30 Maret 2018
HUKUM MENAMBAHKAN NAMA SUAMI DI BELAKANG NAMA ISTRI
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
F I Q I H
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐
*HUKUM MENAMBAHKAN NAMA SUAMI DI BELAKANG NAMA ISTRI*
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
๐ฐ๐บBanyak orang yang memiliki kebiasaan menggabungkan nama suami ke nama isterinya. Jika ada seorang suami bernama Habibie dan isterinya bernama Ainun jadilah nama isterinya Ainun Habibie dan semisalnya. Bagaimanakah hukum masalah ini?
ูุชุงูู ุงููุฌูุฉ ุงูุฏุงุฆู ุฉุงูุณุคุงู ุงูุซุงูุซ ู ู ุงููุชูู ุฑูู 18147
Fatwa Lajnah Daimah, pertanyaan ketiga dari fatwa no 18147
Pertanyaan, “Tersebar di berbagai negeri sebuah fenomena yaitu seorang wanita muslimah yang sudah menikah dinasabkan kepada nama atau gelar suaminya. Misalnya ada wanita bernama Zainab menikah dengan Zaid. Setelah menikah bolehkan kita tulis nama isteri dengan Zainab Zaid? Ataukah kebiasaan ini adalah bagian dari budaya barat yang wajib kita jauhi dan kita waspadai?
Jawaban Lajnah Daimah, *“Tidak boleh menasabkan seseorang kepada selain ayahnya."*
Allah berfirman:, _“Panggilan mereka dengan menasabkan mereka kepada ayah mereka. Itulah yang lebih adil di sisi Allah.”_ (QS al Ahzab:5).
Juga terdapat hadits yang berisi ancaman keras untuk orang yang menasabkan diri kepada selain ayahnya.
Berdasarkan penjelasan di atas maka _*Tidak diperbolehkan menasabkan seorang wanita kepada suaminya sebagaimana kebiasaan orang-orang kafir dan kebisaan sebagian kaum muslimin yang suka ikut-ikutan dengan ciri khas orang kafir”*_
Fatwa ini ditandatangani oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku ketua Lajnah Daimah, Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh selaku wakil ketua, Abdullah bin Ghadayan, Shalih al Fauzan dan Bakr Abu Zaid masing-masing selaku anggota.
Sumber:
Fatawa Lajnah Daimah jilid 20 hal 379
Wallahu 'alam.
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
HUKUM MEMAJANG GAMBAR WALI
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
F I Q I H
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐
*HUKUM MEMAJANG GAMBAR WALI*
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
๐ฐ๐บOrang yahudi dan nasrani memvisualisasi para tokoh sebagai bentuk pernghormatan kepada tokoh mereka. Sampai bayi Nabi Isa bersama ibunda Maryam, mereka buat patungnya.
Beberapa istri Nabi, seperti Maimunah dan Ummu Salamah pernah berhijrah ke Habasyah (Ethyopia) ketika Nabi masih di Mekah.
Ketika mereka di Madinah, Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha bercerita kepada Nabi mengenai gereja yang mereka lihat di Habasyah. Di sana ada gereja Mariyah. Ummu Salamah bercerita, di dalam gereja itu ada banyak gambar-gambar tokoh nasrani.
Lalu Nabi bersabda,
ุฃَُููุฆَِู َْููู ٌ ุฅِุฐَุง ู َุงุชَ ِِูููู ُ ุงْูุนَุจْุฏُ ุงูุตَّุงِูุญُ – ุฃَِู ุงูุฑَّุฌُُู ุงูุตَّุงِูุญُ – ุจََْููุง ุนََูู َูุจْุฑِِู ู َุณْุฌِุฏًุง ، َูุตََّูุฑُูุง ِِููู ุชَِْูู ุงูุตَُّูุฑَ ، ุฃَُููุฆَِู ุดِุฑَุงุฑُ ุงْูุฎَِْูู ุนِْูุฏَ ุงَِّููู
_"Mereka adalah sekelompok masyarakat yang apabila ada orang soleh di antara mereka yang meninggal, maka mereka akan membangun masjid di dekat kuburannya dan menggambar wajah orang soleh itu. Merekalah makhluk paling jelek di hadapan Allah."_ (HR. Bukhari 434, Ahmad 24984 dan lainnya).
Hadis ini memberi pelajaran kepada kita, bahwa cara penghormatan tokoh agama, orang soleh seperti yang dilakukan orang nasrani, dengan memajang gambar dan foto tokohnya, adalah tindakan tercela. Karena ini sebab terbesar orang melakukan kultus.
Dalam islam memuliakan tokohnya bukan dengan cara memajang/menggambar wajahnya. Memvisualisasi wajah, justru termasuk bentuk pelecehan dan penghinaan. Karena gambar adalah pelecehan kepada tokoh.
Ini disepakati kaum muslimin hingga sekarang. Terbukti, tidak ada satupun umat islam yang berani membuat reka gambar wajah Nabi , maupun nabi-nabi lainnya.
Cara menghormati tokoh adalah dengan mendoakan mereka dan melestarikan ajaran mereka. Bukan dengan memajang/ menggambar mereka. Apalagi dengan gambar asal-asalan, tanpa bukti yang jelas.
Wallahu 'alam.
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
20 Maret 2018
DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN. Part 13 selesai
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
H A D I T S
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐
*KEDUDUKAN DAN DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN UMAT ISLAM* Part 13 selesai
Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
Dan yang terpenting bagi kita sekarang ini ialah berusaha mengetahui tentang kelompok-kelompok yang binasa dan golongan yang selamat serta ciri-ciri mereka berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah yang sah dan penjelasan para Shahabat dan para ulama Salaf, agar kita termasuk ke dalam “Golongan yang selamat” dan menjauhkan diri dari kelompok-kelompok sesat yang kian hari kian berkembang.
Golongan yang selamat hanya satu, dan jalan selamat menuju kepada Allah hanya satu, Allah Subahanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepada-mu agar kamu bertaqwa.” [Al-An’am: 153]
Jalan yang selamat adalah jalan yang telah ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Sha-habatnya.
Bila ummat Islam ingin selamat dunia dan akhirat, maka mereka wajib mengikuti jalan yang telah ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Shahabatnya.
Mudah-mudahan Allah membimbing kita ke jalan selamat dan memberikan hidayah taufiq untuk mengikuti jejak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Shahabatnya.
Wallahu 'alam.
Selesai..........
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN. Part 12
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
H A D I T S
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐
*KEDUDUKAN DAN DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN UMAT ISLAM* Part 12
Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
*TARJIH*
Setelah kita melewati pembahasan di atas, maka dapatlah kita simpulkan bahwa yang lebih kuat adalah yang menyebutkan dengan 73 (tujuh puluh tiga) golongan.
Kesimpulan tersebut disebabkan karena hadits-hadits yang menerangkan tentang terpecahnya ummat menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan adalah lebih banyak sanadnya dan lebih kuat dibanding hadits-hadits yang menyebut 70 (tujuh puluh), 71 (tujuh puluh satu), atau 72 (tujuh puluh dua).
*MAKNA HADITS*
Sebagian orang menolak hadits-hadits yang shahih karena mereka lebih mendahulukan akal daripada wahyu, padahal yang benar adalah wahyu yang berupa nash al-Qur’an dan Sunnah yang sah lebih tinggi dan jauh lebih utama dibanding dengan akal manusia. Wahyu adalah ma’shum sedangkan akal manusia tidak ma’shum. Wahyu bersifat tetap dan terpelihara sedangkan akal manusia berubah-ubah.
Dan manusia mempunyai sifat-sifat kekurangan, di antaranya:
● Manusia ini adalah lemah, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:
_"Dan diciptakan dalam keadaan lemah.”_ [An-Nisaa’: 28]
● Dan manusia itu juga jahil (bodoh), zhalim dan sedikit ilmunya, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:
_"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesung-guhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh.”_ [Al-Ahzaab: 72]
● Serta seringkali berkeluh kesah, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:
_"Sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.”_ [Al-Ma’aarij : 19]
● Sedangkan wahyu tidak ada kebathilan di dalamnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:
_“Yang tidak datang kepadanya (al-Qur’an) kebathilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Mahabijaksana lagi Mahaterpuji.”_ [Al-Fushshilat : 42]
Adapun masalah makna hadits yang masih musykil (sulit difahami), maka janganlah dengan alasan tersebut kita terburu-buru untuk menolak hadits-hadits yang sahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena betapa banyaknya hadits-hadits sah yang belum dapat kita fahami makna dan maksudnya.
Permasalahan yang harus diperhatikan adalah bahwa Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui daripada kita. Al-Qur’an dan as-Sunnah yang shahih tidak akan mungkin bertentangan dengan akal manusia selama-lamanya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan bahwa ummatnya akan mengalami perpecahan dan perselisihan dan akan menjadi 73 (tujuh puluh tiga) firqah, semuanya ini telah terbukti.
Wallahu 'alam.
Berlanjut.....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN. Part 11
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
H A D I T S
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐
*KEDUDUKAN DAN DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN UMAT ISLAM* Part 11
Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
*ALASAN MEREKA YANG MELEMAHKAN HADITS INI SERTA BANTAHANNYA*
Ada sebagian orang melemahkan hadits-hadits tersebut karena melihat jumlah yang berbeda-beda dalam penyebutan jumlah bilangan firqah (kelompok) yang binasa tersebut, yakni di satu hadits disebutkan sebanyak 70 (tujuh puluh) firqah, di hadits yang lainnya disebutkan sebanyak 71 (tujuh puluh satu) firqah, di hadits yang lainnya lagi disebutkan sebanyak 72 (tujuh puluh dua) firqah, dan hanya satu firqah yang masuk Surga.
Oleh karena itu kami akan terangkan tahqiqnya, berapa jumlah firqah yang binasa itu?
Pertama, di dalam hadits ‘Auf bin Malik dari jalan Nu’aim bin Hammad yang diriwayatkan oleh al-Bazzar dalam kitab Musnad-nya (I/98) no. 172, dan Hakim (IV/ 430) disebut tujuh puluh (70) firqah lebih, dengan tidak menentukan jumlahnya yang pasti.
Akan tetapi, sanad hadits ini dha’if (lemah), karena di dalam sanadnya ada seorang perawi yang bernama Nu’aim bin Hammad al-Khuzaa’i.
Ibnu Hajar berkata, “Ia banyak salahnya.”
An-Nasa-i berkata, “Ia orang yang lemah.”
(Lihat Mizaanul I’tidal IV/267-270, Taqribut Tahdzib II/250 no. 7192 dan Silsilatul Ahaadits adh-Dha’ifah wal Maudhuu’ah I/148, 402 oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani.)
Kedua, di hadits Sa’ad bin Abi Waqqash dari jalan Musa bin ‘Ubaidah ar-Rabazi yang diriwayatkan oleh al-Ajurri dalam kitab asy-Sya’riah, al-Bazzar dalam kitab Musnad-nya sebagaimana yang telah disebutkan oleh al-Hafizh al-Haitsami dalam kitab Kasyful Atsaar ‘an Zawaa-idil Bazzar no. 284. Dan Ibnu Baththah dalam kitab Ibanatil Kubra nomor 263, 267. Disebutkan dengan bilangan tujuh puluh satu (71) firqah, sebagaimana Bani Israil.
Akan tetapi sanad hadits ini juga dha’if, karena di dalamnya ada seorang perawi yang bernama Musa bin ‘Ubaidah, ia adalah seorang perawi yang dha’if.
(Lihat Taqribut Tahdzib II/226 no. 7015.)
Ketiga, di hadits ‘Amr bin ‘Auf dari jalan Katsir bin ‘Abdillah, dan dari Anas dari jalan Walid bin Muslim yang diriwayatkan oleh Hakim (I/129) dan Imam Ahmad di dalam Musnad-nya, disebutkan bilangan tujuh puluh dua (72) firqah.
Akan tetapi sanad hadits ini pun dha’ifun jiddan (sangat lemah), karena di dalam sanadnya ada dua orang perawi di atas.
(Taqribut Tahdzib II/39 no. 5643, Mizaanul I’tidal IV/347-348 dan Taqribut Tahdzib II/289 no. 7483.)
Keempat, dalam hadits Abu Hurairah, Mu’awiyah, ’Auf bin Malik, ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, Ali bin Abi Thalib dan sebagian dari jalan Anas bin Malik yang diriwayatkan oleh para imam Ahli Hadits disebut sebanyak tujuh puluh tiga (73) firqah, yaitu yang tujuh puluh dua (72) firqah masuk Neraka dan satu (1) firqah masuk Surga.
Dan derajat hadits-hadits ini adalah shahih, sebagaimana telah dijelaskan di atas.
Wallahu 'alam.
Berlanjut.....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN. Part 10
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
H A D I T S
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐
*KEDUDUKAN DAN DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN UMAT ISLAM* Part 10
Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
*KESIMPULAN*
Kedudukan hadits-hadits di atas setelah diadakan penelitian oleh para Ahli Hadits, maka mereka berkesimpulan bahwa hadits-hadits tentang terpecahnya ummat ini menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, 72 (tujuh puluh dua) golongan masuk Neraka dan satu golongan masuk Surga adalah hadits yang shahih, yang memang sah datangnya dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan tidak boleh seorang pun meragukan tentang keshahihan hadits-hadits tersebut, kecuali kalau ia dapat membuktikan berdasarkan ilmu hadits tentang kelemahannya.
Hadits-hadits tentang terpecahnya ummat Islam menjadi tujuh puluh tiga golongan adalah hadits yang shahih sanad dan matannya. Dan yang menyatakan hadits ini shahih adalah pakar-pakar hadits yang memang sudah ahli di bidangnya. Kemudian menurut kenyataan yang ada bahwa ummat Islam ini berpecah belah, berfirqah-firqah (bergolongan-golongan), dan setiap golongan bang-ga dengan golongannya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang ummat Islam berpecah belah seperti kaum musyrikin:
_“Artinya : Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama me-reka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.”_ [Ar-Rum: 31-32]
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan jalan keluar, jalan selamat dunia dan akhirat. Yaitu berpegang kepada Sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para Shahabatnya.
Wallahu 'alam.
Berlanjut.....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN. Part 9
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
H A D I T S
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐
*KEDUDUKAN DAN DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN UMAT ISLAM* Part 9
Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
*HADITS KELIMA:*
Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dalam Kitabul Iman, bab Maa Jaa-a Fiftiraaqi Haadzihil Ummah no. 2641 dari Shahabat ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash dan Imam al-Laalika-i juga meriwayatkan dalam kitabnya Syarah Ushuli I’tiqad Ahlis Sunnah wal Jama’ah (I/111-112 no. 147) dari Shahabat dan dari jalan yang sama, dengan ada tambahan pertanyaan, yaitu: _“Siapakah golongan yang selamat itu?”_ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
ู َุงุฃََูุง ุนََِْููู َู ุฃَุตْุญَุงุจِْู
_“Ialah golongan yang mengikuti jejakku dan jejak para Shahabatku.”_
Lafazh-nya secara lengkap adalah sebagai berikut:
ุนَْู ุนَุจْุฏِ ุงِููู ุจِْู ุนَู ْุฑٍู َูุงَู: َูุงَู ุฑَุณُُْูู ุงِููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ: ََููุฃْุชََِّูู ุนََูู ุฃُู َّุชِْู ู َุง ุฃَุชَู ุนََูู ุจَِْูู ุฅِุณْุฑَุงุฆَِْูู ุญَุฐَْู ุงَّููุนِْู ุจِุงَّููุนِْู ุญَุชَّู ุฅِْู َูุงَู ู ُِْููู ْ ู َْู ุฃَุชَู ุฃُู َُّู ุนَูุงََِููุฉً ََููุงَู ِْูู ุฃُู َّุชِْู ู َْู َูุตَْูุนُ ุฐََِูู َูุฅَِّู ุจَِْูู ุฅِุณْุฑَุงุฆَِْูู ุชََูุฑََّูุชْ ุนََูู ุซِْูุชَِْูู َูุณَุจْุนَِْูู ู َِّูุฉً َูุชَْูุชَุฑُِู ุฃُู َّุชِْู ุนََูู ุซَูุงَุซٍ َูุณَุจْุนَِْูู ู َِّูุฉً ُُُّูููู ْ ِูู ุงَّููุงุฑِ ุฅِูุงَّ ู َِّูุฉً َูุงุญِุฏَุฉً، َูุงُْููุง: َูู َْู َِูู َูุง ุฑَุณَُْูู ุงِููู؟ َูุงَู: ู َุง ุฃََูุง ุนََِْููู َูุฃَุตْุญَุงุจِْู.
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata: _“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sungguh akan terjadi pada ummatku, apa yang telah terjadi pada ummat bani Israil sedikit demi sedikit, sehingga jika ada di antara mereka (Bani Israil) yang menyetubuhi ibunya secara terang-terangan, maka niscaya akan ada pada ummatku yang mengerjakan itu. Dan sesungguhnya bani Israil berpecah menjadi tujuh puluh dua millah, semuanya di Neraka kecuali satu millah saja dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga millah, yang semuanya di Neraka kecuali satu millah.’ (para Shahabat) bertanya, ‘Siapa mereka wahai Rasulullah?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Apa yang aku dan para Shahabatku berada di atasnya.’”_
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2641, dan ia berkata: “Ini merupakan hadits penjelas yang gharib, kami tidak mengetahuinya seperti ini, kecuali dari jalan ini.”)
*Perawi Hadits*
Dalam sanad hadits ini ada seorang perawi yang lemah, yaitu ‘Abdur Rahman bin Ziyad bin An’um al-Ifriqiy. Ia dilemahkan oleh Yahya bin Ma’in, Imam Ahmad, an-Nasa-i dan selain mereka. Ibnu Hajar al-Asqalani berkata: “Ia lemah hafalannya.”
(Tahdzibut Tahdzib VI/157-160, Taqribut Tahdzib I/569 no. 3876.)
*Derajat Hadits*
Imam at-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan, karena banyak syawahid-nya. Bukan beliau menguatkan perawi di atas, karena dalam bab Adzan beliau melemahkan perawi ini.
(Lihat Silsilatul Ahaadits ash-Shahiihah no. 1348 dan kitab Shahih Tirmidzi no. 2129.)
Wallahu 'alam.
Berlanjut.....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN. Part 8
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
H A D I T S
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐
*KEDUDUKAN DAN DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN UMAT ISLAM* Part 8
Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
*HADITS KEEMPAT:*
Hadits tentang terpecahnya ummat menjadi 73 golongan diriwayatkan juga oleh Anas bin Malik dengan mempunyai 8 (delapan) jalan (sanad) di antaranya dari jalan Qatadah diriwayatkan oleh Ibnu Majah no. 3993:
Lafazh-nya adalah sebagai berikut:
ุนَْู ุฃََูุณِ ุจِْู ู َุงٍِูู َูุงَู: َูุงَู ุฑَุณُُْูู ุงِููู ุตََّูู ุงُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ: ุฅَِّู ุจَِْูู ุฅِุณْุฑَุงุฆَِْูู ุงِْูุชَุฑََูุชْ ุนََูู ุฅِุญْุฏَู َูุณَุจْุนَِْูู ِูุฑَْูุฉً َูุฅَِّู ุฃُู َّุชِْู ุณَุชَْูุชَุฑُِู ุนََูู ุซِْูุชَِْูู َูุณَุจْุนَِْูู ِูุฑَْูุฉً َُُّูููุง ِูู ุงَّููุงุฑِ ุฅِูุงَّ َูุงุญِุฏَุฉً؛ ََِููู ุงْูุฌَู َุงุนَุฉُ
Dari Anas bin Malik, ia berkata: _“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, dan sesungguhnya ummatku akan terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang semuanya berada di Neraka, kecuali satu golongan, yakni “al-Jama’ah.”_
Imam al-Bushiriy berkata, “Sanadnya shahih dan para perawinya tsiqah.[ Al-Qur-anul karim serta terjemahannya, DEPAG.]
Hadits ini dishahih-kan oleh Imam al-Albany dalam shahih Ibnu Majah no. 3227.
(Lihat tujuh sanad lainnya yang terdapat dalam Silsilatul Ahaadits ash-Shahiihah I/360-361)
Wallahu 'alam.
Berlanjut.....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN. Part 7
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
H A D I T S
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐
*KEDUDUKAN DAN DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN UMAT ISLAM* Part 7
Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
*HADITS KETIGA:*
Hadits ‘Auf bin Malik Radhiyallahu ‘anhu.
ุนَْู ุนَِْูู ุจِْู ู َุงٍِูู َูุงَู: َูุงَู ุฑَุณُُْูู ุงِููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ: ุงِْูุชَุฑََูุชِ ุงَُْْููููุฏُ ุนََูู ุฅِุญْุฏَู َูุณَุจْุนَِْูู ِูุฑَْูุฉً ََููุงุญِุฏَุฉٌ ِูู ุงْูุฌََّูุฉِ َูุณَุจْุนَُْูู ِูู ุงَّููุงุฑِ َูุงْูุชَุฑََูุชِ ุงَّููุตَุงุฑَู ุนََูู ุซِْูุชَِْูู َูุณَุจْุนَِْูู ِูุฑَْูุฉً َูุฅِุญْุฏَู َูุณَุจْุนَُْูู ِูู ุงَّููุงุฑِ ََููุงุญِุฏَุฉٌ ِูู ุงْูุฌََّูุฉِ َูุงَّูุฐِْู َْููุณُ ู ُุญَู َّุฏٍ ุจَِูุฏِِู َูุชَْูุชَุฑََِّูู ุฃُู َّุชِْู ุนََูู ุซَูุงَุซٍ َูุณَุจْุนَِْูู ِูุฑَْูุฉً َูุงุญِุฏَุฉٌ ِْูู ุงْูุฌََّูุฉِ َูุซِْูุชَุงِู َูุณَุจْุนَُْูู ِْูู ุงَّููุงุฑِ، َِْููู: َูุง ุฑَุณَُْูู ุงِููู ู َْู ُูู ْ؟ َูุงَู: ุงْูุฌَู َุงุนَุฉُ.
Dari ‘Auf bin Malik, ia berkata: _“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Yahudi terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, satu (golongan) masuk Surga dan yang 70 (tujuh puluh) di Neraka. Dan Nasrani terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang 71 (tujuh puluh satu) golongan di Neraka dan yang satu di Surga. Dan demi Yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, ummatku benar-benar akan terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, yang satu di Surga, dan yang 72 (tujuh puluh dua) golongan di Neraka,’ Ditanyakan kepada beliau, ‘Siapakah mereka (satu golongan yang masuk Surga itu) wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Al-Jama’ah.’_
*Perawi Hadits:*
a. ‘Amr bin ‘Utsman bin Sa’ad bin Katsir bin Dinar al-Himshi.
An-Nasa-i dan Ibnu Hibban berkata: “Ia merupakan seorang perawi yang tsiqah.”
b. ‘Abbad bin Yusuf al-Kindi al-Himsi.
Ia dinyatakan tsiqah oleh Ibnu Hibban. Ibnu ‘Adiy berkata: “Ia meriwayatkan dari Shafwan dan lainnya hadits-hadits yang ia menyendiri dalam meriwayatkannya.”
Ibnu Hajar berkata: “Ia maqbul (yakni bisa diterima haditsnya bila ada mutabi’nya).”
(Lihat Mizaanul I’tidal II/380, Tahdzibut Tahdzib V/96-97, Taqribut Tahdzib I/470 no. 3165.)
c. Shafwan bin ‘Amr: “Tsiqah.” (Taqribut Tahdzib I/439 no. 2949.)
d. Raasyid bin Sa’ad: “Tsiqah.” (Tahdzibut Tahdzib III/195, Taqribut Tahdzib I/289 no. 1859.)
*Derajat Hadits*
Derajat hadits ini hasan, karena ada ‘Abbad bin Yusuf, tetapi hadits ini menjadi shahih dengan beberapa syawahidnya.
● Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani mengatakan hadits ini shahih dalam Shahih Ibnu Majah II/364 no. 3226 cetakan Maktabut Tarbiyatul ‘Arabiy li Duwalil Khalij cet. III thn. 1408 H, dan Silisilah al-Ahaadits ash-Shahihah no. 1492.
Wallahu 'alam.
Berlanjut.....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN. Part 6
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
H A D I T S
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐
*KEDUDUKAN DAN DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN UMAT ISLAM* Part 6
Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
*HADITS KETIGA:*
Hadits ‘Auf bin Malik Radhiyallahu ‘anhu.
ุนَْู ุนَِْูู ุจِْู ู َุงٍِูู َูุงَู: َูุงَู ุฑَุณُُْูู ุงِููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ: ุงِْูุชَุฑََูุชِ ุงَُْْููููุฏُ ุนََูู ุฅِุญْุฏَู َูุณَุจْุนَِْูู ِูุฑَْูุฉً ََููุงุญِุฏَุฉٌ ِูู ุงْูุฌََّูุฉِ َูุณَุจْุนَُْูู ِูู ุงَّููุงุฑِ َูุงْูุชَุฑََูุชِ ุงَّููุตَุงุฑَู ุนََูู ุซِْูุชَِْูู َูุณَุจْุนَِْูู ِูุฑَْูุฉً َูุฅِุญْุฏَู َูุณَุจْุนَُْูู ِูู ุงَّููุงุฑِ ََููุงุญِุฏَุฉٌ ِูู ุงْูุฌََّูุฉِ َูุงَّูุฐِْู َْููุณُ ู ُุญَู َّุฏٍ ุจَِูุฏِِู َูุชَْูุชَุฑََِّูู ุฃُู َّุชِْู ุนََูู ุซَูุงَุซٍ َูุณَุจْุนَِْูู ِูุฑَْูุฉً َูุงุญِุฏَุฉٌ ِْูู ุงْูุฌََّูุฉِ َูุซِْูุชَุงِู َูุณَุจْุนَُْูู ِْูู ุงَّููุงุฑِ، َِْููู: َูุง ุฑَุณَُْูู ุงِููู ู َْู ُูู ْ؟ َูุงَู: ุงْูุฌَู َุงุนَุฉُ.
Dari ‘Auf bin Malik, ia berkata: _“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Yahudi terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, satu (golongan) masuk Surga dan yang 70 (tujuh puluh) di Neraka. Dan Nasrani terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang 71 (tujuh puluh satu) golongan di Neraka dan yang satu di Surga. Dan demi Yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, ummatku benar-benar akan terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, yang satu di Surga, dan yang 72 (tujuh puluh dua) golongan di Neraka,’ Ditanyakan kepada beliau, ‘Siapakah mereka (satu golongan yang masuk Surga itu) wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Al-Jama’ah.’_
*Keterangan*
Hadits ini telah diriwayatkan oleh:
1. Ibnu Majah, dalam kitab Sunan-nya Kitabul Fitan bab Iftiraaqil Umam no. 3992.
2. Ibnu Abi ‘Ashim, dalam kitab as-Sunnah I/32 no. 63.
3. Al-Lalikaa-i, dalam kitab Syarah Ushul I’tiqaad Ahlis Sunah wal Jama’ah I/113 no. 149.
Semuanya telah meriwayatkan dari jalan ‘Amr, telah menceritakan kepada kami ‘Abbad bin Yusuf, telah menceritakan kepadaku Shafwan bin ‘Amr dari Rasyid bin Sa’ad dari ‘Auf bin Malik.
Wallahu 'alam.
Berlanjut.....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN. Part 5
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
H A D I T S
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐
*KEDUDUKAN DAN DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN UMAT ISLAM* Part 5
Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
*HADITS KEDUA:*
Hadits Mu’awiyah bin Abi Sufyan :
ุนَْู ุฃَุจِْู ุนَุงู ِุฑٍ ุงَْْูููุฒَِِّูู ุนَุจْุฏِ ุงِููู ุจِْู ُูุญَِّู ุนَْู ู ُุนَุงَِููุฉَ ุจِْู ุฃَุจِْู ุณَُْููุงَู ุฃََُّูู َูุงู َ َِْูููุง ََููุงَู: ุฃَูุงَ ุฅَِّู ุฑَุณَُْูู ุงِููู ุตََّูู ุงُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุงู َ َِْูููุง ََููุงَู: ุฃََูุงَ ุฅَِّู ู َْู َูุจَُْููู ْ ู ِْู ุฃَِْูู ุงِْููุชَุงุจِ ุงِْูุชَุฑَُْููุง ุนََูู ุซِْูุชَِْูู َูุณَุจْุนَِْูู ู َِّูุฉً َูุฅَِّู َูุฐِِู ุงْูู َِّูุฉَ ุณَุชَْูุชَุฑُِู ุนََูู ุซَูุงَุซٍ َูุณَุจْุนَِْูู. ุซِْูุชَุงِู َูุณَุจْุนَُْูู ِูู ุงَّููุงุฑِ ََููุงุญِุฏَุฉٌ ِูู ุงْูุฌََّูุฉِ ََِููู ุงْูุฌَู َุงุนَุฉُ .
Dari Abu ‘Amir al-Hauzaniy ‘Abdillah bin Luhai, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan, bahwasanya ia (Mu’awiyah) pernah berdiri di hadapan kami, lalu ia berkata: _“Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di hadapan kami, kemudian beliau bersabda,_ _“Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan dan sesungguhnya ummat ini akan berpecah belah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, (adapun) yang tujuh puluh dua akan masuk Neraka dan yang satu golongan akan masuk Surga, yaitu “al-Jama’ah.”_
*Perawi Hadits*
a. Shafwan bin ‘Amr bin Haram as-Saksaki, ia telah di-katakan tsiqah oleh Imam al-‘Ijliy, Abu Hatim, an-Nasa-i, Ibnu Sa’ad, Ibnul Mubarak dan lain-lain.
b. Azhar bin ‘Abdillah al-Harazi, ia telah dikatakan tsiqah oleh al-‘Ijliy dan Ibnu Hibban. Al-Hafizh adz-Dzahabi berkata: “Ia adalah seorang Tabi’in dan haditsnya hasan.” Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Ia shaduq (orang yang benar) dan ia dibicarakan tentang Nashb.” (Lihat Mizaanul I’tidal I/173, Taqribut Tahdzib I/75 no. 308, ats-Tsiqat hal. 59 karya Imam al-‘Ijly dan kitab ats-Tsiqat IV/38 karya Ibnu Hibban.)
c. Abu Amir al-Hauzani ialah Abu ‘Amir ‘Abdullah bin Luhai.
• Imam Abu Zur’ah dan ad-Daruquthni berkata: “Ia tidak apa-apa (yakni boleh dipakai).”
• Imam al-‘Ijliy dan Ibnu Hibban berkata: “Dia orang yang tsiqah.”
• Al-Hafizh adz-Dzahabi dan Ibnu Hajar al-‘Asqalani berkata: “Ia adalah seorang perawi yang tsiqah.” (Lihat al-Jarhu wat Ta’dilu V/145, Tahdzibut Tahdzib V/327, Taqribut Tahdzib I/444 dan kitab al-Kasyif II/109.)
*Derajat Hadits*
Derajat hadits di atas adalah hasan, karena ada seorang perawi yang bernama Azhar bin ‘Abdillah, akan tetapi hadits ini naik menjadi shahih dengan syawahidnya.
●Al-Hakim berkata: “Sanad-sanad hadits (yang banyak) ini, harus dijadikan hujjah untuk menshahihkan hadits ini. dan al-Hafizh adz-Dzahabi pun menyetujuinya.” (Lihat al-Mustadrak I/128.)
● Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Hadits ini shahih masyhur.”
(Lihat kitab Silsilatul Ahaadits ash-Shahiihah I/405 karya Imam Muhammad Nashiruddin al-Albany, cet. Maktabah al-Ma’arif.)
Wallahu 'alam.
Berlanjut.....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN. Part 4
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
H A D I T S
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐
*KEDUDUKAN DAN DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN UMAT ISLAM* Part 4
Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
*HADITS KEDUA:*
Hadits Mu’awiyah bin Abi Sufyan :
ุนَْู ุฃَุจِْู ุนَุงู ِุฑٍ ุงَْْูููุฒَِِّูู ุนَุจْุฏِ ุงِููู ุจِْู ُูุญَِّู ุนَْู ู ُุนَุงَِููุฉَ ุจِْู ุฃَุจِْู ุณَُْููุงَู ุฃََُّูู َูุงู َ َِْูููุง ََููุงَู: ุฃَูุงَ ุฅَِّู ุฑَุณَُْูู ุงِููู ุตََّูู ุงُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุงู َ َِْูููุง ََููุงَู: ุฃََูุงَ ุฅَِّู ู َْู َูุจَُْููู ْ ู ِْู ุฃَِْูู ุงِْููุชَุงุจِ ุงِْูุชَุฑَُْููุง ุนََูู ุซِْูุชَِْูู َูุณَุจْุนَِْูู ู َِّูุฉً َูุฅَِّู َูุฐِِู ุงْูู َِّูุฉَ ุณَุชَْูุชَุฑُِู ุนََูู ุซَูุงَุซٍ َูุณَุจْุนَِْูู. ุซِْูุชَุงِู َูุณَุจْุนَُْูู ِูู ุงَّููุงุฑِ ََููุงุญِุฏَุฉٌ ِูู ุงْูุฌََّูุฉِ ََِููู ุงْูุฌَู َุงุนَุฉُ .
Dari Abu ‘Amir al-Hauzaniy ‘Abdillah bin Luhai, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan, bahwasanya ia (Mu’awiyah) pernah berdiri di hadapan kami, lalu ia berkata: _“Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di hadapan kami, kemudian beliau bersabda,_ _“Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan dan sesungguhnya ummat ini akan berpecah belah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, (adapun) yang tujuh puluh dua akan masuk Neraka dan yang satu golongan akan masuk Surga, yaitu “al-Jama’ah.”_
*Keterangan:*
Hadits ini diriwayatkan oleh:
1. Abu Dawud, Kitabus Sunnah Bab Syarhus Sunnah no. 4597, dan lafazh hadits di atas adalah dari lafazh-nya.
2. Ad-Darimi, dalam kitab Sunan-nya (II/241) Bab fii Iftiraqi Hadzihil Ummah.
3. Imam Ahmad, dalam Musnad-nya (IV/102).
4. Al-Hakim, dalam kitab al-Mustadrak (I/128).
5. Al-Ajurri, dalam kitab asy-Syari’ah (I/314-315 no. 29).
6. Ibnu Abi ‘Ashim, dalam Kitabus Sunnah, (I/7) no. 1-2.
7. Ibnu Baththah, dalam kitab al-Ibaanah ‘an Syari’atil Firqah an-Najiyah (I/371) no. 268, tahqiq Ridha Na’san Mu’thi, cet.II Darur Rayah 1415 H.
8. Al-Lalikaa-iy, dalam kitab Syarah Ushul I’tiqad Ahlus Sunah wal Jama’ah (I/113-114) no. 150, tahqiq Dr. Ahmad bin Sa’id bin Hamdan al-Ghaamidi, cet. Daar Thay-yibah th. 1418 H.
9. Al-Ashbahani, dalam kitab al-Hujjah fii Bayanil Mahajjah pasal Fii Dzikril Ahwa’ al-Madzmumah al-Qismul Awwal I/107 no. 16.
Semua Ahli Hadits di atas telah meriwayatkan dari jalan:
Shafwan bin ‘Amr, ia berkata: “Telah menceritakan kepadaku Azhar bin ‘Abdillah al-Hauzani dari Abu ‘Amr ‘Abdullah bin Luhai dari Mu’awiyah.”
Wallahu 'alam.
Berlanjut.....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN. Part 3
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
H A D I T S
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐
*KEDUDUKAN DAN DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN UMAT ISLAM* Part 3
Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
*HADITS PERTAMA:*
Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu
ุนَْู ุฃَุจِْู ُูุฑَْูุฑَุฉَ َูุงَู: َูุงَู ุฑَุณُُْูู ุงِููู ุตََّูู ุงُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ: ุงِْูุชَุฑََู ุงَُْْููููุฏُ ุนََูู ุฅِุญْุฏَู ุฃَْู ุซِْูุชَِْูู َูุณَุจْุนَِْูู ِูุฑَْูุฉً، َูุชََูุฑََّูุชِ ุงَّููุตَุงุฑَู ุนََูู ุฅِุญْุฏَู ุฃَْู ุซِْูุชَِْูู َูุณَุจْุนَِْูู ِูุฑَْูุฉً َูุชَْูุชَุฑُِู ุฃُู َّุชِْู ุนََูู ุซَูุงَุซٍ َูุณَุจْุนَِْูู ِูุฑَْูุฉً.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: _“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Kaum Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) golongan atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan kaum Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga (73) golongan."_
*Perawi Hadits:*
a. Muhammad bin ‘Amr bin ‘Alqamah bin Waqqash al-Allaitsiy.
• Imam Abu Hatim berkata: “Ia baik haditsnya, ditulis haditsnya dan dia adalah seorang Syaikh (guru).”
• Imam an-Nasa-i berkata: “Ia tidak apa-apa (yakni boleh dipakai), dan ia pernah berkata bahwa Muhammad bin ‘Amir adalah seorang perawi yang tsiqah.”
• Imam adz-Dzahabi berkata: “Ia adalah seorang Syaikh yang terkenal dan hasan haditsnya.”
• Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani berkata: “Ia se-orang perawi yang benar, hanya padanya ada beberapa kesalahan.”
(Lihat al-Jarhu wat Ta’dilu VIII/30-31, Mizaanul I’tidal III/ 673 no. 8015, Tahdzibut Tahdzib IX/333-334, Taqribut Tahdzib II/119 no. 6208.)
b. Abu Salamah, yakni ‘Abdurrahman bin ‘Auf: Beliau adalah seorang perawi yang tsiqah, Abu Zur’ah ber-kata: “Ia seorang perawi yang tsiqah.”
(Lihat Tahdzibut Tahdzib XII/115, Taqribut Tahdzib II/409 no. 8177.)
*Derajat Hadits*
Hadits di atas derajatnya hasan, karena terdapat Muhammad bin ‘Amr, akan tetapi hadits ini menjadi shahih karena banyak syawahidnya.
● Imam at-Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan shahih.”
● Imam al-Hakim berkata: “Hadits ini shahih menurut syarat Muslim dan keduanya (yakni al-Bukhari dan Muslim) tidak meriwayatkannya.” Dan al-Hafizh adz-Dzahabi pun menyetujuinya. (Lihat al-Mustadrak Imam al-Hakim: Kitaabul ‘Ilmi I/128.)
● Ibnu Hibban dan Imam asy-Syathibi telah menshahihkan hadits di atas dalam kitab al-I’tisham (II/189).
● Imam Muhammad Nashiruddin al-Albany juga telah menshahihkan hadits di atas dalam kitab Silsilah Ahaadits ash-Shahiihah no. 203 dan kitab Shahih at-Tirmidzi no. 2128.
Wallahu 'alam.
Berlanjut.....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN. Part 2
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
H A D I T S
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐
*KEDUDUKAN DAN DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN UMAT ISLAM* Part 2
Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
*JUMLAH HADITS TENTANG TERPECAHNYA UMMAT ISLAM*
Apabila kita kumpulkan hadits-hadits tentang terpecahnya ummat menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan dan satu golongan yang masuk Surga, lebih kurang ada lima belas hadits yang diriwayatkan oleh lebih dari sepuluh Imam Ahli Hadits dari 14 (empat belas) orang Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yaitu:
1. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
2. Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhu.
3. ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma.
4. ‘Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu.
5. Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu ‘anhu.
6. ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.
7. Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma.
8. Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu.
9. Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu.
10 Watsilah bin Asqa’ radhiyallahu ‘anhu.
11. ‘Amr bin ‘Auf al-Muzani radhiyallahu ‘anhu.
12. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.
13. Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu.
14. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.
Sebagian dari hadits-hadits tersebut adalah sebagai berikut:
*HADITS PERTAMA:*
Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu
ุนَْู ุฃَุจِْู ُูุฑَْูุฑَุฉَ َูุงَู: َูุงَู ุฑَุณُُْูู ุงِููู ุตََّูู ุงُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ: ุงِْูุชَุฑََู ุงَُْْููููุฏُ ุนََูู ุฅِุญْุฏَู ุฃَْู ุซِْูุชَِْูู َูุณَุจْุนَِْูู ِูุฑَْูุฉً، َูุชََูุฑََّูุชِ ุงَّููุตَุงุฑَู ุนََูู ุฅِุญْุฏَู ุฃَْู ุซِْูุชَِْูู َูุณَุจْุนَِْูู ِูุฑَْูุฉً َูุชَْูุชَุฑُِู ุฃُู َّุชِْู ุนََูู ุซَูุงَุซٍ َูุณَุจْุนَِْูู ِูุฑَْูุฉً.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: _“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Kaum Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) golongan atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan kaum Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga (73) golongan."_
*Keterangan:*
Hadits ini diriwayatkan oleh:
1. Abu Dawud, Kitab as-Sunnah, I-Bab Syarhus Sunnah no. 4596, dan lafazh hadits di atas adalah lafazh Abu Dawud.
2. At-Tirmidzi, Kitabul Iman, 18-Bab Maa Jaa-a fiftiraaqi Haadzihil Ummah, no. 2778 dan ia berkata: “Hadits ini hasan shahih.” (Lihat kitab Tuhfatul Ahwadzi VII/397-398.)
3. Ibnu Majah, 36-Kitabul Fitan, 17-Bab Iftiraaqil Umam, no. 3991.
4. Imam Ahmad, dalam kitab Musnad II/332, tanpa me-nyebutkan kata “Nashara.”
5. Al-Hakim, dalam kitabnya al-Mustadrak, Kitabul Iman I/6, dan ia berkata: “Hadits ini banyak sanadnya, dan berbicara tentang masalah pokok agama.”
6. Ibnu Hibban, sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Mawaariduzh Zhamaan, 31-Kitabul Fitan, 4-Bab Iftiraqil Ummah, hal. 454, no. 1834.
7. Abu Ya’la al-Maushiliy, dalam kitabnya al-Musnad: Musnad Abu Hurairah, no. 5884 (cet. Daarul Kutub Ilmiyyah, Beirut).
8. Ibnu Abi ‘Ashim, dalam kitabnya as-Sunnah, 19-Bab Fii ma Akhbara bihin Nabiyyu -Shallallaahu ‘alaihi wa sallam- anna Ummatahu Sataftariqu, I/33, no. 66.
9. Ibnu Baththah, dalam kitab Ibanatul Kubra: Bab Dzikri Iftiraaqil Umam fii Diiniha, wa ‘ala kam Taftariqul Ummah? I/374-375 no. 273 tahqiq Ridha Na’san Mu’thi.
10. Al-Ajurri, dalam kitab asy-Syari’ah: Bab Dzikri Iftiraqil Umam fii Diinihi, I/306 no. 22, tahqiq Dr. ‘Abdullah bin ‘Umar bin Sulaiman ad-Damiiji.
Wallahu 'alam.
Berlanjut.....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN . Part 1
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
H A D I T S
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐
*KEDUDUKAN DAN DERAJAT HADITS 73 GOLONGAN UMAT ISLAM* Part 1
Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
๐ฐ๐บAkhir-akhir ini kita sering dengar ada beberapa khatib dan penulis yang membawakan hadits tentang tujuh puluh dua golongan ummat Islam masuk Neraka dan hanya satu golongan ummat Islam yang masuk Surga adalah hadits yang lemah, dan mereka berkata bahwa yang benar adalah hadits yang berbunyi bahwa tujuh puluh golongan masuk Surga dan satu golongan yang masuk Neraka, yaitu kaum zindiq. Mereka melemahkan atau mendha’ifkan ‘hadits perpecahan ummat Islam menjadi tujuh puluh golongan, semua masuk Neraka dan hanya satu yang masuk Surga’ disebabkan tiga hal:
1. Karena pada sanad-sanad hadits tersebut terdapat kelemahan.
2. Karena jumlah bilangan golongan yang celaka itu berbeda-beda, misalnya; satu hadits menyebutkan tujuh puluh dua golongan yang masuk Neraka, dalam hadits yang lainnya disebutkan tujuh puluh satu golongan dan dalam hadits yang lainnya lagi disebutkan tujuh puluh golongan saja, tanpa menentukan batas.
3. Karena makna/isi hadits tersebut tidak cocok dengan akal, mereka mengatakan bahwa semestinya mayoritas ummat Islam ini menempati Surga atau minimal menjadi separuh penghuni Surga.
Dalam tulisan ini, insya Allah, saya akan menjelaskan kedudukan sebenarnya dari hadits tersebut, serta penjelasannya dari para ulama Ahli Hadits, sehingga dengan demikian akan hilang ke-musykil-an yang ada, baik dari segi sanadnya maupun maknanya.
Wallahu 'alam.
Berlanjut.....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
19 Maret 2018
HUKUM MERAYAKAN DAN MENGUCAPKAN MILD .Part 5 selesai
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
F I Q I H
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐
*HUKUM MERAYAKAN DAN MENGUCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN* Part 5 Selesai
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
Mengenai hukum ulang tahun. Terdapat beberapa pendapat tentang hukum merayakan dan ucapan selamat ulang tahun.
*Pendapat Pribadi*
๐๐๐๐๐๐๐๐
Nah, Mengenai masalah hukum memperingati atau mengucapakan selamat ulang tahun. Ana sendiri mengambil sikap PRIBADI bahwa tidak seharusnya kita mengajarkan perayaan ulang tahun kepada keluarga dan anak- anak kita dan tidak menghadirinya jika ada teman ataupun sahabat yg merayakannya
Terlebih dengan perayaan- perayaan yang pada hakikatnya diadopsi dari gaya orang- orang barat. Seperti meniup lilin, memakai topi kerucut, mengucapkan permohonan, memainkan alat musik yang diharamkan dan sebagainya.
Sebagai ganti dan rasa syukur atas nikmatnya ki berdoa sajalah...Berikut kami rilis doa doa utk memanjangkan umur๐๐
● Pertama:
ุงَُّูููู َّ ุงَِّูุงَูุณْูุฃََُูู ุทَُْูู ุงْูุนُู ُุฑِ ุจِูุงูุทَّุงุนَุฉَِูุงุฎْุชِู ْ ََููุงุจِูุงْูุฃَุนْู َุงِู ุงูุตَِّูุญَุฉِ.
_*Alloohumma Innaa nas-aluka thuulal ‘umuri bith thaa ‘ati wakhtimlanaa bil a’maalish Shaalihati.*_
_Ya Allah kami memohon kepada Mu umur panjang dengan selalu digunakan untuk taat dan akhirilah umur kami dengan melakukan perbuatan yang baik.
● Kedua :
ุงََُّูููู َّ ุทَِّْูู ุนُู ُูุฑََูุง َูุตَุญِّุญْ ุฃَุฌْุณَุงุฏََูุง ََِّูููุฑْ ُُْูููุจََูุง َูุซَุจِّุชْ ุฅِْูู َุงََููุง َูุฃَุญْุณِْู ุฃَุนْู َุงََููุง ََููุณِّุนْ ุฃَุฑْุฒَََููุง َูุฅَِูู ุงูุฎَْูุฑِ َูุฑِّุจَْูุง َูุนَِู ุงูุดَّุฑِّ ุงَุจْุนِุฏَْูุง َูุงْูุถِ ุญََูุงุฆِุฌََูุง ِูู ุงูุฏِِّْูู َูุงูุฏَُّْููุง َูุงูุۤงุฎِุฑَุฉِ ุฅََِّูู ุนََูู ُِّูู ุดَْูุกٍ َูุฏِْูุฑٌ
_*Allohumma thowwil umuurona, wa shohhih ajsadana, wa nawwir quluubana, wa sabbit imanana wa ahsin a’maalana, wa wassi’ arzaqona, wa ilal khoiri qorribna wa ‘ani syarri ab’idna, waqdi hawa-ijana fiddini waddunya wal akhirah,*_
_*Innaka ‘ala kulli syai-in qodir.*_
_"Ya Allah, Panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu._
● Ketiga :
ุงَُูููู َّ ุงَِّูุง َูุณْุฃََُูู ุณَูุงَู َุฉً ِูู ุงูุฏِِّْูู َูุนَุงَِููุฉً ِูู ุงْูุฌَุณَุฏِ َูุฒَِูุงุฏَุฉً ِูู ุงْูุนِْูู ِ َูุจَุฑََูุฉً ِูู ุงูุฑِّุฒِْู َูุชَْูุจَุฉً َูุจَْู ุงْูู َْูุชِ
َูุฑَุญْู َุฉً ุนِْูุฏَ ุงْูู َْูุชِ َูู َุบِْูุฑَุฉً ุจَุนْุฏَ ุงْูู َْูุชِ
_*Allohumma Innaa nas-aluka salaamatan fid diini, wa ‘aafiyatan fil jasadi, wa ziyaadatan fil ‘ilmi, wa barokatan fir rizqi, Wa taubatan qoblal mauti, warohmata ‘indal mauti, Wamaghfirotan ba’dal mauti.*_
_"Ya Allah kami memohon kepadaMu keselamatan dalam agama, dan kesejahteraan/kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rizqi, serta taubat sebelum mati dan rahmat di waktu mati, dan keampunan sesudah mati."_
Wallahu 'alam.
Selesai...
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
HUKUM MERAYAKAN DAN MRNGUCAPKAN MILAD. Part 4
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
F I Q I H
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐
*HUKUM MERAYAKAN DAN MENGUCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN* Part 4
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
Mengenai hukum ulang tahun. Terdapat beberapa pendapat tentang hukum merayakan dan ucapan selamat ulang tahun.
*Pendapat kedua adalah Tidak Melarang*
● Pendapat ini disampaikan cendekiawan Muslim kelahiran Buraidah, Qasim Arab Saudi, Syekh Salman bin Fahd bin Abdullah al-Audah. Tokoh yang berulangkali dicekal Kerajaan Arab Saudi karena alasan politik, memandang perayaan ultah sah-sah saja digelar.
● Lembaga Fatwa (Dar al-Ifta’) Mesir mengeluarkan keputusan yang membolehkan perayaan ultah.
Menurut lembaga yang kini dipimpin Mufti terpilih yaitu Syekh Syauqi Ibrahim Abd el-Karim Allam itu, peringatan ultah merupakan bentuk rasa syukur manusia atas nikmat kelahiran. Allah Ta'ala memberikan nikmat tersebut agar dipergunakan semaksimal mungkin.
Dasarnya๐๐ฝ
※ Ucapan rasa syukur atas nikmat kelahiran itu pernah diisyaratkan melalui lisan Nabi Isa AS. _“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”_(QS. Maryam [19: 33).
※ Rasulullah saat berpuasa pada Senin. Tujuan puasa Rasulullah di hari tersebut, merupakan wujud terima kasih kepada-Nya yang lahir pada hari itu. Ini seperti tertuang di hadis Muslim dari Abu Qatadah al-Anshari.
- Lembaga ini menggarisbawahi beberapa hal penting yang perlu diperhatikan yaitu hendaknya tidak menganggap ini sebagai perayaan keagamaan, jauhi perkara haram dan maksiat, dan segala hal yang dilarang oleh agama selama perayaan ultah itu dielar.
- Pembolehan ini tentunya dilandasi dengan syarat kita memperingati dengan cara- cara yang tidak mengandung kemunkaran dan berlebihan serta mampu memaknai arti ulang tahun tersebut dengan benar.
Wallahu 'alam.
Berlanjut....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
HUKUM MEEAYAKAN DAN MENGUCAPKAN MILAD. Part 3
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
F I Q I H
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐
*HUKUM MERAYAKAN DAN MENGUCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN* Part 3
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
Mengenai hukum ulang tahun. Terdapat beberapa pendapat tentang hukum merayakan dan ucapan selamat ulang tahun.
*Pendapat pertama, Yakni, MELARANG*.
● Rasulullah bersabda.
َูุชَุชَّุจِุนََّู ุณََُูู ู َْู َูุงَู َูุจَُْููู ุดِุจْุฑًุง ุดِุจْุฑًุงَูุฐِุฑَุงุนًุง ุจِุฐِุฑَุงุนٍ ุญَุชَّู َْููุฏَุฎَُْููุง ุฌُุญْุฑَุถُุจٍّ ุชَุจَุนْุชُู ُُْููู ، َُูููุง َูุง ุฑَุณَُْูู ุงَِّููู ุงَُْْููููุฏُ َูุงَّููุตَุงุฑَู َูุงَู َูู َْู
_*“Kalian pasti akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan, seandainya mereka masuk ke dalam sarang biawak pun kalian mengikuti mereka.” Kami bertanya, “Ya Rasulullah, itu kaum Yahudi dan Nashrani?” Beliau berkata, “Siapa lagi.”*_ [. HR. AI-Bukhari dalam Al-I’tisham bil Kitab was Sunnah (7320). Muslim dalam Al-Ilm (2669).].
Masih banyak lagi hadits-hadits lainnya yang semakna semuanya menunjukkan kewajiban untuk waspada agar tidak menyerupai musuh-musuh Allah dalam perayaan-perayaan mereka dan lainnya. Makhluk paling mulia dan paling utama, Rasulullah tidak pernah merayakan hari kelahirannya semasa hidupnya, tidak pula para sahabat beliau pun, dan tidak juga para tabi’in yang mengikuti jejak langkah mereka dengan kebaikan pada tiga generasi pertama yang diutamakan. Seandainya perayaan hari kelahiran Nabi, atau lainnya, merupakan perbuatan baik, tentulah para sahabat dan tabi’in sudah lebih dulu melaksanakannya daripada kita, dan sudah barang tentu Nabi mengajarkan kepada umatnya dan menganjurkan mereka merayakannya atau beliau sendiri melaksanakannya. Namun ternyata tidak demikian, maka kita pun tahu, bahwa perayaan hari kelahiran termasuk bid’ah, termasuk hal baru yang diada-adakan dalam agama yang harus ditinggalkan dan diwaspadai, sebagai pelaksanaan perintah Allah Ta’ala dan perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sebagian ahli ilmu menyebutkan, bahwa yang pertama kali mengadakan perayaan hari kelahiran ini adalah golongan Syi’ah Fathimiyah pada abad keempat, kemudian diikuti oleh sebagian orang yang berafiliasi kepada As-Sunnah karena tidak tahu dan karena meniru mereka, atau meniru kaum Yahudi dan Nashrani, kemudian bid’ah ini menyebar ke masyarakat lainnya. Seharusnya para ulama kaum muslimin menjelaskan hukum Allah dalam bid’ah-bid’ah ini, mengingkarinya dan memperingatkan bahayanya, karena keberadaannya melahirkan kerusakan besar, tersebarnya bid’ah-bid’ah dan tertutupnya sunnah-sunnah. Di samping itu, terkandung tasyabbuh (penyerupaan) dengan musuh-musuh Allah dari golongan Yahudi, Nashrani dan golongan-golongan kafir lainnya yang terbiasa menyelenggarakan perayaan-perayaan semacam itu. Para ahli dahulu dan kini telah menulis dan menjelaskan hukum Allah mengenai bid’ah-bid’ah ini. Semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan dan menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan.
Wallahu 'alam.
Berlanjut....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
HUKUM MERAYAKAN DAN MENGUCAPKAN MILAD. Part 2
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
F I Q I H
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐
*HUKUM MERAYAKAN DAN MENGUCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN* Part 2
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
Mengenai hukum ulang tahun. Terdapat beberapa pendapat tentang hukum merayakan dan ucapan selamat ulang tahun.
*Pendapat pertama, Yakni, MELARANG*.
Allah telah mensyari’atkan dua hari raya bagi kaum muslimin, yang pada kedua hari tersebut mereka berkumpul untuk berdzikir dan shalat, yaitu hari raya ledul Fitri dan ledul Adha sebagai pengganti hari raya-hari raya jahiliyah.
Di samping itu Allah pun mensyari’atkan hari raya-hari raya lainnya yang mengandung berbagai dzikir dan ibadah, seperti hari Jum’at, hari Arafah dan hari-hari tasyriq. Namun Allah tidak mensyari’atkan perayaan hari kelahiran, tidak untuk kelahiran Nabi dan tidak pula untuk yang lainnya. Bahkan dalil-dalil syar’i dari Al-Kitab dan As-Sunnah menunjukkan bahwa perayaan-perayaan hari kelahiran merupakan bid’ah dalam agama dan termasuk tasyabbuh (menyerupai) musuh-musuh Allah dari kalangan Yahudi, Nashrani dan lainnya. Maka yang wajib atas para pemeluk Islam untuk meninggalkannya, mewaspadainya, mengingkarinya terhadap yang melakukannya dan tidak menyebarkan atau menyiarkan apa-apa yang dapat mendorong pelaksanaannya atau mengesankan pembolehannya baik di radio, media cetak maupun televisi.
● Nabi bersabda :
ู َْู ุฃَุญْุฏَุซَ ِْูู ุฃَู ْุฑَِูุง َูุฐَุง ู َุงَْููุณَ ِِْููู ََُููู ุฑَุฏٌّ
_*“Barangsiapa membuat sesuatu yang baru dalam urusan kami (dalam Islam) yang tidak terdapat (tuntunan) padanya, maka ia tertolak.”*_ [ Muttafaq ‘Alaih: Al-Bukhari dalam Ash-Shulh (2697). Muslim dalam Al-Aqdhiyah (1718).].
● Rasulullah bersabda :
ู َْู ุนَู َِู ุนَู َูุงً َْููุณَ ุนََِْููู ุฃَู ْุฑَُูุง ََُููู ุฑَุฏٌّ
_*“Barangsiapa yang melakukan suatu amal yang tidak kami perintahkan maka ia tertolak.”*_[. Al-Bukhari menganggapnya mu’allaq dalam Al-Buyu’ dan Al-I’tisham. Imam Muslim menyambungnya dalam Al-Aqdhiyah (18-1718).].
● Shahih Muslim dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi bahwa dalam salah satu khutbah Jum’at beliau mengatakan.
ุฃَู َّุง ุจَุนْุฏُ َูุฅَِّู ุฎَْูุฑُ ุงْูุญَุฏِْูุซِ ِูุชَุงุจُ ุงَّููู َูุฎَْูุฑُ ุงُْููุฏَู ُูุฏَู ู ُุญَู َّุฏٍ ุตََّูู ุงَّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุดَุฑُّ ุงْูุฃُู ُْูุฑِ ู ُุญุฏَุซَุงุชَُูุง َُُّููู ุจِุฏْุนَุฉٍ ุถَูุงََูุฉٌ
_*“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seburuk-buruk perkara adalah hal-hal baru yang diada-adakan dan setiap hal baru adalah sesat.”*_[HR. Muslim dalam Al-Jumu’ah (867).].
Wallahu 'alam.
Berlanjut....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
HUKUM MERAYAKAN DAM MENGUCAPKAN MILAD. Part 1
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
F I Q I H
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐
*HUKUM MERAYAKAN DAN MENGUCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN* Part 1
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
_"Barakallah fii umrik"_ adalah semoga mendapat berkah dari Allah dalam usiamu, Ucapan Barakallah fii umrik biasanya digunakan ketika mendapati seseorang sedang milad, atau arti dalam pergaulan kita disebut ulang tahun. Orang- orang muslim sekarang sering mengucapkan kalimat ini daripada mengucapkan selamat ulang tahun ataupun _"happy birthday."_
Adapun untuk jawaban Barakallah fii umrik sendiri adalah salah satunya dengan mengucapkan _"Wa fiika barakallah"_ yang artinya Semoga Allah juga memberkahimu. kalimat tersebut juga lazim digunakan di waktu- waktu lain selain ultah.
Kata-kata lain seperti Syafakillah, akhi, ukhti akhir-akhir ini sering kita dengan dalam percakapan sebagian orang terutama orang-orang dalam pergaulan Islam. kata-kata tersebut ada yang merupakan do’a terhadap seseorang ataupun UNGKAPAN bahasa Arab yang biasa digunakan digunakan di kehidupan sehari-hari.
Mengenai hukum ulang tahun. Terdapat beberapa pendapat tentang hukum merayakan dan ucapan selamat ulang tahun.
*Pendapat pertama, Yakni, MELARANG*.
Larangan ini didasarkan pada semua hal yang berkaitan dengan Ibadah telah diterangkan dan dicontohkan Allah melalui Rasulullah. Tidak ada contoh yang diajarkan oleh Nabi, sahabat dan para tabi’in tabi’ut setelahnya tentang merayakan ulang tahun.
Selain itu perayaan ulang tahun dengan cara meniup lilin, berdo’a setelah tiupan lilin dan sebagainya. Berawal dari kebiasaan non-muslim di jaman dahulu. Sedangkan dalam sebuah hadits dinyatakan.
ู ู ุชุดุจู ุจููู ููู ู ููู
_“Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut"_ [HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban]
Karena pendapat pertama ini tidak memperbolehkan merayakan ulang tahun. Maka produk turunan dari perayaan ulang tahun seperti memberi kado, mengucapkan Selamat ulang tahun baik itu dalam bahasa Inggris ataupun bahasa Arab milad dan sebagainya. Pun tidak dianjurkan. Meskipun itu dalam bahasa Arab, karena makna dari perkataan tersebut sama. hanya beda bahasa saja.
Wallahu 'alam.
Berlanjut....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
16 Maret 2018
KEUTAMAAN SHALAWAT. Part 17 selesai
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
SHALAWAT
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐┛
*KEUTAMAAN SHALAWAT* Part 17 selesai
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
*Membaca shalawat tidak boleh sambil diiringi rebana (alat musik), karena hal ini termasuk bid’ah.*
Perbuatan ini mirip dengan kebiasaan yang sering dilakukan oleh orang-orang Shufi. Mereka membaca qasidah-qasidah atau sya’ir-sya’ir yang dinyanyikan dan diringi dengan pukulan stik, rebana, atau semacamnya. Mereka menyebutnya dengan istilah sama’ atau taghbiir.
*Berikut ini di antara perkataan ulama Ahlus Sunnah yang mengingkari hal tersebut.*
● *Imam Al Hafizh Ibnu Ash Shalaah, imam terkenal penulis kitab Muqaddimah ‘Ulumil Hadits (wafat th. 643 H);* beliau ditanya tentang orang-orang yang menghalalkan nyanyian dengan rebana dan seruling, dengan tarian dan tepuk-tangan. Dan mereka menganggapnya sebagai perkara halal dan qurbah (perkara yang mendekatkan diri kepada Allah), bahkan (katanya sebagai) ibadah yang paling utama.
Maka beliau menjawab:
_"Mereka telah berdusta atas nama Allah Ta’ala. Dengan pendapat tersebut, mereka telah mengiringi orang-orang kebatinan yang menyimpang. Mereka juga menyelisihi ijma’. Barangsiapa yang menyelisihi ijma’, (ia) terkena ancaman firman Allah:_
َูู َู ُูุดَุงِِูู ุงูุฑَّุณَُูู ู ِู ุจَุนْุฏِ ู َุงุชَุจَََّูู َُูู ุงُْููุฏَู ََููุชَّุจِุนْ ุบَْูุฑَ ุณَุจِِูู ุงْูู ُุคْู َِِููู َُِِّูููู ู َุงุชَََّููู َُููุตِِْูู ุฌَََّููู َ َูุณَุขุกَุชْ ู َุตِูุฑًุง
_"Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya. dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia kedalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali"_. [An Nisa:115] [ Fatawa Ibnu Ash Shalah, 300-301. Dinukil dari kitab Tahrim Alat Ath-Tharb, hlm. 169].
● *Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,*
_”Dan telah diketahui secara pasti dari agama Islam, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mensyari’atkan kepada orang-orang shalih dan para ahli ibadah dari umat beliau, agar mereka berkumpul dan mendengarkan bait-bait yang dilagukan dengan tepuk tapak-tangan, atau pukulan dengan kayu (stik), atau rebana. Sebagaimana beliau tidak membolehkan bagi seorangpun untuk tidak mengikuti beliau, atau tidak mengikuti apa yang ada pada Al Kitab dan Al Hikmah (As Sunnah). Beliau tidak membolehkan, baik dalam perkara batin, perkara lahir, untuk orang awam, atau untuk orang tertentu.”_ [Majmu’ Fatawa, 11/565. Dinukil dari kitab Tahrim Alat Ath-Tharb, hlm. 165].
Wallahu 'alam.
Selesai....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
KEUTAMAAN SHALAWAT. Part 16
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
SHALAWAT
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐┛
*KEUTAMAAN SHALAWAT* Part 16
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
*Membaca shalawat tidak boleh sambil diiringi rebana (alat musik), karena hal ini termasuk bid’ah.*
Perbuatan ini mirip dengan kebiasaan yang sering dilakukan oleh orang-orang Shufi. Mereka membaca qasidah-qasidah atau sya’ir-sya’ir yang dinyanyikan dan diringi dengan pukulan stik, rebana, atau semacamnya. Mereka menyebutnya dengan istilah sama’ atau taghbiir.
*Berikut ini di antara perkataan ulama Ahlus Sunnah yang mengingkari hal tersebut.*
● *Imam Asy Syafi’i berkata,*
_”Di Iraq, aku meninggalkan sesuatu yang dinamakan taghbiir. [ . Sejenis sya’ir berisi anjuran untuk zuhud di dunia yang dinyanyikan oleh orang-orang Shufi, dan sebagian hadirin memukul-mukulkan kayu pada bantal atau kulit sesuai dengan irama lagunya] (Yaitu) perkara baru yang diada-adakan oleh Zanadiqah (orang-orang zindiq ; menyimpang), mereka menghalangi manusia dari Al Qur’an.”_ [ Riwayat Ibnul Jauzi, dalam Talbis Iblis; Al Khallal dalam Amar Ma’ruf, hlm. 36; dan Abu Nu’aim dalam Al Hilyah, 9/146. Dinukil dari kitab Tahrim Alat Ath-Tharb, hlm. 163.].
● *Imam Ahmad ditanya tentang taghbiir,*
Beliau menjawab,”Bid’ah.” [Riwayat Al Khallal. Dinukil dari kitab Tahrim Alat Ath-Tharb, hlm. 163].
● *Imam Ath Thurthusi, tokoh ulama Malikiyah dari kota Qurthubah (wafat 520 H)*
; beliau ditanya tentang sekelompok orang (yaitu orang-orang Shufi) di suatu tempat yang membaca Al Qur’an, lalu seseorang di antara mereka menyanyikan sya’ir, kemudian mereka menari dan bergoyang. Mereka memukul rebana dan memainkan seruling. Apakah menghadiri mereka itu halal atau tidak? (Ditanya seperti itu) beliau menjawab,
_”Jalan orang-orang Shufi adalah batil dan sesat. Islam itu hanyalah kitab Allah dan Sunnah RasulNya. Adapun menari dan pura-pura menampakkan cinta (kepada Allah), maka yang pertama kali mengada-adakan adalah kawan-kawan Samiri (pada zaman Nabi Musa)"_.
Yaitu ketika Samiri membuatkan patung anak sapi yang bisa bersuara untuk mereka, lalu mereka datang menari di sekitarnya dan berpura-pura menampakkan cinta (kepada Allah).
Tarian itu adalah agama orang-orang kafir dan para penyembah anak sapi.
Adapun majelis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya penuh ketenangan, seolah-olah di atas kepala mereka dihinggapi burung. Maka seharusnya penguasa dan wakil-wakilnya melarang mereka menghadiri masjid-masjid dan lainnya (untuk menyanyi dan menari).
Dan bagi seorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidaklah halal menghadiri mereka. Tidak halal membantu mereka melakukan kebatilan. Demikian ini jalan yang ditempuh (Imam) Malik, Asy Syafi’i, Abu Hanifah, Ahmad dan lainnya dari kalangan imam-imam kaum muslimin.” [Dinukil dari kitab Tahrim Alat Ath-Tharb, hlm. 168-169]
Wallahu 'alam.
Berlanjut....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
KEUTAMAAN SHALAWAT. Part 15
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
SHALAWAT
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐┛
*KEUTAMAAN SHALAWAT* Part 15
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
*Cara mengamalkan shalawat yang benar berdasarkan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai berikut:*
*c. Tidak menentukan jumlah, waktu, tempat, atau cara, yang tidak ditentukan oleh syari’at.*
Seperti menentukan waktu sebelum beradzan, saat khathib Jum’at duduk antara dua khutbah, dan lain-lain.
*d. Dilakukan sendiri-sendiri, tidak secara berjama’ah.*
Karena membaca shalawat termasuk dzikir dan termasuk ibadah, sehingga harus mengikuti Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan sepanjang pengetahuan kami, tidak ada dalil yang membenarkan bershalawat dengan berjama’ah. Karena, jika dilakukan berjama’ah, tentu dibaca dengan keras, dan ini bertentangan dengan adab dzikir yang diperintahkan Allah, yaitu dengan pelan.
*e. Dengan suara sirr (pelan), tidak keras.*
Karena membaca shalawat termasuk dzikir.
Sedangkan di antara adab berdzikir, yaitu dengan suara pelan, kecuali ada dalil yang menunjukkan (harus) diucapkan dengan keras. Allah berfirman,
َูุงุฐُْูุฑ ุฑَّุจََّู ِูู َْููุณَِู ุชَุถَุฑُّุนًุง َูุฎَِْููุฉً َูุฏَُูู ุงْูุฌَْูุฑِ ู َِู ุงَِْْูููู ุจِุงْูุบُุฏُِّู َูุงْูุฃَุตَุงِู َููุงَุชَُูู ู َِّู ุงْูุบَุงَِِูููู
_"Dan dzikirlah (ingatlah, sebutlah nama) Rabb-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai."_ [Al A’raf : 205].
Ibnu Katsir rahimahullah berkata,”Oleh karena itulah Allah berfirman:
َูุฏَُูู ุงْูุฌَْูุฑِ ู َِู ุงَِْْูููู (dan dengan tidak mengeraskan suara), demikianlah, dzikir itu disukai tidak dengan seruan yang keras berlebihan.” [Tafsir Ibnu Katsir].
● *Al Qurthubi rahimahullah berkata,”Ini menunjukkan, bahwa meninggikan suara dalam berdzikir (adalah) terlarang.”* [Tafsir Al Qurthubi, 7/355].
● Muhammad Ahmad Lauh berkata,”Di antara sifat-sifat dzikir dan shalawat yang disyari’atkan, yaitu tidak dengan keras, tidak mengganggu orang lain, atau mengesankan bahwa (Dzat) yang dituju oleh orang yang berdzikir dengan dzikirnya (berada di tempat) jauh, sehingga untuk sampainya membutuhkan dengan mengeraskan suara.” [Taqdisul Asy-khas Fi Fikrish Shufi, 1/276, karya Muhammad Ahmad Lauh].
● Abu Musa Al Asy’ari berkata.
َูู َّุง ุบَุฒَุง ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฎَْูุจَุฑَ ุฃَْู َูุงَู َูู َّุง ุชََูุฌََّู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฃَุดْุฑََู ุงَّููุงุณُ ุนََูู َูุงุฏٍ َูุฑََูุนُูุง ุฃَุตَْูุงุชَُูู ْ ุจِุงูุชَّْูุจِูุฑِ ุงَُّููู ุฃَْูุจَุฑُ ุงَُّููู ุฃَْูุจَุฑُ َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุงَُّููู ََููุงَู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุงุฑْุจَุนُูุง ุนََูู ุฃَُْููุณُِูู ْ ุฅَُِّููู ْ َูุง ุชَุฏْุนَُูู ุฃَุตَู َّ ََููุง ุบَุงุฆِุจًุง ุฅَُِّููู ْ ุชَุฏْุนَُูู ุณَู ِูุนًุง َูุฑِูุจًุง ََُููู ู َุนَُูู ْ َูุฃََูุง ุฎََْูู ุฏَุงุจَّุฉِ ุฑَุณُِูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุณَู ِุนَِูู َูุฃََูุง ุฃَُُููู َูุง ุญََْูู ََููุง َُّููุฉَ ุฅَِّูุง ุจِุงَِّููู ََููุงَู ِูู َูุง ุนَุจْุฏَุงَِّููู ุจَْู َْููุณٍ ُْููุชُ َูุจََّْูู َูุง ุฑَุณَُูู ุงَِّููู َูุงَู ุฃََูุง ุฃَุฏَُُّูู ุนََูู َِููู َุฉٍ ู ِْู َْููุฒٍ ู ِْู ُُูููุฒِ ุงْูุฌََّูุฉِ ُْููุชُ ุจََูู َูุง ุฑَุณَُูู ุงَِّููู َูุฏَุงَู ุฃَุจِู َูุฃُู ِّู َูุงَู َูุง ุญََْูู ََููุง َُّููุฉَ ุฅَِّูุง ุจِุงَِّููู
Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerangi atau menuju Khaibar, orang-orang menaiki lembah, lalu mereka meninggikan suara dengan takbir: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illa Allah. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _”Pelanlah, sesungguhnya kamu tidaklah menyeru kepada yang tuli dan yang tidak ada. Sesungguhnya kamu menyeru (Allah) Yang Maha Mendengar dan Maha Dekat, dan Dia bersama kamu (dengan ilmuNya, pendengaranNya, penglihatanNya, dan pengawasanNya.).”_ Dan saya (Abu Musa) di belakang hewan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mendengar aku mengatakan: Laa haula wa laa quwwata illa billah. Kemudian beliau bersabda kepadaku,”Wahai, Abdullah bin Qais (Abu Musa).” Aku berkata,”Aku sambut panggilanmu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda,”Ma
KEUTAMAAN SHALAWAT .Part 14
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
SHALAWAT
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐┛
*KEUTAMAAN SHALAWAT* Part 14
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
*Shalawat Yang Tidak Disyari’atkan.*
Yaitu shalawat yang datang dari hadits-hadits dha’if (lemah), sangat dha’if, maudhu’ (palsu), atau tidak ada asalnya. Demikian juga shalawat yang dibuat-buat (umumnya oleh Ahli Bid’ah), kemudian mereka tetapkan dengan nama shalawat ini atau shalawat itu. Shalawat seperti ini banyak sekali jumlahnya, bahkan sampai ratusan. Contohnya, berbagai shalawat yang ada dalam kitab Dalailul Khairat Wa Syawariqul Anwar Fi Dzikrish Shalah ‘Ala Nabiyil Mukhtar, karya Al Jazuli (wafat th. 854H). Di antara shalawat bid’ah ini ialah shalawat Basyisyiyah, shalawat Nariyah, shalawat Fatih, dan lain-lain. Termasuk musibah, bahwa sebagian shalawat bid’ah itu mengandung kesyirikan. [Lihat Mu’jamul Bida’, hlm. 345-346, karya Syaikh Raid bin Shabri bin Abi ‘Ulfah; Fadh-lush Shalah ‘Alan Nabi n , hlm. 20-24, karya Syaikh Abdul Muhshin bin Hamd Al ‘Abbad; Minhaj Al Firqah An Najiyah, hlm. 116-122, karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu; Sifat Shalawat & Salam Kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, hlm. 72-73, karya Ustadz Abdul Hakim bin Amir bin Abdat].
*Cara mengamalkan shalawat yang benar berdasarkan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai berikut:*
*a. Shalawat yang dibaca adalah shalawat yang disyari’atkan*
Shalawat termasuk dzikir, dan dzikir termasuk ibadah. Bukan shalawat bid’ah, karena seluruh bid’ah adalah kesesatan.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,”Dzikir-dzikir dan do’a-do’a termasuk ibadah-ibadah yang paling utama. Sedangkan ibadah dibangun di atas ittiba’ (mengikuti Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ). Tidak seorangpun berhak men-sunnah-kan dari dzikir-dzikir dan do’a-do’a yang tidak disunnahkan (oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam), lalu menjadikannya sebagai kebiasaan yang rutin, dan orang-orang selalu melaksanakannya. Semacam itu termasuk membuat-buat perkara baru dalam agama yang tidak diizinkan Allah. Berbeda dengan do’a, yang kadang-kadang seseorang berdo’a dengannya dan tidak menjadikannya sebagai sunnah (kebiasaan).” [Dinukil dari Fiqhul Ad’iyah Wal Adzkar, 2/49, karya Syaikh Abdur Razaq bin Abdul Muhshin Al Badr].
*b. Memperbanyak membaca shalawat di setiap waktu dan tempat,*
Terlebih-lebih pada hari jum’ah, atau pada saat disebut nama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan lain-lain tempat yang disebutkan di dalam hadits-hadits yang shahih.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ู َْู ุตََّูู ุนَََّูู َูุงุญِุฏَุฉً ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู ุนَุดْุฑًุง
_"Barangsiapa memohonkan shalawat atasku sekali, Allah bershalawat atasnya sepuluh kali."_[HR Muslim, no. 408, dari Abu Hurairah].
Wallahu 'alam.
Berlanjut....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
KEUTAMAAN SHALAWAT. Part 13
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
SHALAWAT
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐┛
*KEUTAMAAN SHALAWAT* Part 13
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
๐ฐ๐บ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci jika orang-orang memujinya dengan berbagai ungkapan seperti: _*“Engkau adalah sayyidku, engkau adalah orang yang terbaik di antara kami, engkau adalah orang yang paling utama di antara kami, engkau adalah orang yang paling agung di antara kami.”*_
sesungguhnya beliau adalah makhluk yang paling utama dan paling mulia secara mutlak. Meskipun demikian, beliau melarang mereka agar menjauhkan mereka dari sikap melampaui batas dan berlebih-lebihan dalam menyanjung hak beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga untuk menjaga kemurnian tauhid.
Rasulullah mengarahkan mereka agar menyifati beliau dengan dua sifat yang merupakan derajat paling tinggi bagi hamba yang di dalamnya tidak ada ghuluw serta tidak membahayakan ‘aqidah. Dua sifat itu adalah ‘Abdullaah wa Rasuuluh (hamba dan utusan Allah).
Beliau tidak suka disanjung melebihi dari apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan dan Allah ridhai. Tetapi banyak manusia yang melanggar larangan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut, sehingga mereka berdo’a kepadanya, meminta pertolongan kepadanya, bersumpah dengan namanya serta meminta kepadanya sesuatu yang tidak boleh diminta kecuali kepada Allah.
Hal itu sebagaimana yang mereka lakukan ketika peringatan maulid Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam kasidah atau anasyid, di mana mereka tidak membedakan antara hak Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
● Al-‘Allamah Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah dalam kasidah nuniyyah-nya berkata:
ِِููู ุญٌَّู ูุงَ َُُْูููู ِูุบَْูุฑِِู
َِููุนَุจْุฏِِู ุญٌَّู ُูู َุง ุญََّูุงِู
ูุงَ ุชَุฌْุนَُููุง ุงْูุญََِّْููู ุญًَّูุง َูุงุญِุฏًุง
ู ِْู ุบَْูุฑِ ุชَู ِْْููุฒٍ َููุงَ ُูุฑَْูุงِู
_“Allah memiliki hak yang tidak dimiliki selain-Nya,bagi hamba pun ada hak, dan ia adalah dua hak yang berbeda.Jangan kalian jadikan dua hak itu menjadi satu hak,
tanpa memisahkan dan tanpa membedakannya.”_ [ ‘Aqiidatut Tauhiid (hal. 152) oleh Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah al-Fauzan].
Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i,
Wallahu 'alam.
Berlanjut....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
KEUTAMAAN SHALAWAT. Part 12
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
SHALAWAT
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐┛
*KEUTAMAAN SHALAWAT* Part 12
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
๐ฐ๐บ Dengan kata lain, janganlah kalian memujiku secara bathil dan janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku. Hal itu sebagaimana yang telah dilakukan oleh orang-orang Nasrani terhadap ‘Isa Alaihissallam, sehingga mereka menganggapnya memiliki sifat Ilahiyyah. Karenanya, sifatilah aku sebagaimana Rabb-ku memberi sifat kepadaku, maka katakanlah: “Hamba Allah dan Rasul (utusan)-Nya.” [ ‘Aqiidatut Tauhiid (hal 151).].
● ‘Abdullah bin asy-Syikhkhir Radhiyallahu anhu berkata, “Ketika aku pergi bersama delegasi Bani ‘Amir untuk menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami berkata kepada beliau, “Engkau adalah sayyid (penguasa) kami!” Spontan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
ุงَูุณَِّّูุฏُ ุงُููู ุชَุจَุงุฑََู َูุชَุนَุงَูู.
_“Sayyid (penguasa) kita adalah Allah Tabaaraka wa Ta’aala!”_
Lalu kami berkata, “Dan engkau adalah orang yang paling utama dan paling agung kebaikannya.” Serta merta beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:
ُُْْููููุง ุจَُِِْููููู ْ ุฃَู ุจَุนْุถِ َُِْููููู ْ َููุงَ َูุณْุชَุฌْุฑََُِّูููู ُ ุงูุดَّْูุทَุงُู.
_“Katakanlah sesuai dengan apa yang biasa (wajar) kalian katakan, atau seperti sebagian ucapan kalian dan janganlah sampai kalian terseret oleh syaithan.”_ [. HR. Abu Dawud (no 4806), Ahmad (IV/24, 25), al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad (no 211/ Shahiihul Adabil Mufrad no 155), an-Nasai dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah (no. 247, 249). Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani berkata: “Rawi-rawi-nya shahih. Dishahihkan oleh para ulama (ahli hadits).” (Fat-hul Baari V/179)].
● Anas bin Malik Radhiyallahu anhu berkata, “Sebagian orang berkata kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, wahai orang yang terbaik di antara kami dan putera orang yang terbaik di antara kami! Wahai sayyid kami dan putera sayyid kami!’ Maka seketika itu juga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
َูุง ุฃََُّููุง ุงَّููุงุณُ ُُْْููููุง ุจَُِِْููููู ْ َููุงَ َูุณْุชَََُِّْูููููู ُ ุงูุดَّْูุทَุงُู، ุฃََูุง ู ُุญَู َّุฏٌ، ุนَุจْุฏُ ุงِููู َูุฑَุณُُُْููู، ู َุง ุฃُุญِุจُّ ุฃَْู ุชَุฑَْูุนُِْْููู ََْููู ู َْูุฒَِูุชِู ุงَّูุชِْู ุฃَْูุฒَََِููู ุงُููู ุนَุฒَّ َูุฌََّู.
_“Wahai manusia, ucapkanlah dengan yang biasa (wajar) kalian ucapkan! Jangan kalian terbujuk oleh syaithan, aku (tidak lebih) adalah Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya. Aku tidak suka kalian mengangkat (menyanjung)ku di atas (melebihi) kedudukan yang telah Allah berikan kepadaku.”_ [HR. Ahmad (III/153, 241, 249), an-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah (no. 249, 250) dan al-Lalika-i dalam Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah (no. 2675). Sanadnya shahih dari Sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu anhu.].
Wallahu 'alam.
Berlanjut....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
KEUTAMAAN SHALAWAT. Part 11
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
SHALAWAT
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐┛
*KEUTAMAAN SHALAWAT* Part 11
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
*Larangan Ghuluw Dan Berlebih-Lebihan Dalam Memuji Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.*
Ghuluw artinya melampaui batas. Dikatakan: “ ุบَูุงَ َูุบُْูู ุบًُُّููุง ,” jika ia melampaui batas dalam ukuran. Allah berfirman:
َูุง ุชَุบُْููุง ِูู ุฏُِِูููู ْ
_*“Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu.”*_ [Q.S An-Nisaa’: 171]
● Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ุฅَِّูุงُูู ْ َูุงْูุบَُُّูู ِูู ุงูุฏِِّْูู، َูุฅَِّูู َุง ุฃَََْููู ู َْู َูุงَู َูุจَُْููู ْ ุงَْูุบُُُّูู ِูู ุงูุฏِِّْูู.
_*“Jauhkanlah diri kalian dari ghuluw (berlebih-lebihan) dalam agama, karena sesungguhnya sikap ghuluw ini telah membinasakan orang-orang sebelum kalian.”*_ [HR. Ahmad (I/215, 347), an-Nasa-i (V/268), Ibnu Majah (no. 3029), Ibnu Khu-zaimah (no. 2867) dan lainnya, dari Sahabat Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma. Sanad hadits ini shahih menurut syarat Muslim. Dishahihkan oleh Imam an-Nawawi dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.].
Salah satu sebab yang membuat seseorang menjadi kufur adalah sikap ghuluw dalam beragama, baik kepada orang shalih atau dianggap wali, maupun ghuluw kepada kuburan para wali, hingga mereka minta dan berdo’a kepadanya padahal ini adalah perbuatan syirik akbar.
Sedangkan ithra’ artinya melampaui batas (berlebih-lebihan) dalam memuji serta berbohong karenanya. Dan yang dimaksud dengan ghuluw dalam hak Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah melampaui batas dalam menyanjungnya, sehingga mengangkatnya di atas derajatnya sebagai hamba dan Rasul (utusan) Allah, menisbatkan kepadanya sebagian dari sifat-sifat Ilahiyyah. Hal itu misalnya dengan memohon dan meminta pertolongan kepada beliau, tawassul dengan beliau, atau tawassul dengan kedudukan dan kehormatan beliau, bersumpah dengan nama beliau, sebagai bentuk ‘ubudiyyah kepada selain Allah Ta’ala, perbuatan ini adalah syirik.
Dan yang dimaksud dengan ithra’ dalam hak Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah berlebih-lebihan dalam memujinya, padahal beliau telah melarang hal tersebut melalui sabda beliau:
ูุงَ ุชُุทْุฑُِْููู َูู َุง ุฃَุทْุฑَุชِ ุงَّููุตَุงุฑَู ุงุจَْู ู َุฑَْูู َ، َูุฅَِّูู َุง ุฃََูุง ุนَุจْุฏُُู، َُُْْูููููุง ุนَุจْุฏُ ุงِููู َูุฑَุณُُُْููู.
_“Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagai-mana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji ‘Isa putera Maryam. Aku hanyalah hamba-Nya, maka kata-kanlah, ‘‘Abdullaah wa Rasuuluhu (hamba Allah dan Rasul-Nya).’”_ [
HR. Al-Bukhari (no. 3445), at-Tirmidzi dalam Mukhtasharusy Syamaa-il al-Mu-hammadiyyah (no. 284), Ahmad (I/23, 24, 47, 55), ad-Darimi (II/320) dan yang lainnya, dari Sahabat ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu.].
Wallahu 'alam.
Berlanjut....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
KEUTAMAAN SHALAWAT. P art 10
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
SHALAWAT
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐┛
*KEUTAMAAN SHALAWAT* Part 10
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
*Manfaat bershalawat*
Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa manfaat dari mengucapkan shalawat untuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dimana beliau menyebutkan ada 40 manfaat. Di antara manfaat itu adalah:
1. Shalawat merupakan bentuk ketaatan kepada perintah Allah.
2. Mendapatkan 10 kali shalawat dari Allah bagi yang bershalawat sekali untuk beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
3. Diharapkan dikabulkannya do’a apabila didahului dengan shalawat tersebut.
4. Shalawat merupakan sebab mendapatkan syafa’at dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, jika ketika mengucapkan shalawat diiringi dengan permohonan kepada Allah agar memberikan wasilah (kedudukan yang tinggi) kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Kiamat.
5. Shalawat merupakan sebab diampuninya dosa-dosa.
6. Shalawat merupakan sebab sehingga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab orang yang mengucapkan shalawat dan salam kepadanya.[‘Aqiidatut Tauhiid (hal 158-159).].
Tetapi tidak dibenarkan mengkhususkan waktu dan cara tertentu dalam bershalawat dan memuji beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali berdasarkan dalil shahih dari Al-Qur-an dan As-Sunnah. Para ulama Ahlus Sunnah telah banyak meriwayatkan lafazh-lafazh shalawat yang shahih, sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para Sahabatnya Radhiyallahu anhum.
Di antaranya adalah:
ุงََُّูููู َّ ุตَِّู ุนََูู ู ُุญَู َّุฏٍ َูุนََูู ุขِู ู ُุญَู َّุฏٍ َูู َุง ุตََّْููุชَ ุนََูู ุฅِุจْุฑَุงِْููู َ َูุนََูู ุขِู ุฅِุจْุฑَุงِْููู َ ุฅََِّูู ุญَู ِْูุฏٌ ู َุฌِْูุฏٌ، ุงََُّูููู َّ ุจَุงุฑِْู ุนََูู ู ُุญَู َّุฏٍ َูุนََูู ุขِู ู ُุญَู َّุฏٍ َูู َุง ุจَุงุฑَْูุชَ ุนََูู ุฅِุจْุฑَุงِْููู َ َูุนََูู ุขِู ุฅِุจْุฑَุงِْููู َ ุฅََِّูู ุญَู ِْูุฏٌ ู َุฌِْูุฏٌ.
_“Ya Allah, berikanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahamulia. Ya Allah, berikanlah berkah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Maha-mulia.” [ HR. Al-Bukhari (no. 3370/Fat-hul Baari (VI/408)), Muslim (no. 406), Abu Dawud (no. 976, 977, 978), at-Tirmidzi (no. 483), an-Nasa-i (III/47-48), Ibnu Majah (no. 904), Ahmad (IV/243-244) dan lain-lain, dari Sahabat Ka’ab bin ‘Ujrah Radhiyallahu anhu.
Untuk mengetahui lafazh-lafazh shalawat lainnya yang diriwayatkan secara shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat dilihat dalam buku Do’a dan Wirid (hal. 178-180), oleh penulis, cet. VI/ Pustaka Imam asy-Syafi’i, Jakarta, th. 2006 H.].
Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah limpahkan kepada Nabi yang mulia ini, juga bagi keluarga beliau, para Sahabat, dan orang-orang yang mengikuti jejak beliau hingga hari Kiamat
Wallahu 'alam.
Berlanjut....
๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐ท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
*WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
*WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
*WA Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
*WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
*WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
*WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
๐๐ฟ๐๐๐ฟ
Langganan:
Postingan (Atom)
SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓ *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐ *SEPUTAR ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★๐๐๐๐๐★★★★ *ุจِุณْูู...
-
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓ H A D I T S ┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐┛ *MEMPERBANYAK SHOLAWAT DI HARI JUM'AT DAN MALAM JUM'AT...
-
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓ F I Q I H ┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐┛ *KAIDAH - KAIDAH USHUL FIQH* Part 1 ★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★ ※ http:...
-
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓ S H O L A T ┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐┛ *MEMBACA AYAT DI REKAAT KE 3 DAN 4* Part 1 ★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★ ...