16 Maret 2018

KEUTAMAAN SHALAWAT. Part 15


┏๐ŸŒบ๐Ÿƒ●●━━━━━━━━━━━━┓
               SHALAWAT
┗━━━━━━━━━━━━●●๐ŸŒบ๐Ÿƒ┛
*KEUTAMAAN SHALAWAT* Part 15
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com


*Cara mengamalkan shalawat yang benar berdasarkan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai berikut:*

*c. Tidak menentukan jumlah, waktu, tempat, atau cara, yang tidak ditentukan oleh syari’at.*
Seperti menentukan waktu sebelum beradzan, saat khathib Jum’at duduk antara dua khutbah, dan lain-lain.

*d. Dilakukan sendiri-sendiri, tidak secara berjama’ah.*
Karena membaca shalawat termasuk dzikir dan termasuk ibadah, sehingga harus mengikuti Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan sepanjang pengetahuan kami, tidak ada dalil yang membenarkan bershalawat dengan berjama’ah. Karena, jika dilakukan berjama’ah, tentu dibaca dengan keras, dan ini bertentangan dengan adab dzikir yang diperintahkan Allah, yaitu dengan pelan.

*e. Dengan suara sirr (pelan), tidak keras.*
Karena membaca shalawat termasuk dzikir.
 Sedangkan di antara adab berdzikir, yaitu dengan suara pelan, kecuali ada dalil yang menunjukkan (harus) diucapkan dengan keras. Allah berfirman,

ูˆَุงุฐْูƒُุฑ ุฑَّุจَّูƒَ ูِูŠ ู†َูْุณِูƒَ ุชَุถَุฑُّุนًุง ูˆَุฎِูْูŠَุฉً ูˆَุฏُูˆู†َ ุงู„ْุฌَู‡ْุฑِ ู…ِู†َ ุงู„ْู‚َูˆْู„ِ ุจِุงู„ْุบُุฏُูˆِّ ูˆَุงْู„ุฃَุตَุงู„ِ ูˆَู„ุงَุชَูƒُู† ู…ِّู†َ ุงู„ْุบَุงูِู„ِูŠู†َ
_"Dan dzikirlah (ingatlah, sebutlah nama) Rabb-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai."_ [Al A’raf : 205].

Ibnu Katsir rahimahullah berkata,”Oleh karena itulah Allah berfirman:
ูˆَุฏُูˆู†َ ุงู„ْุฌَู‡ْุฑِ ู…ِู†َ ุงู„ْู‚َูˆْู„ِ (dan dengan tidak mengeraskan suara), demikianlah, dzikir itu disukai tidak dengan seruan yang keras berlebihan.” [Tafsir Ibnu Katsir].

● *Al Qurthubi rahimahullah berkata,”Ini menunjukkan, bahwa meninggikan suara dalam berdzikir (adalah) terlarang.”* [Tafsir Al Qurthubi, 7/355].

● Muhammad Ahmad Lauh berkata,”Di antara sifat-sifat dzikir dan shalawat yang disyari’atkan, yaitu tidak dengan keras, tidak mengganggu orang lain, atau mengesankan bahwa (Dzat) yang dituju oleh orang yang berdzikir dengan dzikirnya (berada di tempat) jauh, sehingga untuk sampainya membutuhkan dengan mengeraskan suara.” [Taqdisul Asy-khas Fi Fikrish Shufi, 1/276, karya Muhammad Ahmad Lauh].

● Abu Musa Al Asy’ari berkata.
ู„َู…َّุง ุบَุฒَุง ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฎَูŠْุจَุฑَ ุฃَูˆْ ู‚َุงู„َ ู„َู…َّุง ุชَูˆَุฌَّู‡َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฃَุดْุฑَูَ ุงู„ู†َّุงุณُ ุนَู„َู‰ ูˆَุงุฏٍ ูَุฑَูَุนُูˆุง ุฃَุตْูˆَุงุชَู‡ُู…ْ ุจِุงู„ุชَّูƒْุจِูŠุฑِ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูَู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุงุฑْุจَุนُูˆุง ุนَู„َู‰ ุฃَู†ْูُุณِูƒُู…ْ ุฅِู†َّูƒُู…ْ ู„َุง ุชَุฏْุนُูˆู†َ ุฃَุตَู…َّ ูˆَู„َุง ุบَุงุฆِุจًุง ุฅِู†َّูƒُู…ْ ุชَุฏْุนُูˆู†َ ุณَู…ِูŠุนًุง ู‚َุฑِูŠุจًุง ูˆَู‡ُูˆَ ู…َุนَูƒُู…ْ ูˆَุฃَู†َุง ุฎَู„ْูَ ุฏَุงุจَّุฉِ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَุณَู…ِุนَู†ِูŠ ูˆَุฃَู†َุง ุฃَู‚ُูˆู„ُ ู„َุง ุญَูˆْู„َ ูˆَู„َุง ู‚ُูˆَّุฉَ ุฅِู„َّุง ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูَู‚َุงู„َ ู„ِูŠ ูŠَุง ุนَุจْุฏَุงู„ู„َّู‡ِ ุจْู†َ ู‚َูŠْุณٍ ู‚ُู„ْุชُ ู„َุจَّูŠْูƒَ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ู‚َุงู„َ ุฃَู„َุง ุฃَุฏُู„ُّูƒَ ุนَู„َู‰ ูƒَู„ِู…َุฉٍ ู…ِู†ْ ูƒَู†ْุฒٍ ู…ِู†ْ ูƒُู†ُูˆุฒِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ู‚ُู„ْุชُ ุจَู„َู‰ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูَุฏَุงูƒَ ุฃَุจِูŠ ูˆَุฃُู…ِّูŠ ู‚َุงู„َ ู„َุง ุญَูˆْู„َ ูˆَู„َุง ู‚ُูˆَّุฉَ ุฅِู„َّุง ุจِุงู„ู„َّู‡ِ
Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerangi atau menuju Khaibar, orang-orang menaiki lembah, lalu mereka meninggikan suara dengan takbir: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illa Allah. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _”Pelanlah, sesungguhnya kamu tidaklah menyeru kepada yang tuli dan yang tidak ada. Sesungguhnya kamu menyeru (Allah) Yang Maha Mendengar dan Maha Dekat, dan Dia bersama kamu (dengan ilmuNya, pendengaranNya, penglihatanNya, dan pengawasanNya.).”_ Dan saya (Abu Musa) di belakang hewan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mendengar aku mengatakan: Laa haula wa laa quwwata illa billah. Kemudian beliau bersabda kepadaku,”Wahai, Abdullah bin Qais (Abu Musa).” Aku berkata,”Aku sambut panggilanmu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda,”Ma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏๐ŸŒบ๐Ÿƒ●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●๐ŸŒบ๐Ÿƒ *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ•‹๐Ÿ’™๐Ÿ’™★★★★ *ุจِุณْู€ู€...