau juga telah mengambil banyak pengetahuan di Irak.

Di Makkah ini, beliau membangun kaidah-kaidah pengambilan hukum dan ijtihad, dengan membandingkan fiqih Hijaz dan fiqih Irak. Kedudukan beliau sangat tinggi saat itu di antara para hali ilmu, hingga halqah keilmuan beliau menjadi halqah yang paling masyhur. Di halqah itu banyak dibahas berbagai persoalan, serta terjadi debat dan diskusi, dan semuanya menunjukkan kedalaman ilmu Asy-Syafi’i.

Wallahu'alam.
Berlanjut.....
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

BIOGRAFI IMAM SYAFII Part 2

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                *BIOGRAFI*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*BIOGRAFI IMAM MUHAMMAD IBNU IDRIS ASY SYAFI'I* Part 2
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

*Perjalanan Keilmuan Imam Asy-Syafi’i*

Di usia mudanya, Imam Asy-Syafi’i telah hafal Al-Qur’an dan kitab al-Muwaththa yang merupakan kitab hadits paling shahih di masa itu. Ahmad ibn Ibrahim ath-Thaiy al-Aqtha’ berkata, al-Muzani menceritakan kepada kami bahwa ia mendengar asy-Syafi’i berkata, “Saya hafal Al-Qur’an saat usia tujuh tahun, dan hafal al-Muwaththa’ pada usia sepuluh tahun.”

Selain menghafal Al-Qur’an dan Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau juga memperdalam kemampuan bahasa Arab. Untuk memperdalam bahasa Arab, beliau keluar dari kota Makkah menuju pedusunan di gurun pasir, tempat tinggal suku Hudzail. Suku ini merupakan salah satu suku Arab yang paling fasih bahasanya. Beliau banyak menghafal syair-syair Arab dari mereka. Beliau tinggal bersama mereka, mengikuti kebiasaan-kebiasaan mereka dan mengiringi perjalanan mereka. Sampai akhirnya, ketika beliau kembali ke Makkah, beliau telah menjadi seorang yang menguasai sastra Arab, syair-syairnya dan kefasihannya.

Di Makkah, beliau bermulazamah dengan ahli fiqih dan mufti Makkah saat itu, Muslim ibn Khalid Az-Zanji. Hingga ketika Asy-Syafi’i berusia 15 tahun, Muslim ibn Khalid mengizinkannya memberikan fatwa. Sang mufti Makkah berkata, “Berfatwalah wahai Abu ‘Abdillah. Demi Allah, sungguh saat ini engkau sudah layak berfatwa.”

Di usia yang muda beliau telah menjadi seorang yang faqih, menguasai tafsir Al-Qur’an dengan baik, dan ahli dalam bahasa Arab. Bahkan, Sufyan ibn ‘Uyainah ketika ditanya tentang tafsir atau fatwa, beliau berkata, “Bertanyalah kalian pada anak ini.”

Kemudian beliau melakukan perjalanan ke Madinah, menemui Imam Malik ibn Anas, imam Darul Hijrah. Usia Asy-Syafi’i saat itu belum mencapai 16 tahun. Imam Malik menerima beliau berdasarkan perantaraan pemimpin Madinah, wasiat wali Makkah, dan rekomendasi guru beliau, Muslim ibn Khalid Az-Zanji. Asy-Syafi’i pun mampu menarik perhatian Imam Malik dengan hafalannya terhadap Al-Muwaththa dan kefasihannya berbahasa.

Wallahu'alam.
Berlanjut.....
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

BIOGRAFI IMAM SYAFII. Part 1

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                *BIOGRAFI*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*BIOGRAFI IMAM MUHAMMAD IBNU IDRIS ASY SYAFI'I* Part 1
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

Oleh: Muhammad Abduh Al-Banjary

*Nama, Nasab, Kunyah dan Gelar Imam Asy-Syafi’i*

Nama beliau adalah Muhammad ibn Idris ibn Al-‘Abbas ibn ‘Utsman ibn Syafi’ ibn As-Saib ibn ‘Ubaid ibn ‘Abdi Yazid ibn Hisyam ibn Al-Muthallib ibn ‘Abdi Manaf ibn Qushay ibn Kilab ibn Murrah ibn Ka’b ibn Luay ibn Ghalib. Kunyah beliau adalah Abu ‘Abdillah.

Nisbah beliau adalah Al-Qurasyi (merujuk kepada suku beliau, suku Quraisy), Al-Muthallibi (merujuk kepada kakek moyang beliau Al-Muthallib), Asy-Syafi’i (merujuk kepada kakek dari kakeknya beliau, Syafi’), Al-Makki (merujuk kepada Makkah, kota tempat beliau tumbuh besar, sekaligus kampung halaman moyang beliau), Al-Ghazzi (merujuk kepada Ghazza, kota tempat kelahiran beliau).

Nasab beliau bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada ‘Abdu Manaf ibn Qushay.

Beliau mendapatkan gelar al-Imam, ‘Alimul ‘Ashr, Nashirul Hadits, dan Faqihul Millah, yang menunjukkan keutamaan dan keagungan pribadi serta ilmu yang beliau miliki.

*Tahun dan Tempat Kelahiran Imam Asy-Syafi’i*

Imam Asy-Syafi’i berkata: “Saya dilahirkan di Ghazzah (Gaza, salah satu kota di wilayah Palestina sekarang) pada tahun 150 (hijriyyah), dan saya dibawa ke Makkah saat berusia 2 tahun.” Ar-Rabi’ ibn Sulaiman berkata, “Asy-Syafi’i lahir pada hari yang sama dengan kematian Abu Hanifah.” Di tahun ini juga lahir ‘Ali Ar-Ridha, yang dijadikan Imam ke-8 dalam doktrin Syi’ah.

Asy-Syafi’i sudah yatim sejak kecil. Ayah beliau, Idris, wafat di usia yang masih muda. Ibu beliau lah yang membawa Asy-Syafi’i kecil ke Makkah. Ibu beliau adalah seorang wanita yang bertakwa dan ahli ibadah. Dan di bawah bimbingannya lah Asy-Syafi’i kecil tumbuh menjadi anak yang shalih dan cinta ilmu.

Wallahu'alam.
Berlanjut.....
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

SEJARAH USHUL FIQIH Part 4

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
             *USHUL FIQIH*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*SEJARAH ILMU USHUL FIQIH* Part 4
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

*Fase Keempat: Masa Setelah Imam asy-Syafi’i*

Pasca asy-Syafi’i, banyak ulama dan fuqaha yang kemudian melakukan pengkajian dan pendalaman terhadap ushul fiqih yang telah disusun oleh asy-Syafi’i. Mereka juga memberikan tambahan, memperbaiki, dan menyusunnya berdasarkan bagian-bagian tertentu agar pembahasan dalam ushul fiqih ini bertambah jelas dan terang. Dan upaya mereka ini tetap mengacu dan berdasar pada ushul fiqih yang telah ditetapkan oleh asy-Syafi’i.

Ushul fiqih yang disusun oleh asy-Syafi’i belumlah lengkap sebagaimana pembahasan ushul fiqih di masa sekarang. Kemudian ulama setelah beliau menyempurnakan bangunan ushul fiqih yang dimulai oleh asy-Syafi’i. Ada ulama yang mengikuti metode asy-Syafi’i secara terperinci, ada juga yang memasukkan kaidah-kaidah baru, dan ada juga yang menentang dan mengkritik sebagian kaidah yang telah disebutkan asy-Syafi’i.

Pembahasan ushul fiqih di masa ini hanya terbatas pada pembahasan syarah terhadap ushul fiqih asy-Syafi’i, tambahan beberapa kaidah baru, dan kritik terhadap sebagian kaidah. Belum membahas kajian ushul fiqih secara keseluruhan, seperti yang dikenal di masa sekarang.

Beberapa ulama yang menyusun kitab syarah  terhadap ar-Risalah-nya asy-Syafi’i di masa ini adalah:

1. Syarah Abu Bakr Muhammad ash-Shairafi (w. 330 H), dikenal dengan nama Dala-il al-I’lam.

2. Syarah Abu Muhammad al-Qaffal asy-Syasyi (w. 365 H).

3. Syarah Abu Muhammad ‘Abdullah ibn Yusuf al-Juwaini (w. 438 H).

Beberapa ulama yang pertama kali menulis kitab yang berisi pembahasan ushul fiqih setelah asy-Syafi’i adalah:

1. Imam Ahmad ibn Hanbal, dalam kitab Tha’ah ar-Rasul, an-Nasikh wa al-Mansukh, dan al-’Ilal.

2. Dawud azh-Zhahiri, dalam kitab Ibthal al-Qiyas, al-Khushush wa al-’Umum, dan lain-lain. Beliau ini banyak melakukan kritik terhadap ushul fiqih asy-Syafi’i.

3. Muhammad at-Tirmidzi (w. 255 H), dalam kitab Itsbat al-’Ilal asy-Syar’iyah.

Kitab-kitab di atas hanya membatasi diri pada pembahasan penyelesaian masalah-masalah yang diperselisihkan. Ada yang mengokohkan ushul fiqih asy-Syafi’i sekaligus membantah pendapat-pendapat yang menyelisihinya, ada juga yang menguatkan madzhab si penulis kitab sekaligus membantah madzhab asy-Syafi’i.

Wallahu'alam.
Berlanjut...
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

SEJARAH USHUL FIQIH. Part 3

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
             *USHUL FIQIH*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*SEJARAH ILMU USHUL FIQIH* Part 3
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

*Fase Ketiga: Masa Imam asy-Syafi’i (150 – 204 H)*

Ulama-ulama sebelum asy-Syafi’i memang sudah membicarakan pembahasan ushul fiqih, sekaligus beristidlal dan saling mengkritik antar mereka. Namun, belum ada kitab yang disusun secara khusus yang menjadi rujukan mereka. Imam asy-Syafi’i lah yang pertama kali menulis sebuah kitab dalam bidang ushul fiqih yang sampai kepada kita, yaitu kitab ar-Risalah.

Kitab ar-Risalah ini memuat pembahasan tentang dalil-dalil ijmali, yaitu Kitab, Sunnah, Qiyas dan Ijma’. Kitab ini juga memuat pembahasan tentang kaidah-kaidah kebahasaan, dan tata cara penggunaannya dalam penggalian hukum-hukum syara’.

Ilmu ushul fiqih yang ditetapkan oleh asy-Syafi’i menjadi dasar dan standar yang kokoh untuk membedakan pendapat yang shahih dan yang tidak shahih, sekaligus menentukan apakah pendapat tersebut berasal dari syara’ atau bukan. Dengan metode ini juga lah asy-Syafi’i melakukan penggalian hukum-hukum syara’, yang kemudian tersusun menjadi fiqih madzhabnya, yaitu madzhab asy-Syafi’i, yang termuat di kitab beliau, al-Umm.

Sebagai contoh, Imam asy-Syafi’i di kitabnya ar-Risalah telah menetapkan tingkatan dalil-dalil ijmali, dan menentukan derajatnya masing-masing, sebagaimana yang ia katakan, “Kami berhukum dengan al-Kitab dan as-Sunnah yang disepakati atasnya, yang tidak ada perbedaan pendapat tentang kedudukannya yang utama. Oleh karena itu, tidak ada qiyas ketika ada khabar (hadits).”

Salah satu ahli sejarah yang menyatakan bahwa asy-Syafi’i adalah orang yang pertama kali menulis buku tentang ushul fiqih adalah Ibn Khaldun. Dalam kitab Muqaddimah-nya, ketika membahas tentang ushul fiqih, beliau menyatakan, _“Dan yang pertama kali menulis tentang ushul fiqih adalah asy-Syafi’i radhiyallahu ‘anhu. Beliau mendiktekannya dalam risalahnya yang masyhur. Beliau berbicara tentang perintah dan larangan, bayan, khabar, nasakh, hukum ‘illat manshush pada qiyas, …”._

Wallahu'alam.
Berlanjut...
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

SEJARAH USHUL FIQIH Part 2

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
             *USHUL FIQIH*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*SEJARAH ILMU USHUL FIQIH* Part 2
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

*Fase Kedua: Sebelum Masa Imam asy-Syafi’i*

Setelah itu, negara Islam meluas. Berbagai bangsa masuk ke dalam Islam, seperti bangsa Romawi, Persia, India dan Barbar. Orang-orang Arab kemudian berbaur, berkumpul dan berkomunikasi dengan mereka. Akhirnya kemampuan berbahasa orang Arab melemah, karena dipengaruhi oleh masuknya lafazh, dialek, dan gaya bahasa non Arab.Akibatnya, sebagian besar orang Arab tidak terlalu mampu lagi memahami nash-nash syar’i. Mereka akhirnya memerlukan kaidah-kaidah bahasa untuk bisa memahami al-Qur’an dan al-Hadits sebagaimana pemahaman kaum muslimin di masa awal.

Mengatasi masalah yang muncul, para ulama kemudian menetapkan beberapa metode untuk menjelaskan tatacara menggunakan dan menarik kesimpulan (beristidlal) dari al-Kitab dan as-Sunnah sehingga menjadi hukum syara’ yang bisa diamalkan. Dari kumpulan kaidah kebahasaan dan kaidah syar’i di atas, tersusunlah ilmu ushul fiqih. Ilmu ini pertama kali tersusun pada abad ke-2 hijriyah.

Yang pertama kali mengumpulkan sebagian kaidah ini dalam sebuah kitab adalah Imam Abu Yusuf, murid Imam Abu Hanifah, sebagaimana disebutkan oleh Ibn an-Nadim di kitabnya, al-Fahrasat. Sayangnya, kitab Abu Yusuf ini tidak sampai ke kita.

Orang-orang syi’ah mengatakan bahwa yang pertama kali menyusun kitab dalam bidang ushul fiqih adalah Imam Abu Ja’far Muhammad al-Baqir. Namun pendapat ini tidak punya dasar yang kuat.

Wallahu'alam.
Berlanjut...
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

SEJARAH USHUL FIQIH Part 1

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
             *USHUL FIQIH*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*SEJARAH ILMU USHUL FIQIH* Part 1
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

*Fase Pertama: Masa Shahabat dan Tabi’in*

Allah ta’ala mengutus Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai Rasul dengan membawa ajaran Islam untuk seluruh umat manusia. Seruan tersebut dimulai di negeri Arab, dan kitab suci al-Qur’an pun diturunkan dengan bahasa Arab. Ajaran Islam dengan kitab suci al-Qur’an al-Karim yang berbahasa Arab ini hadir di tengah-tengah masa keemasan bahasa Arab. Syair dan sastra Arab di masa ini berada di puncak kegemilangan, dan kabilah-kabilah Arab biasa bersaing menunjukkan kepiawaian mereka dalam sastra Arab.

Di masa ini, orang-orang Arab bisa memahami makna yang terkandung dalam al-Qur’an dan al-Hadits tanpa kesulitan yang berarti, karena bahasa al-Qur’an dan al-Hadits adalah bahasa sehari-hari yang mereka gunakan dan telah mendarah daging dalam diri mereka. Mereka mengerti makna-makna lafazh dalam al-Qur’an dan al-Hadits, serta memahami gaya bahasanya. Oleh karena itu, mereka bisa mengambil hukum syara’ dari keduanya tanpa kesulitan.

Masa ini berlangsung selama masa shahabat dan tabi’in, atau hingga awal abad ke-2 hijriyah.

Wallahu'alam.
Berlanjut...
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

17 Juli 2018

DALIL YANG DI GUNAKAN IMAM SYAFII

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                  *F I Q I H*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*DALIL DALIL YANG DI GUNAKAN IMAM SYAFI'I*
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*
Oleh: Muhammad Abduh Al-Banjary

Imam Asy-Syafi’i menggunakan lima dalil secara berurutan dalam menetapkan suatu hukum. Beliau baru beralih ke urutan atau tingkatan berikutnya, jika tidak ditemukan dalil pada tingkatan di atasnya. Berikut tingkatan-tingkatan dalil tersebut.

*Tingkatan Pertama*
Imam Asy-Syafi’i merujuk kepada Al-Kitab dan As-Sunnah yang shahih. Beliau meletakkan Al-Kitab dan As-Sunnah dalam satu tingkatan. Hal ini karena dalam banyak keadaan, As-Sunnah berfungsi untuk menjelaskan isi Al-Kitab dan memperinci kemujmalannya (keglobalannya).

Hadits ahad –walaupun juga menjadi hujjah– berbeda tingkatannya dengan Al-Qur’an dari sisi kemutawatirannya.

Demikian pula, As-Sunnah tidak boleh bertentangan dengan Al-Qur’an. Dan jika tidak terdapat tambahan penjelasan dari As-Sunnah, maka beliau mencukupkan diri dengan Al-Qur’an.

*Tingkatan Kedua*
Beliau merujuk kepada Ijma’ ‘ulama jika penjelasan suatu hukum tidak terdapat dalam Al-Kitab dan As-Sunnah. Ijma’ ‘ulama yang dimaksud adalah ijma’ ‘ulama yang memiliki ‘ilm al-khaashshah. ‘Ilm al-khaashshah adalah ilmu diin yang khusus dipelajari oleh para fuqaha dan mujtahid, yang memerlukan pengkajian mendalam untuk meraih ilmu tersebut.

Ijma’ mereka ini menjadi hujjah bagi orang-orang yang datang setelah mereka.

*Tingkatan Ketiga*
Perkataan sebagian shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasarkan ra’yu (pikiran) mereka, tanpa diketahui ada satu orang shahabat yang lain pun yang menyelisihinya. Menurut Imam Asy-Syafi’i, ra’yu shahabat lebih baik dari ra’yu selain mereka, termasuk ra’y beliau sendiri.

*Tingkatan Keempat*
Jika para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berselisih pendapat dalam satu perkara, maka yang dipilih adalah yang paling mendekati kandungan Al-Kitab dan As-Sunnah, atau yang dikuatkan oleh qiyas. Dan tidak boleh meninggalkan pendapat mereka dan mengambil pendapat yang lain.

*Tingkatan Kelima*
Melakukan qiyas pada satu perkara yang telah diketahui hukumnya berdasarkan tingkatan-tingkatan sebelumnya, yaitu Al-Kitab, As-Sunnah dan Ijma’, sesuai urutannya. Maka, perkara yang belum diketahui hukumnya itu diqiyaskan dengan perkara yang telah disebutkan dalam nash, baik Al-Kitab maupun As-Sunnah, atau diketahui hukumnya melalui ijma’, atau ia sesuai dengan perkataan sebagian shahabat tanpa ada yang menyelisihinya, atau perkataan mereka yang terdapat perselisihan di dalamnya.

Wallahu'alam.
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

11 Juli 2018

MUHASABAH

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
             *MUHASABAH*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛

★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

Ketika kita bersalah Allah datangkan Sahabat untuk Menegur.

Ketika kita berjalan yang benar Allah datang orang untuk menegur

Ketika kita sedang di uji Allah datangkan Sahabat untuk membantu kita

Ketika Sabahat sedang di uji Allah memberi kekuatan pada kita untuk membantu

Hargailah sahabat karenanya membuka jalan kita ke pintu surga.

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

💫 _“Dan jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.”_
(QS. AL-An’am: 17)

Mari bermunajat

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

_*“ALLOOHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MIN ZAWAALI NI’MATIK, WA TAHAWWULI ‘AAFIYATIK, WA FUJAA’ATI NIQMATIK, WA JAMII’I SAKHOTHIK”*_

✨🕋🌟 _Ya Allah_... 🌟🕋✨
_"Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu."_
(HR. Muslim no. 2739)
💐آمــــــــــــــين🌼
💐اللهم آمــــــــــــــين🌸
💐اللهم يا مجيب السائلين🌺

Wallahu'alam.
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

HADITS DHOIF RIYADHUS SHOLIHIN

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
              *H A D I T S*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*DHOIF RIYADUS SHOLIHIN*
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

*BAB 5 MURAQABAH ( PENGAWASAN )*

     ● 1/67. Abu Ya'la Syaddad bin Aus RA mengatakan bahwa Rasulullah bersabda,
الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ ، وَعَمِلَ لِمَا بعدَ المَوتِ ، والعَاجِزُ مَنْ أتْبَعَ نَفْسَهُ هَواهَا وَتَمنَّى عَلَى اللهِ الاَمَانِيَّ
_"Orang yang sempurna akalnya ialah yang mengoreksi dirinya dan bersedia beramal sebagai bekal setelah mati. Dan orang yang rendah ialah yang selalu menurutkan hawa nafsunya. Disamping itu, ia mengharapkan berbagai angan-angan kepada Allah."_ (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Keterangan:
Hadits ini sanadnya dha'if, karena ada seorang perawi bemama Abu Bakar Ibnu Abi Maryam; dia kacau hafalannya setelah rumahnya kecurian.

Selanjutnya Adz-Dzahabi menolak dan mengritiknya, dengan berkata, _"Demi Allah, Abu Bakar adalah orang  yang suka menduga-duga dalam meriwayatkan hadits"_. Ada Syahid untuk hadits tersebut dari Anas RA, yang diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman, tetapi beliau berkata, "Tetapi dalam sanad hadits ini ada perawi bemama Aun bin Ammarah, dia orang yang dhaif dalam periwayatannya."

Lihat kitab Silsilah Ahadits Adh-Dha 'ifah hadits no. 5319; Dha'if Al Jami' Ash-Shaghir no. 4305; Al Misykah no. 5289; Dha'if Sunan At-Tirmidzi hadits no. 436; Dha'if Sunan Ibnu Majah hadits no. 930; Al Misykah hadits no. 5289; Bahjatun-Nazhirin hadits no. 66 oleh Syaikh Sahm bin Id Al Hilali; Takhrij Riyadhus-Shalihin hadits no. 66 oleh Syaikh Syu'aib Al Arnauth.

     ● 2/69. Umar RA mengatakan bahwa Rasulullah bersabda,
 لاَ يُسْأَلُ الرَّجُلُ فِيْمَ ضَرَبَ امْرَأَتَهُ

'"Seorang laki-laki tidak akan ditanya (tidak dituntut) mengapa ia memukul istrinya" (HR. Abu Daud dan lainnya)

Keterangan:
Sanad hadits ini dha'if. karena ada dua illat (cacat), yaitu: pertama, pada riwayat Imam Ahmad tersebut perawinya bernama Daud Al Audi, jika yang dimaksud adalah Daud bin Yazid Al Audi, maka ia orang yang tidak kuat dalam periwayatan hadits. Sedangkan pada riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah disebutkan Daud bin Abdullah Al Audi, jika yang dimaksud adalah perawi ini, maka ia adalah orang yang tsiqah. Kedua, baik riwayat Abu Daud, Ibnu Majah, maupun Imam Ahmad, ada perawi lainnya yang bernama Abdurrahman Al Musla, ia tidak diketahui identitasnya (majhul), sebagaimana yang dikatakan Adz-Dzahabi dalam Al-Mizan.

Lihat kitab Irwaul Ghalil hadits no. 2034; Dha 'if Sunan Abu Daud hadits no. 469; Dha 'if Sunan Ibnu Majah hadits no. 431; Al Misykah hadits no. 3268; Dha'iful Jami' hadits no. 6218; Bahjatun-Nazhirin hadits no. 68; Takhrij Riyadhush-Shalihin hadits no. 68.

Wallahu'alam.
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

HADITS DHOIF RIYADHUS SHOLIHIN

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
               *H A D I T S*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*DHOIF RIYADUS SHOLIHIN*
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*
*BAB.10. BERLOMBA LOMBA DALAM MENGANJURKAN KEBAIKAN DAN MENGERJAKANNYA TANPA RAGU-RAGU*

     ● 3/94. Dari Abu Hurairah RA, Sesungguhnya Rasulullah bersabda,
 بادِرُوا بِالأَعْمَالِ سَبْعاً ، هَلْ تَنْتَظِرُونَ إلاَّ فَقراً مُنسياً ، أَوْ غِنىً مُطغِياً ، أَوْ مَرَضاً مُفسِداً ، أَوْ هَرَماً مُفْنداً ، أَوْ مَوتاً مُجْهزاً ، أَوْ الدَّجَّالَ فَشَرُّ غَائِبٍ يُنْتَظَرُ ، أَوْ السَّاعَةَ فالسَّاعَةُ أدهَى وَأَمَرُّ
_"Segeralah beramal kebaikan sebelum datang tujuh perkara. Apakah yang kamu nantikan selain kemiskinan yang akan melupakan kamu dari kewajiban, atau kekayaan yang akan menimbulkan rasa angkuh yang melampui batas, atau suatu penyakit yang merusak, atau masa tua yang menimbulkan pikun dan habis tenaga, atau kematian yang cepat, atau adanya Dajjal (penipu), maka ia sejahat-jahat yang dinantikan, atau datang hari kiamat, dan hari kiamat itu lebih berat dan lebih sukar."_ (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan'.)

Keterangan:
Sanad hadits ini dha'if sekali, karena ada perawi yang bemama Muhriz bin Harun, Al Hafizh berkata dalam At-Taqrib, "Dia orang yang matruk (ditinggalkan haditsnya, tidak boleh diambil)". Al Bukhari berkata, "Munkarul hadits". Sedangkan Abu Hatim Ar-Razi berkata, "la orang yang tidak kuat periwayatannya"

Lihat kitab Silsilah Al Ahadits Adh-Dha'ifah hadits no. 1666. Dha'if Sunan At-Tirmidzi hadits no. 400; Dha'iful Jami' hadits no. 2315; Bahjatun-Nazhirin hadits no. 93 dan Takhrij Riyadhus hadits no. 93.

Wallahu'alam.
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

HADITS DHOIF RIYADUS SHOLIHIN

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                *H A D I T S*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*DHOIF RIYADUS SHOLIHIN* 
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بسم الله الرحمن الرحيم*

*BAB 23 MENYERU KEBAIKAN DAN MENCEGAH KEMUNGKARAN*

     ● 4/201. Ibnu Mas'ud RA mengatakan bahwa Rasulullah bersabda,
إنَّ أوَّلَ مَا دَخَلَ النَّقْصُ عَلَى بَنِي إسْرَائِيلَ أنَّهُ كَانَ الرَّجُلُ يَلْقَى الرَّجُلَ ، فَيَقُولُ : يَا هَذَا، اتَّقِ الله ودَعْ مَا تَصْنَعُ فَإِنَّهُ لاَ يَحِلُّ لَكَ ، ثُمَّ يَلْقَاهُ مِنَ الغَدِ وَهُوَ عَلَى حَالِهِ ، فَلا يَمْنَعُهُ ذلِكَ أنْ يَكُونَ أكِيلَهُ وَشَريبَهُ وَقَعيدَهُ ، فَلَمَّا فَعَلُوا ذلِكَ ضَرَبَ اللهُ قُلُوبَ بَعْضِهِمْ بِبَعْضٍ )) ثُمَّ قَالَ : { لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرائيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ كَانُوا لا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ تَرَى كَثِيراً مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ } - إِلَى قوله - { فاسِقُونَ } [ المائدة : 78- 81 ] ثُمَّ قَالَ : (( كَلاَّ، وَاللهِ لَتَأمُرُنَّ بالمَعْرُوفِ ، وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ المُنْكَرِ ، وَلَتَأخُذُنَّ عَلَى يَدِ الظَّالِمِ ، وَلَتَأطِرُنَّهُ عَلَى الحَقِّ أطْراً ، وَلَتَقْصُرُنَّه عَلَى الحَقِّ قَصْراً ، أَوْ لَيَضْرِبَنَّ اللهُ بقُلُوبِ بَعْضِكُمْ عَلَى بَعْضٍ ، ثُمَّ ليَلْعَننكُمْ كَمَا لَعَنَهُمْ ))

_''Sesungguhnya kerusakan pertama yang terjadi pada Bani Isra'il ialah ketika seseorang bertemu kawannya yang sedang berbuat kejahatan lalu ditegur, 'Ya fulan! Bertakwalah pada Allah dan tinggalkan perbuatan yang tidak halal itu'. Kemudian pada esok harinya mereka bertemu lagi, sedangkan ia masih berbuat maksiat lagi, maka ia tidak mencegah kemaksiatannya. Bahkan ia menjadi teman makan minum dan teman duduknya. Jika demikian keadaan mereka, maka Allah menutup hati masing-masing, sebagaimana firman-Nya, 'Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Isra'il dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, dikarenakan mereka durhaka dan selalu melampui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat. Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka, dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), tentu tidak menjadikan orang-orang musyrikin sebagai pemimpin, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang fasik'. "_ (Qs. Al Maaidah(5): 78-81).

Kemudian Rasulullah bersabda, _"Janganlah seperti mereka. Demi Allah! kalian harus menyuruh kebaikan dan mencegah kemungkaran, dan menahan kejahatan orang zhalim, dan kalian kembalikan ke jalan yang hak dan kalian batasi dalam hak tersebut. Kalau kalian tidak berbuat demikian, maka Allah akan menutup hati kalian, kemudian melaknat kalian, sebagaimana Allah melaknat mereka."_ (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, ia berkata, "Hadits ini hasan") .

Sedangkan lafazh hadits yang diriwayatkan Tirmidzi adalah Rasulullah  bersabda,
 لَمَّا وَقَعَتْ بَنُو إسْرَائِيلَ في المَعَاصي نَهَتْهُمْ عُلَمَاؤهُمْ فَلَمْ يَنْتَهُوا ، فَجَالَسُوهُمْ في مَجَالِسِهمْ ، وَوَاكَلُوهُمْ وَشَارَبُوهُمْ ، فَضَربَ اللهُ قُلُوبَ بَعضِهِمْ بِبعْضٍ ، وَلَعَنَهُمْ عَلَى لِسانِ دَاوُد وعِيسَى ابنِ مَرْيَمَ ذلِكَ بما عَصَوا وَكَانُوا يَعتَدُونَ )) فَجَلَسَ رَسُول الله - صلى الله عليه وسلم - وكان مُتَّكِئاً ، فَقَالَ : (( لا ، والَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ حَتَّى تَأطِرُوهُمْ عَلَى الحَقِّ أطْراً )) .

_"Ketika kemaksiatan sudah melanda Bani Isra'il, maka ulama-ulama mereka mencegahnya, tapi mereka tetap melakukannya. Sehingga ulama-ulama mereka ikut serta dalam majelis mereka, dan makan minum bersama, maka Allah menutup hati mereka dan melaknat mereka, dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam, karena kemaksiatan mereka yang melampui batas. Ketika itu Rasulullah duduk bersandar, dan bersabda, ''Tidak, demi Allah yang jiwaku ada ditangan-Nya, kalian harus membelokkan mereka dan menghentikannya kepada yang benar"._

Keterangan:
Hadits ini sanadnya dha'if karena ada Abu Ubaidah bin Abduliah bin Mas'ud; ia tidak mendengar sendiri riwayat hadits tersebut, melainkan dari bapaknya, sebagaimana dijelaskan oleh At-Tirmidzi, sehingga hadits ini ke munqati' (terputus sanadnya). Ibnu Hibban menegaskan bahwa ia (Abu Ubaidah) sama sekali tidak pernah mendengar sesuatupun dari bapaknya". Hal ini juga diakui oleh Al Hafizh AI Mazzi (di Tahdzib At-Tahdzib), dan Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani.

Lihat Silsilah Al Ahadits Adh-Dhaifah hadits no. 1105; Dhaif Sunan At-Tirmidzi hadits no. 582; Dha'if Sunan Abu Daud hadits no. 932; Dha 'if Sunan Ibnu Majah hadits no. 867; Al Misykah hadits no. 5148; Bahjatun-Nazhirin hadits no. 196, dan Takhrij Riyadhush-Shalihin hadits no. 196

Wallahu'alam.
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    👈🏿😎👉🏿

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃 *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★💙💙🕋💙💙★★★★ *بِسْــ...