14 Oktober 2019

TATA TERTIB GROUP AHLUSSUNAH

*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*

Syukron telah memenuhi undangan via group Ahlussunah untuk menjadi anggota group.
Mohon maaf sebelumnya, Group Ahlussunah mempunyai tatib yg wajib di ikuti bagi anggota yg masuk group.
Maksimal kami ijinkan masuk di  *3 group.*

Berikut tatib group yang harus di patuhi bagi anggota.👇🏽

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                 TATA TERTIB
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*Bagi anggota yang baru masuk mohon DI PERHATIKAN*

📢 📋Ketentuan dan yang harus diperhatikan dalam group Ahlussunah Wal Jamaah. Sbb:

1. Muslim dan BerAqidah Ahlussunnah wal jama'ah ( bukan Syi'ah, Ahmadiyah, Liberal dan aliran2 sesat menyesatkan lainya )

2. Bersinergi selalu dalam kebaikan dan menjauhi caci maki dan saling menghujat sesama

3  A. GROUP 5⛔⛔⛔ Dilarang beriklan /promosi niaga/ buka lapak. Ataupun sejenis.

    B. GROUP 1, 2, 3, 4(annisa), 6, 7, 8 dan 9
⛔⛔ ⛔ Dilarang ber iklan /promosi niaga/ buka lapak ,ataupun sejenis kecuali hari *sabtu*

4. Tidak ada perdebatan dalam group.

5. Dilarang mengupload gambar ahwat di luar tuntunan syar'i

6. Lebih di utamakan share kajian / ilmu  agama (al qur'an  - Hadits ) sebagai Rujukan ataupun Sumber

7. Share berita ataupun artikel umum *HARUS DI SERTAI SUMBER YANG JELAS*

8. Saling menjaga adab etika dalam berkomunikasi sesuai syar'i.

9.  *Dilarang merubah nama dan icon group.====>>📒📒*

10. *Link Khusus*
 Group 4 untuk ahwat ,group 5 umum dan group 10 E-book (pdf).link tdk kami share secara umum.

11.  Anggota yg bergabung via undangan chat maximal di ijinkan 3 group.

⚡ Apabila melanggar dari ketentuan tsb akan kami peringatkan 📒📒, apabila melanggar kembali, mohon maaf akan di blokir dan di keluarkan di grup.  Mohon bisa di perhatikan untuk semuanya ketentuan di grup ... bagi yg baru gabung dipersilahkan memperkenalkan diri nama dan tempat kota tinggal.

   👈🏿👈🏿👈🏿👈🏿😎👉🏿👉🏿👉🏿👉🏿
                    *ADMIN*


Demikian pemberitahuan dari kami selaku admin group. Atas perhatiannya kami ucapkan Jazakumullah khairon katsiro.

*والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته*

MEMOTONG KUKU. Part 2. Selesai

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                   *F I Q I H*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*MEMOTONG KUKU* Part 2 selesai
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com

                                           *بسم الله الرحمن الرحيم*    

Urut-urutan memotong kuku yang dianjurkan jika disajikan dalam bentuk daftar urut-urutannya adalah sebagai berikut,
     1.Telunjuk tangan kanan
     2.Jari tengah tangan kanan
     3.Jari manis tangan kanan
     4.Jari kelingking tangan kanan
     5.Jempol tangan kanan
     6.Kelingking tangan kiri
     7 Jari manis tangan kiri
     8.Jari tengah tangan kiri
     9.Jari telunjuk tangan kiri
      10. Jempol tangan kiri
     11. Jari kelingking kaki kanan
     12  Jari manis kaki kanan
     13.Jari tengah kaki kanan
     14. Jari telunjuk kaki kanan
     15  Jempol kaki kanan
     16  Jempol kaki kiri
     17. Telunjuk kaki kiri
     18. Jari tengah kaki kiri
     19. Jari manis kaki kiri, dan
     20.Jari kelingking kaki kiri
Adapun terkait alasan mengapa mendahulukan tangan daripada kaki, karena tangan jelas lebih utama daripada kaki. Bagian kanan didahulukan sebelum yang kiri karena Rasulullah ﷺ suka tayammun (mendahulukan sebelah kanan) dalam semua urusannya seperti saat memakai sandal, turun dari kendaraan, saat bersuci dan lain-lain sebagaimana diriwayatkan Aisyah.

Adapun alasan mendahulukan telunjuk tangan kanan, maka hal itu dikarenakan telunjuk tangan kanan adalah jari yang paling mulia. Rasulullah ﷺ menggunakannya untuk berdoa dan menggunakannya untuk memberi isyarat saat tasyahud. Setelah telunjuk, kita bergeser ke jari tengah dan seterusnya sampai kelingking untuk merealisasikan sunah tayammun, baru kemudian di tutup dengan jempol untuk menggenapi sunahnya memulai dari tangan kanan.

Adapun untuk tangan kiri, pemotongan kuku tidak dimulai dari jari telunjuk karena tidak ada keutamaan telunjuk tangan kiri sebagaimana yang ada pada telunjuk tangan kanan. Oleh karena itu, pemotongan kuku dimulai dari jari kelingking dan berakhir ke jempol untuk merealisasikan tayammun karena umumnya orang memotong kuku dengan cara menghadapkan telapak tangan ke arah bumi sementara punggung tangan menghadap ke arah langit.

Untuk alasan urutan pemotongan jari-jari kuku pada kaki, penjelasannya mirip dengan urutan pemotongan kuku pada jari tangan. Intinya untuk merealisasikan sunah tayammun.

An-Nawawi berkata,


وَأَمَّا تَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ فَسُنَّةٌ لَيْسَ بِوَاجِبٍ وَهُوَ تَفْعِيلٌ مِنَ الْقَلْمِ وَهُوَ الْقَطْعُ وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَبْدَأَ بِالْيَدَيْنِ قَبْلَ الرِّجْلَيْنِ فَيَبْدَأُ بِمُسَبِّحَةِ يَدِهِ الْيُمْنَى ثُمَّ الْوُسْطَى ثُمَّ الْبِنْصَرِ ثُمَّ الْخِنْصَرِ ثُمَّ الْإِبْهَامِ ثُمَّ يَعُودُ إِلَى الْيُسْرَى فَيَبْدَأُ بِخِنْصَرِهَا ثُمَّ بِبِنْصَرِهَا إِلَى آخِرِهَا ثُمَّ يَعُودُ إِلَى الرِّجْلَيْنِ الْيُمْنَى فَيَبْدَأُ بِخِنْصَرِهَا وَيَخْتِمُ بِخِنْصَرِ الْيُسْرَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ (شرح النووي على مسلم (3/ 149)
“Adapun memotong kuku (taqlimul azhfar), maka hukumnya sunah bukan wajib. Lafaz taqlim berwazan taf’il dari kata qolama yang bermakna memotong .(Dalam memotong kuku) dianjurkan untuk memulai dengan kedua tangan sebelum kedua kaki. Dimulai dari telunjuk tangan kanan, kemudian jari tengah, lalu jari manis, kemudian jari kelingking, kemudian jempol kemudian berpindah ke tangan kiri. Dimulai dari jari kelingking, kemudian jari manis sampai terakhir kemudian berpindah ke kedua kaki. Kaki sebelah kanan dimulai dari jari kelingkingnya dan diakhiri dengan kelingking kaki sebelah kiri. Wallahua’lam”

Sebagian ulama berpendapat beda dengan apa yang dijelaskan dalam tulisan di atas terkait urut-urutannya. Al-Ghozzali berpendapat mirip dengan An-Nawawi, hanya saja kuku jempol tangan kanan beliau tempatkan pada urutan terakhir pada saat memotong kuku jari tangan. Sebagian ulama ada yang berpendapat memotong kuku itu di awali jari kelingking tangan kanan. Ada pula yang berpendapat di awali jari tengah tangan kanan. Ada pula yang berpendapat di awali jari jempol tangan kanan. Ada yang berpendapat selang-seling seperti penjelasan Ibnu Muflih dalam Al-Adab Asy-Syar’iyyah. Adapula yang berpendapat tidak ada urutan khusus dalam memotong kuku, dan ini adalah mazhab Maliki.

Wallahu 'alam bi showab.
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

MEMOTONG KUKU. Part 1

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                   *F I Q I H*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃┛
*MEMOTONG KUKU* Part 1
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com

                                           *بسم الله الرحمن الرحيم*    

Memotong kuku hukumnya sunah, baik kuku tangan maupun kuku kaki. Di antara dalil yang menunjukkan kesunahaannya adalah hadis berikut ini,


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ (صحيح البخاري (18/ 248)
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ‘Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda, ‘Fitrah itu ada lima, khitan, memotong bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak” (H.R. Al-Bukhari).

Adapun terkait urutan kuku jari mana yang didahulukan untuk dipotong maka pinsip-prinsipnya adalah sebagai berikut,

Dahulukan memotong kuku tangan sebelum kuku kaki
Dahulukan memotong kuku sebelah kanan sebelum kuku sebelah kiri
Berdasarkan dua prinsip di atas, berarti bisa disimpulkan bahwa memotong kuku itu hendaknya diawali dengan tangan kanan. Kuku pertama yang dipotong adalah kuku jari telunjuk, kemudian jari tengah, lalu jari manis, lalu jari kelingking dan diakhiri jari jempol.

Setelah itu beralih ke tangan kiri. Dimulai memotong kuku jari kelingking, lalu berlanjut jari manis, kemudian jari tengah, lalu jari telunjuk dan diakhiri jari jempol.

Setelah itu beralih ke kaki sebelah kanan. Dimulai dari memotong kuku jari kelingking, berlanjut ke jari manis, lalu jari tengah, kemudian jari telunjuk lalu terakhir ke jari jempol.

Setelah itu beralih ke kaki sebelah kiri. Dimulai dari kuku jari jempol, lalu ke jari telunjuk, berlanjut ke jari tengah, kemudian jari manis dan ditutup dengan jari kelingking.

Wallahu 'alam bi showab.
Berlanjut...............insyaAllah.
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

ORANG CERDAS YG BODOH

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                 *H A D I T S*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*ORANG CERDAS YANG BODOH*
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

*Orang yang  Cerdas dan Bodoh*

عن ابي يعلى شداد ابن اوس رضي الله عنه قال قال رسول الله ص م الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ ، وَعَمِلَ لِمَا بعدَ المَوتِ ، والعَاجِزُ مَنْ أتْبَعَ نَفْسَهُ هَواهَا وَتَمنَّى عَلَى اللهِ الاَمَانِيَّ (رواه الترميذي)
_“Orang yang sempurna akalnya ialah yang mengoreksi dirinya dan bersedia beramal sebagai bekal setelah mati. Dan orang yang rendah adalah yang selalu menurutkan hawa nafsunya. Disamping itu, ia mengharapkan berbagai angan-angan kepada Allah.”_ (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan).

*Pelajaran yang terdapat dalam hadits:*

     ● Sesungguhnya modal utama yg dimiliki seorang hamba di dunia ini adalah umurnya. Jika ia gunakan umurnya untuk berbuat baik dan taat kpd Allah, niscaya ia akan meraih keuntungan yg besar dan keselamatan yg abadi di akhirat.
Namun jika ia gunakan masa hidupnya di dunia yg fana nan sebentar ini untuk berbuat dosa dan maksiat kpd Allah, maka pasti ia akan mendapat kerugian yg besar serta merasakan kesengsaraan dan kebinasaan yg abadi di alam akhirat kelak.
     ● Oleh karena itu, orang yg pandai dan beruntung di dunia dan akhirat ialah siapa saja yg dapat mengekang dan menundukkan hawa nafsunya, serta membimbingnya untuk senantiasa memperbanyak amal sholih sebagai bekal perjalanan hidupnya menuju ke alam akhirat yg kekal nan abadi.
     ● Artinya orang yg pandai ialah siapa saja yg menundukkan hawa nafsunya dan beramal utk hari setelah kematian (yakni hari akhirat). Sedangkan orang yg lemah (bodoh) ialah siapa saja yg senantiasa mengikuti hawa nafsunya dan banyak berangan-angan kpd Allah (tapi tanpa beramal).
     ● Berdasarkan hadits di atas, marilah kita semua bersungguh-sungguh dlm melakukan amal-amal kebajikan dan ketaatan kpd Allah, serta menjauhi segala perbuatan dosa dan maksiat hingga kematian menjemput kita.

*Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:*

     ● Sungguh telah beruntung dan bahagia orang yg mensucikan jiwanya dengan melakukan amal-amal kebaikan dan ketaatan kpd Allah, mengikuti petunjuk Rasul-Nya, serta menjauhi apa saja yg dilarang-Nya. Dan sungguh telah merugi sebesar-besarnya siapa saja yg mengotori jiwanya dengan melalaikan kewajiban-kewajibannya kpd Allah, melanggar larangan-laranganNya, serta melumuri jiwanya dengan noda-noda dosa dan maksiat.

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
_“Sungguh telah beruntung orang yg mensucikan jiwanya. Dan sungguh telah merugi orang yg mengotori jiwanya.”_ (QS. Asy-Syamsi: 9-10)

     ● Bersungguh-sungguh dlm melakukan amal-amal kebajikan dan ketaatan kpd Allah, serta menjauhi segala perbuatan dosa dan maksiat hingga kematian menjemput kita.

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
 _“Beribadahlah engkau kepada Tuhan-Mu hingga datang kepadamu kematian.”_ (QS. Al-Hijr: 99).

Wallahu'alam
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

HANYA ADA 2 HARI RAYA ISLAM

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                 *H A D I T S*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*HANYA ADA 2 HARI RAYA ISLAM*
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

*Hanya Ada Dua Hari Raya Islam*

عن أنس رضي اللّه عنه قال،
قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَدِينَةَ وَلأَهْلِ الْمَدِينَةِ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ « قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ يَوْمَيْنِ خَيْراً مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ
Dari Anas radliyallaahu anhu berkata,
_“Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata, “Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (hari Nahr)”_ [HR. An Nasai no. 1556 dan Ahmad 3: 178, sanadnya shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim sebagaimana kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth].

*Pelajaran yang  terdapat didalam  hadits :*

     1- Dalam Islam, hari raya besar itu cuma dua, tidak ada yang lainnya, yaitu hari raya Idul Fithri (1 Syawal) dan Idul Adha (10 Dzulhijjah).
     2- Kalau dikatakan bahwa dua hari raya di atas (Idul Fithri dan Idul Adha) yang lebih baik, maka selain dua hari raya tersebut tidaklah memiliki kebaikan.
     3- Jadi Islam tidak memperingati perayaan lainnya. Seharusnya seorang muslim atau yang baru merasakan Islam, mencukupkan dengan dua perayaan tersebut.

*Tema  hadist yang  berkaitan dengan  Al-Qur'an :*

     - Sudah seharusnya setiap muslim mencukupkan dengan ajaran Islam yang ada, tidak perlu membuat perayaan baru selain itu. Karena Islam pun telah dikatakan sempurna, sebagaimana dalam ayat,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
_“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”_ [QS. Al Maidah:3].

Wallahu'alam
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

KEBANYAKAN ORANG MASUK SURGA DAN NERAKA

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                 *H A D I T S*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

*Kebanyakan Orang Masuk Surga dan Neraka*

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ الْفَمُ وَالْفَرْجُ .

Dari Abu Khurairah ra. berkata,
_“Rasulullah ditanya tentang perkara yang menyebabkan banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.”_ Beliau ditanya pula mengenai perkara yang banyak memasukkan orang dalam neraka, jawab beliau, _“Perkara yang disebabkan karena mulut dan kemaluan.”_.
(HR. Tirmidzi no. 2004 dan Ibnu Majah no. 4246. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

*Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:*

     1- Takwa kepada Allah Ta’ala, pengertian dari kalimat ini adalah menjalankan semua perkara yang diperintahkan oleh Allah dan meninggalkan semua larangan yang dilarang oleh-Nya, inilah yang disebut dengan takwa, karena takwa diambil dari kata wiqoyah, yang berarti bahwa semua manusia meminta perlindungan dari adzab Allah dan tidak ada sesuatupun yang dapat melindungi dari adzab Allah kecuali menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
     2- Sedangkan akhlak merupakan tolak ukur kesempurnaan iman seorang hamba sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah : _“Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya.”_
     3- Dan kebanyakan yang menyebabkan manusia masuk ke dalam neraka adalah mulut dan kemaluan. Adapun mulut yakni ucapan lisannya karena sesungguhnya manusia terkadang mengucapkan kalimat tanpa peduli kalau hal tersebut akan menyebabkan ia masuk ke dalam neraka.
     4- Karena aktifitas lidah itu tidak melelahkan, maka sering didapatkan orang banyak bicara sesuatu yang membahayakan dirinya, seperti ghibah, namimah, melaknat, mencela, dan mencaci, akan tetapi ia tidak menyadari hal itu, sehingga ia memperoleh dosa yang banyak karena perbuatannya itu.
     5. Adapun farj (kemaluan) maksudnya di sini adalah zina, dan lebih keji dari itu adalah liwath (homo seksual). Hal yang demikian itu banyak menjerumuskan manusia terutama para pemuda. Membuat manusia terbuai, sedikit demi sedikit hingga mereka terjerumus pada kemaksiatan dan mereka tidak menyadarinya.

*Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:*

     1- Allah menganjurkan mereka agar bersegera mengerjakan kebajikan dan berlomba untuk memperoleh derajat taqarrub

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
_"Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Tuhan kalian dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa."_ (Ali Imran: 133)

     2- Tolak ukur ahlaq yang agung, yaitu ahlaq  nabi, sedang ahlaq yang agung yaitu Al-Qur'an

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
_"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang luhur."_ (Al-Qalam: 4)

     3- Allah akan menutup mulut orang-orang kafir yang mendustakan hari kiamat. Namun awalnya mereka berbicara dahulu sebagai pengakuan mereka bahwa mereka berlepas diri dari syirik.

ثُمَّ لَمْ تَكُنْ فِتْنَتُهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا وَاللَّهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ
_“Kemudian tiadalah fitnah mereka, kecuali mengatakan: “Demi Allah, Rabb kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah.”_ (QS. Al-An’am: 23)

     4- Memelihara kemaluan itu adakalanya mengekangnya dari perbuatan zina

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ
_"dan orang-orang yang menjaga kemaluannya."_ (Al Mu’minun:5)

Wallahu'alam
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
 

KRITERIA IMAM SHOLAT

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                 *H A D I T S*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*KRITERIA IMAM SHOLAT*
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

*Kreteria Imam Shalat*

عن أبي مسعود البدرى رضي الله عنه قال، رسول الله صلى الله عليه وسلم قال
يَؤُمُّ اْلقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللهِ ، فَإِنْ كَانُوْا فِى الْقِرَاءَةِ سَوَاءٌ فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ ، فَإِنْ كَانُوْا فِى السُّنَّةِ سَوَاءٌ فَأَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً ، فَإِنْ كَانُوْا فِى اْلهِجْرَةِ سَوِاءٌ فَأَقْدَمُهُمْ سِلْمًا (وَفِى رِوَايَةٍ : سِنًّا)، وَ لاََ يَؤُمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ فِي سُلْطَانِه (وفى رواية : فِي بَيْتِهِ) وَ لاَ يَقْعُدْ عَلَى تَكْرِمَتِهِ إِلَّا بِإِذْنِهِ
Dari Abu Mas'ud AlBadri Radhiyallahu Anhu berkata rasulullah bersabda:
_“Yang (berhak) menjadi imam (suatu) kaum, ialah yang paling pandai membaca Kitabullah. Jika mereka dalam bacaan sama, maka yang lebih mengetahui tentang sunnah. Jika mereka dalam sunnah sama, maka yang lebih dahulu hijrah. Jika mereka dalam hijrah sama, maka yang lebih dahulu masuk Islam (dalam riwayat lain: umur). Dan janganlah seseorang menjadi imam terhadap yang lain di tempat kekuasaannya (dalam riwayat lain: di rumahnya). Dan janganlah duduk di tempat duduknya, kecuali seizinnya”_
HR Muslim 2/133. Lihat Irwa` Ghalil 2/256-257.

*Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:*

     1- Dengan demikian, yang paling berhak menjadi imam shalat secara berurutan adalah;
     A. Yang paling pandai membaca al-Qur’an. Jika sama-sama pandai,
     B. Yang paling mengerti tentang sunnah Nabi radhiyallahu ‘anhu. Jika sama-sama mengerti,
     C. Yang paling pertama melaksanakan hijrah. Jika sama dalam hal hijrah,
     D. Yang lebih dahulu masuk Islam. Jika bersama masuk Islam,
     E. Yang lebih tua.
Selanjutnya, yang dimaksud dengan al-aqra’, apakah yang paling baik bacaannya ataukah yang paling banyak hafalannya? Jawabannya adalah yang paling baik bacaannya. Maknanya, yang bacaannya sempurna dengan pengucapan huruf sesuai dengan makhrajnya. Adapun keindahan suara bukanlah syarat. Jika ada dua orang;
     A. Bacaan al-Qur’annya sangat baik.
     B. Bacaannya baik, namun tidak sebaik orang pertama, hanya saja ia lebih menguasai fikih tentang shalat dibandingkan dengan orang pertama. Dalam hal ini, orang kedua lebih berhak untuk menjadi imam shalat.
     2-  Pembahasan ini tidak berlaku jika pada pelaksanaan shalat berjamaah di sebuah masjid telah ditunjuk imam tetap, maka imam tetap tersebut yang paling berhak selama tidak ada uzur.

*Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an:*

     - Kedudukan menjadi imam/pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa adalah sebuah keutamaan besar. Bahkan ia adalah do’a orang-orang yang sholeh.

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
_“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”_. [QS. Al Furqon (25) : 74].

Wallahu'alam
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

KETETAPAN RIZKI

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                 *H A D I T S*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*KETETAPAN RIZKI*
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

عن جابربن عبد الله رضي الله عنه قال، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال:
لا تستبطئوا الرزق, فإنه لن يموت العبد حتى يبلغه آخر رزق هو له, فأجملوا في الطلب;أخذ الحلال وترك الحرام

Dari Jabir bin Abdillah -radhiyallah-:
Bahwasanya Rasulullah bersabda:
_"Janganlah kalian putus asa dari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati kecuali telah sampai ke akhir rezeki yang merupakan bagiannya, maka perbaikilah cara mencari rezeki; mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram"._
HR. Al Hakim dlm Al Mustadrak (2/4) dan dishahihkan Al Albani dlm Ash Shahihah 2607)

*Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:*

     1- Sesungguhnya tidaklah seorang diantara kalian keluar dari kehidupan dunia(mati) ini hingga telah sempurna bagian rezekinya, maka bertakwalah kalian wahai sekalian manusia dan perbaikilah cara mencari rezeki, maka jika salah seorang diantara kalian telah putus asa dari rezekinya maka janganlah ia mencarinya dengan kemaksiatan kepada Allah, karena keutamaan dari Allah tidaklah akan didapatkan dengan makshiyat.
     2- Sebab itu tidak usah panik dalam mencari karunia Allah Subhana wa Ta'ala  berupa rezeki. Yakinlah bahwa rezeki itu datang, kwajiban kita hanya ihtiar berdoa dan tawakal, bahkan kedatangannya menghampiri diri kita begitu cepat.

*Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an:*

     1- Sesungguhnya Allah yang memberikan rezeki seluruh makhluk-Nya, baik yang kecil maupun yang besar termasuk manusia didalamnya. Tidak ada satu pun makhluk yang terlewat dari mendapatkan rezeki dari-Nya dan semua itu tidak akan pernah mengurangi kekayaan-Nya sedikit pun.

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
_“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya dan dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”_ (QS. Huud : 6).

Wallahu'alam
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

PERINTAH MEMELIHARA JENGGOT

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                 *H A D I T S*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*PERINTAH MEMELIHARA JENGGOT*
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

*Perintah Memelihara Jenggot*

عن ابن عمر رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
انْهَكُوا الشَّوَارِبَ ، وَأَعْفُوا اللِّحَى

_“Cukur habislah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.”_ (HR. Bukhari no. 5893)

*Pelajaran yang terdapat dalam hadist:*

     1- Jenggot (lihyah) adalah rambut yang tumbuh pada kedua pipi dan dagu. Jadi, semua rambut yang tumbuh pada dagu, di bawah dua tulang rahang bawah, pipi, dan sisi-sisi pipi disebut lihyah (jenggot) kecuali kumis. (Lihat Minal Hadin Nabawi I’faul Liha, ‘Abdullah bin Abdul Hamid dengan edisi terjemahan ‘Jenggot Yes, Isbal No’, hal. 17)
     2- Memelihara dan membiarkan jenggot merupakan syari’at Islam dan ajaran Nabi.
     3- Memelihara jenggot itiba' rasulullah dan menyelisihi orang musyrik
Dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ ، وَفِّرُوا اللِّحَى ، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ
_“Selisilah orang-orang musyrik. Biarkanlah jenggot dan pendekkanlah kumis.”_ (HR. Bukhari no. 5892)
     4- Memelihara jenggot merupakan sunnah fithroh. Dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi bersabda,

عَشْرٌ مِنَ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ
_“Ada sepuluh macam fitroh, yaitu memendekkan kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja’ (cebok) dengan air.”_ (HR. Muslim no. 627)

*Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:*

     1- Rasulullah Teladan yang baik

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
_"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."_
[Surat Al-Ahzab : 21]

     2- Perintah menepati fithrah

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُون
_“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada penggantian pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”_ (QS. Ar Ruum [30] : 30)

Wallahu'alam
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

MALU BAGIAN DARI IMAN

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                 *H A D I T S*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*MALU BAGIAN DARI IMAN*
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

*Malu bagian dari Iman*

عَنْ أَبِي مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بِنْ عَمْرٍو الأَنْصَارِي الْبَدْرِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى، إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ . [رواه البخاري ]
Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al Anshary Al Badry radhiallahuanhu dia berkata: Rasulullah bersabda : _"Sesungguhnya ungkapan yang telah dikenal orang-orang dari ucapan nabi-nabi terdahulu adalah : Jika engkau tidak malu perbuatlah apa yang engkau suka "_. (Riwayat Bukhori)

*Pelajaran yang terdapat dalam hadits:*

     1. Malu merupakan tema yang telah disepakati oleh para nabi dan tidak terhapus ajarannya.
     2. Jika seseorang telah meninggalkan rasa malu, maka jangan harap lagi (kebaikan) darinya sedikitpun.
     3. Malu merupakan landasan akhlak mulia dan selalu bermuara kepada kebaikan. Siapa yang banyak malunya lebih banyak kebaikannya, dan siapa yang sedikit rasa malunya semakin sedikit kebaikannya.
     4. Rasa malu merupakan prilaku dan dapat dibentuk. Maka setiap orang yang memiliki tanggung jawab hendaknya memperhatikan bimbingan terhadap mereka yang menjadi tanggung jawabnya.
     5. Tidak ada rasa malu dalam mengajarkan hukum-hukum agama serta menuntut ilmu dan kebenaran .
     6. Diantara manfaat rasa malu adalah ‘Iffah (menjaga diri dari perbuatan tercela) dan Wafa’ (menepati janji)
     7. Rasa malu merupakan cabang iman yang wajib diwujudkan.

*Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran:*

Menumbuhkan rasa malu sesuai proporsinya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَىٰ طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ وَلَٰكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوا وَلَا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنْكُمْ ۖ وَاللَّهُ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ ۚ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ ۚ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا
_"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah."_
[Surat Al-Ahzab : 53]

Wallahu'alam
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

BAHAYA DUSTA

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                 *H A D I T S*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*BAHAYA DUSTA*
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

عَنْ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ  صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقًا، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

Dari ‘Abdullah, dia berkata: Rasulallâh bersabda: _“Kalian wajib jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa kepada surga. Jika seseorang senantiasa jujur dan berusaha untuk selalu jujur, akhirnya ditulis di sisi Allâh sebagai seorang yang selalu jujur. Dan jauhilah kedustaan, karena kedustaan itu membawa kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan membawa ke neraka. Jika seseorang senantiasa berdusta dan selalu berdusta, hingga akhirnya ditulis di sisi Allâh sebagai seorang pendusta.”_ HR. Muslim, no. 105/2607

*Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:*

     1-  Rasulullah memerintahkan umatnya untuk berkata yang baik, di antara bentuk berkata yang baik adalah jujur, yaitu memberitakan sesuatu sesuai dengan hakekatnya.
     2- Rasulullah juga melarang dusta, yaitu memberitakan sesuatu yang tidak sesuai dengan hakekatnya.
     3- Nabi menyebutkan dosa berdusta mengiringi dosa syirik  dan durhaka kepada orang tua. [HR. AlBukhâri,dan Muslim]
Menunjukkan bahwa berdusta termasuk dosa-dosa besar yang paling besar.
     4-  Hadits ini menjelaskan
bahwa dusta akan menyeret pelakunya ke neraka, maka hendaklah kita waspada.
     5- Maka janganlah kita mendatangkan sebab-sebab sebagai pendusta maka na'uzubillah kita akan ditakdirkan oleh Allah Sabhanahu Wa Ta'ala sebagai pendusta.

*Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an:*

     1- Bahaya dusta banyak sekali, antara lain bahwa orang yang berdusta akan terhalang dari hidayah.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ
_"Sesungguhnya Allâh tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta."_ [Al-Mukmin/Ghâfir/40: 28]

     2- Demikian juga orang yang suka dusta pasti akan mendapatkan celaka.

قُتِلَ الْخَرَّاصُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي غَمْرَةٍ سَاهُونَ
_"Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta, (yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan yang lalai."_ [Adz-Dzâriyat/51: 10-11]

Wallahu'alam
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

KEUTAMAAN AMANAT

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                 *H A D I T S*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*KEUTAMAAN AMANAT*
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

وعن أَبي موسى الأشعري - رضي الله عنه - ، عن النَّبيّ - صلى الله عليه وسلم - ، أنَّه قَالَ : (( الخَازِنُ المُسْلِمُ الأمِينُ الَّذِي ينفذُ مَا أُمِرَ بِهِ فيُعْطيهِ كَامِلاً مُوَفَّراً طَيِّبَةً بِهِ نَفْسُهُ فَيَدْفَعُهُ إِلَى الَّذِي أُمِرَ لَهُ بِهِ ، أحَدُ المُتَصَدِّقين )) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ

Dan dari Abi Musa Al-Asy’ariy –rad}iyallah ‘anhu- ,Rasulullah bersabda: _“Seorang Muslim yang menjadi penyimpan (bendaharawan) yang dapat dipercaya dimana ia melaksanakan apa yang diperintahkan dan memberi apa yang harus diberikannya dengan sempurna dan senang hati serta dia memberikannya kepada siapa yang diperintahkannya maka ia termasuk salah seorang yang bersedekah”_ (Muttafaqun ‘Alaih) [3]

*Pelajaran yang terdapat dalam hadits:*

     1- Makna hadis ini adalah bahwasanya orang yang ikut andil dalam melakukan (merealisakan) ketaatan (contohnya: orang yang menampung dan menyalurkan infak/sedekah) akan mendapat pahala sebagaimana orang yang melakukan ketaatan memperoleh pahala.
     2- Hal ini bukan berarti orang yang melakukan ketaatan tadi terkurangi pahalanya, akan tetapi masing-masing mendapat bagian pahala berdasarkan amalan yang mereka usahakan dan tidak mesti kadar pahala tersebut sama persis.
     3-  Artinya si pemberi sedekah mendapatkan pahala berdasarkan harta yang telah dia infakkan dan orang yang menyalurkan sedekah disertai amanahpun memperoleh pahala berdasarkan usahanya tanpa mengurangi pahala si pemberi sedekah sedikitpun.
     4- Imam Nawawi, dalam kitabnya, Syarah Sahih Muslim, jilid 2, hal 202, mengatakan: _“Ketahuilah bahwa seorang amil (penyalur sedekah) atau bendahara dalam pelaksanaan tugasnya harus mendapatkan izin dari pemilik harta terlebih dahulu, jika tidak, bukannya yang akan dia peroleh, malah dia akan menuai dosa.”_
     5- Ibnu Hajar berkata (dalam Fathul Bari, 3/203): _“Bendahara yang dimaksud harus memenuhi kriteria berikut: Pertama, Muslim, seorang kafir tidak termasuk dalamnya, karena niatnya bukan karena Allah. Kedua,  jujur, maka seorang pengkhianat tidak termasuk dalam kategori ini, karena dia adalah orang yang berdosa. Ketiga, ikhlas karena Allah, karena tanpa keikhlasan usahanya akan sia-sia."_

*Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:*

     1- Allah memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk saling menolong dalam berbuat kebaikan —yaitu kebajikan— dan meninggalkan hal-hal yang mungkar: hal ini dinamakan ketakwaan. Allah melarang mereka bantu-membantu dalam kebatilan serta tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan hal-hal yang diharamkan.

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ
_"Dan  Tolong- menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran"_. [Al-Maidah: 2]

     2- Kewajiban menunaikan amanah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
_"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul-(Nya) dan (juga) janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepada kalian, sedangkan kalian mengetahui"_.[ Al-Anfal : 27]

Wallahu'alam
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

4 GOL MANUSIA. Part 2 selesai

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                 *H A D I T S*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*4 GOLONGAN MANUSIA* Part 2 selesai
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

*Tema hadist yang  berkaitan dengan al-qur'an*

     1- Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (Al-Baqarah: 207)

Menurut kebanyakan mufassirin, ayat ini diturunkan berkenaan dengan semua mujahid yang berjuang di jalan Allah. Seperti pengertian yang terkandung di dalam firman-Nya:

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
_"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) dari Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kalian lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar"_. (At-Taubah: 111)

     2- Kemudian Allah Ta'ala memerintahkan kepada Rasul-Nya mengancam orang yang lebih mementingkan keluarga, kerabat, dan sanak familinya, harta benda yang merupakan hasil jerih payah kalian daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya.

قُلْ إِنْ كانَ آباؤُكُمْ وَأَبْناؤُكُمْ وَإِخْوانُكُمْ وَأَزْواجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوالٌ اقْتَرَفْتُمُوها وَتِجارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسادَها وَمَساكِنُ تَرْضَوْنَها أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفاسِقِينَ
_"Katakanlah, "Jika bapak-bapak, anak-anak. saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai, adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (daripada) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik"_.[At-taubah :24]

     3- Yakni sesungguhnya orang yang(berilmu) mengambil pelajaran dan menjadikannya sebagai nasihat serta memahaminya hanyalah orang-orang yang berakal sehat dan berpikiran lurus; semoga Allah menjadikan kita di antara golongan mereka.

أَفَمَنْ يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنزلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَى
_"Adakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta?"_ (Ar-Ra'd: 19)

Wallahu'alam
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

4 GOL MANUSIA. Part 1

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                 *H A D I T S*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*4 GOLONGAN MANUSIA* Part 1
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

عن أبي كبشة رضي الله قال، قال رسول اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلم :
إِنَّمَـا الدُّنْيَا لِأَرْبَعَةِ نَفَرٍ : عَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ مَالًا وَعِلْمًـا فَهُوَ يَـتَّـقِيْ فِيْهِ رَبَّـهُ وَيَصِلُ فِيْهِ رَحِـمَهُ وَيَعْلَمُ لِلهِ فِيْـهِ حَقًّا ، فَهَذَا بِأَفْضَلِ الْـمَنَازِلِ.وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ عِلْمًـا وَلَـمْ يَرْزُقْهُ مَالًا فَهُوَ صَادِقُ النِـّـيَّـةِ يَقُوْلُ : لَوْ أَنَّ لِـيْ مَالًا لَعَمِلْتُ بِعَمَلِ فُلَانٍ ، فَهُوَ بِنِـيَّـتِـهِ فَأَجْرُهُـمَـا سَوَاءٌ , وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ مَالًا وَلَـمْ يَرْزُقْهُ عِلْمًـا فَهُوَ يَـخْبِطُ فِـي مَالِـهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ لَا يَتَّقِي فِيْهِ رَبَّهُ وَلَا يَصِلُ فِـيْـهِ رَحِـمَهُ وَلَا يَعْلَمُ للهِ فِـيْـهِ حَقًّا فَهَذَا بِأَخْبَثِ الْـمَنَازِلِ , وَعَبْدٍ لَـمْ يَرْزُقْـهُ اللهُ مَالًا وَلَا عِلْمًـا فَهُوَ يَقُولُ : لَوْ أَنَّ لِـيْ مَالًا لَعَمِلْتُ فِيْـهِ بِعَمَلِ فُلَانٍ ، فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَوِزْرُهُـمَـا سَوَاءٌ

Dari Abu Kabsyah Radhiyallahu anhu,Rasulullah bersabda :
_“Sesungguhnya dunia hanyalah diberikan untuk empat orang : 1. Hamba yang Allâh berikan ilmu dan harta, kemudian dia bertakwa kepada Allâh dalam hartanya, dengannya ia menyambung silaturahmi, dan ia menyadari bahwa dalam harta itu ada hak Allâh. Inilah kedudukan paling baik (di sisi Allâh).2. Hamba yang Allâh berikan ilmu namun tidak diberikan harta, dengan niatnya yang jujur ia berkata, ‘Seandainya aku memiliki harta, aku pasti mengerjakan seperti apa yang dikerjakan Si Fulan.’ Maka dengan niatnya itu, pahala keduanya sama. 3.Hamba yang Allâh berikan harta namun tidak diberikan ilmu, lalu ia menggunakan hartanya sewenang-wenang tanpa ilmu, tidak bertakwa kepada Allâh dalam hartanya, tidak menyambung silaturahmi dan tidak mengetahui bahwa dalam harta itu ada hak Allâh. Ini adalah kedudukan paling jelek (di sisi Allâh).4. Hamba yang tidak Allâh berikan harta tidak juga ilmu, ia berkata, ‘Seandainya aku memiliki harta, aku pasti mengerjakan seperti apa yang dikerjakan Si Fulan.’ Maka dengan niatnya itu, keduanya mendapatkan dosa yang sama.”_ [Shahih: HR. Ahmad (IV/230-231), at-Tirmidzi (no. 2325), Ibnu Mâjah (no. 4228), al-Baihaqi (IV/)]

*Pelajaran yang terdapat didalam  hadits :*

     1- Sesungguhnya dunia diberikan untuk empat orang:
     (1) Seorang hamba yang Allah berikan ilmu (agama) dan harta, kemudian dia bertaqwa kepada Allah dalam hartanya, dengannya ia menyambung silaturahmi, dan mengetahui hak Allah di dalamnya. Orang tersebut kedudukannya paling baik (di sisi Allah).
     (2) Seorang hamba yang Allah berikan ilmu (agama) namun tidak diberikan harta, dengan niatnya yang jujur ia berkata, ‘Seandainya aku memiliki harta, aku pasti mengerjakan seperti apa yang dikerjakan Si Fulan.’ Ia dengan niatnya itu, maka pahala keduanya sama.
     (3) Seorang hamba yang Allah berikan harta namun tidak diberikan ilmu(agama). Lalu ia tidak dapat mengatur hartanya, tidak bertaqwa kepada Allah dalam hartanya, tidak menyambung silaturahmi dengannya, dan tidak mengetahui hak Allah di dalamnya. Kedudukan orang tersebut adalah yang paling jelek (di sisi Allah). Dan
     (4) seorang hamba yang tidak Allah berikan harta tidak juga ilmu(agama), ia berkata, ‘Seandainya aku memiliki harta, aku pasti mengerjakan seperti apa yang dikerjakan Si Fulan.’ Ia berniat seperti itu dan keduanya sama dalam mendapatkan dosa.
     2- Hadist ini memberikan  peringatan  akan pentingnya kita mengerti  ilmu agama. Semoga kita termasuk  menjadi  golongan yang pertama, paling tidak yang kedua, aamiin.

Wallahu'alam
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsap

MENDAHULUKAN RIDHO ALLAH

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                 *H A D I T S*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*MENDAHULUKAN RIDHO ALLAH*
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ قَالَ كَتَبَ مُعَاوِيَةُ إِلَى عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رضى الله عنها أَنِ اكْتُبِى إِلَىَّ كِتَابًا تُوصِينِى فِيهِ وَلاَ تُكْثِرِى عَلَىَّ. فَكَتَبَتْ عَائِشَةُ رضى الله عنها إِلَى مُعَاوِيَةَ سَلاَمٌ عَلَيْكَ أَمَّا بَعْدُ فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ »

Dari seseorang penduduk Madinah, ia berkata bahwa Mu’awiyah pernah menuliskan surat pada ‘Aisyah -Ummul Mukminin- radhiyallahu ‘anha, di mana ia berkata, _“Tuliskanlah padaku suatu nasehat untuk dan jangan engkau perbanyak.”_ ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha pun menuliskan pada Mu’awiyah, “Salamun ‘alaikum (keselamatan semoga tercurahkan untukmu). Amma ba’du. Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, _“Barangsiapa yang mencari ridho Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan cukupkan dia dari beban manusia. Barangsiapa yang mencari ridho manusia namun Allah itu murka, maka Allah akan biarkan dia bergantung pada manusia.”_ (HR. Tirmidzi no. 2414 dan Ibnu Hibban no. 276. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

*Pelajaran yang terdapat di dalam hadist :*

     1- Wajib takut pada Allah dan mendahulukan ridho Allah daripada ridho manusia.
     2- Hadits tersebut menunjukkan akibat dari orang yang mendahulukan mencari ridho manusia daripada ridho Allah.
     3- Wajib tawakkal dan bersandar pada Allah.
     4- Akibat yang baik bagi orang yang mendahulukan ridho Allah walau membuat manusia tidak suka dan akibat buruk bagi yang mendahulukan ridho manusia dan ketika itu Allah murka.
     5- Hati setiap insan dalam genggaman, Allah yang dapat membolak-balikkan sekehendak Dia.

*Tema hadist yang  berkaitan dengan  Al- Qur'an :*

     1- Contoh orang yang  ikhlas. Kami tidak menginginkan dari kamu balasan yang kamu berikan kepada kami sebagai imbalannya, dan tidak pula pujianmu di kalangan orang lain.

إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا
- (Sambil berkata dengan lidah atau dengan hati): _"Sesungguhnya kami memberi makan kepada kamu kerana Allah semata-mata; kami tidak berkehendakkan sebarang balasan dari kamu atau ucapan terima kasih"_,
[Surat Al-Insan 9]

     2- Akibat  Mencari  ridho manusia

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ (15) أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ إِلا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (16)
_"Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna, dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka, dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan"_.[Hud : 15-16]

Wallahu'alam
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

UKHUWAH ISLAMIYAH

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                 *H A D I T S*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*UKHUWAH ISLAMIYAH*
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسْ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، خَادِمُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ [رواه البخاري ومسلم

Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah  dari Rasulullah, beliau bersabda: _"Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri."_ (Riwayat Bukhori dan Muslim)

*Pelajaran yang terdapat dalam hadits*

     1. Seorang mu’min dengan mu’min yang lainnya bagaikan satu jiwa, jika dia mencintai saudaranya maka seakan-akan dia mencintai dirinya sendiri.
     2. Menjauhkan perbuatan hasad (dengki) dan bahwa hal tersebut bertentangan dengan kesempurnaan iman.
     3. Iman dapat bertambah dan berkurang, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.
     4. Anjuran untuk menyatukan hati.

*Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran:*

     1. Menyakiti saudara sama dengan menyakiti diri sendiri :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
_"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."_
[Surat Al-Hujraat : 12]

     2. Ukhuwwah Islamiah :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
_"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat."_
[Surat Al-Hujraat : 10]

Wallahu'alam
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

HAKEKAT ZUHUD

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                 *H A D I T S*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*HAKEKAT ZUHUD*
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

عَنْ أَبِي الْعَبَّاس سَهْل بِنْ سَعْد السَّاعِدِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : ياَ رَسُوْلَ اللهِ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِيَ اللهُ وَأَحَبَّنِي النَّاسُ، فَقَالَ : ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبُّكَ اللهُ، وَازْهَدْ فِيْمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبُّكَ النَّاسُ .
[حديث حسن رواه ابن ماجة وغيره بأسانيد حسنة]

Dari Abu Abbas Sahl bin Sa’ad Assa’idi radhiallahuanhu dia berkata : Seseorang mendatangi Rasulullah  : _"Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku sebuah amalan yang jika aku kerjakan, Allah dan manusia akan mencintaiku, maka beliau bersabda: Zuhudlah terhadap dunia maka engkau akan dicintai Allah dan zuhudlah terhadap apa yang ada pada manusia maka engkau akan dicintai manusia."_
(Hadits hasan riwayat Ibnu Majah dan lainnya dengan sanad hasan) .

*Pelajaran yang terdapat dalam hadits:*

     1. Menuntut kecukupan terhadap dunia adalah perkara wajib, sedang zuhud adalah tidak adanya keter-gantungan dan terpusatnya perhatian terhadapnya .
     2. Bersikap qanaah terhadap rizki yang halal dan ridho terhadapnya serta bersikap ‘iffah dari perbuatan haram dan hati-hati terhadap syubhat.
     3. Jiwa yang merasa cukup dan iffah serta berkorban dengan harta dan jiwa di jalan Allah merupakan hakekat zuhud.

*Tema hadits yang berkaitan dengan al-qur'an:*

     1. Zuhud. Allah Ta'ala, menceritakan hinanya duniawi dan kefanaannya serta kesudahannya yang akan lenyap, dan bahwa dunia itu tidak kekal, dan bahwa kehidupan dunia itu tiada lain hanyalah senda gurau dan main-main. Yaitu kehidupan yang abadi lagi sebenarnya yang tiada kefanaan serta tiada penghabisannya, bahkan kehidupan akhirat terus berlangsung untuk selama-lamanya

وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
_"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main"_.  _"Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan,kalau mereka mengetahui"_  [al-ankabut : 64]

     2. Menghindari penyakit hasad (dengki). Bagaimanapun rasa hasad tidak boleh dibiarkan tetap ada. Karena bisa jadi ketika iman kita sedang lemah, maka setan akan berupaya agar kita berbuat jahat disebabkan rasa hasad tersebut.

بَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
_"Ya Tuhan kami. beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang"_. (Al-Hasyr: 10)

Wallahu'alam
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

THAHARAH. Part 52 selesai

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                       *F I Q I H*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*T H A H A R A H* Part 52 selesai
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

*Beberapa Faedah:*

     1. Jika datang haidh ketika sudah masuk waktu shalat –minimal mendapatkan seukuran satu rak’at– sedangkan ia belum melakukan shalat maka ia mengqadha’ shalat yang baru tiba waktunya itu setelah haidhnya selesai.
     2. Mayoritas ulama berpendapat bahwa bila wanita telah berhenti haidh maka belum halal dijima’i sampai ia mandi atau tayammum jika memenuhi syarat tayammum.
     3. Jika seorang wanita memiliki kebiasaan lama haidhnya, lalu ternyata suci sebelum lengkap bilangan hari itu, maka ia telah suci; apabila darah telah berhenti keluar dan dilihatnya sudah suci walaupun hari kebiasaan haidhnya belum habis.
     4. Wanita yang melihat hari ini darah, besoknya bersih, jika di masa-masa haidh maka terhitung masih haidh sampai 15 hari, selebihnya darah istihadhah.
     5  Warna kuning atau keruh (coklat) jika keluarnya bergandengan dengan haid sebelum sucinya maka dianggap haidh, namun jika keluar setelah suci maka bukan haidh, kecuali di akhir masa suci dan sudah didahului oleh tanda-tanda haidh seperti rasa sakit dan sebagainya maka itu adalah haidh.
     6  Wanita untuk mengetahui akhir masa haidh dengan dua cara:
     a)   Dengan keluarnya cairan lengket/lendir putih seperti benang.
     b)   Dengan keringnya darah dan bersihnya farjinya dari darah haidh, misalnya dengan memasukkan kapas ke dalam farji, lalu mengeluarkannya, jika ternyata kering dan bersih maka berarti sudah selesai.
     7. Jika wanita yang nifas itu telah berhenti darah nifasnya sebelum empat puluh hari dan ia mandi, shalat dan berpuasa, kemudian darah keluar lagi sebelum lewat empat puluh hari, maka darah ini dianggap darah nifas. Oleh karena itu, ia harus berdiam; tidak shalat dan puasa. Dan puasa yang dilakukannya di masa berhenti darah itu (antara berhenti dan keluar lagi darah itu) maka sah, tidak perlu diqadha’.
     8. Apabila umur janin yang keguguran 80 hari atau kurang, maka darah yang keluar adalah darah istihadhah, apabila setelah 90 hari, maka darah itu adalah darah nifas. Tetapi apabila masanya antara 80 dan 90 hari, maka hukumnya tergantung kepada bentuk fisik janin, jika lebih menyerupai bayi manusia, maka darah itu darah nifas, namun apabila belum berbentuk manusia, maka darah itu istihadhah (Dari Tafsir Al ’Usyril Akhir wa ahkaam tahumul muslim).
     9. Yang wajib bagi wanita yang kena darah istihadhah adalah wudhu’ untuk masing-masing shalat dan mandi itu lebih utama.
     10. Cairan yang keluar dari farji wanita pada masa suci. Jika cairan itu bening atau putih berbentuk lendir (keputihan), maka cairan itu suci, namun membatalkan wudhu’. Tetapi, jika terus menerus keluar, maka tidak membatalkan wudhu’. Ia harus berwudhu’ untuk setiap shalat setelah tiba waktunya seperti halnya orang yang beser, ia kerjakan shalat fardhu itu dan shalat sunat dalam waktunya itu.

Wallahu'alam
Selesai......
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

THAHARAH. Part 51

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                       *F I Q I H*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*T H A H A R A H* Part 51
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

     2)   Ia tidak memiliki kebiasaan yang diketahuinya, tetapi darahnya berbeda dengan darah haidh. Jika haidh biasanya darahnya hitam, tebal, atau berbau, sedangkan darah lainnya (istihadhah) hanya berwarna merah dan tidak bau, maka dalam hal ini ia memberlakukan tamyiz (perbedaan). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Fathimah binti Abi Hubaisy, “Jika darah haidh, maka ia berwarna hitam yang sudah dikenal. Oleh karena itu, berhentilah dari shalat. Tetapi jika selain itu, maka wudhu’ dan shalatlah, karena ia hanyalah darah urat.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Ibnu Hibban, Hakim, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil no. 204)

     3)   Jika ia tidak mempunyai kebiasaan dan sifat yang membedakan dengan darah haidh, maka ia duduk (tidak shalat dan puasa) mengikuti umumnya masa haidh, yaitu enam atau tujuh hari, karena masa tersebut adalah masa wanita haidh secara umum. Setelah hari-hari itu, maka darah tersebut berarti darah istihadhah, ia harus mandi sehabis haidh, lalu shalat dan puasa. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  kepada Hamnah binti Jahsy, “Darah penyakit itu hanyalah salah satu hentakan setan saja. Maka jadikanlah yang menjadi ukuran haidhmu selama enam atau tujuh hari, kemudian mandilah. Sehingga apabila kamu tahu bahwa kamu benar-benar telah suci, maka kerjakanlah shalat dan berpuasalah. Yang demikian itu telah mencukupkan bagimu.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, ia berkata, “Hasan shahih.” Dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil no. 205).

Wallahu'alam
Berlanjut.....insyaAllah
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

THAHARAH. Part 50

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                       *F I Q I H*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*T H A H A R A H* Part 50
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

*f. Konsekwensi dari Haidh*

     *1. Mengharuskan mandi setelah selesai haidh.* Hal ini berdasarkan sabda Nabi,  _“Tingalkanlah shalat seukuran hari yang kamu biasa haidh, lalu mandi dan shalatlah.”_ (HR. Bukhari dan Muslim)

     *2. Menjadi baligh.*

     *3. Menjalani ‘iddah dengan haidh sebanyak tiga kali*. Wanita yang ditalak menjalani masa ‘iddah dengan haidh jika ia wanita yang biasa haidh (lihat Al Baqarah: 228).

     *4. Dianggap telah kosong rahimnya ketika haidh.*
Apabila wanita haidh atau nifas telah suci sebelum tenggelam matahari, maka ia harus kerjakan shalat Zhuhur dan Ashar hari itu. Demikian pula apabila ia suci dari haidh atau nifas sebelum terbit fajar, maka ia wajib mengerjakan shalat Maghrib dan Isya malam itu. Hal itu, karena waktu shalat kedua merupakan waktu shalat pertama di saat uzur, dan inilah yang dipegang uleh jumhur ulama, yaitu Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad.

*g. Batas Minimal dan Maksimal Masa Nifas*

Tidak ada batas minimal masa nifas, sehingga kembali kepada ada dan tidaknya, dimana terkadang lama dan terkadang sebentar. Maksimal masa nifas adalah 40 hari[2]. Imam Tirmidzi berkata, “Ahli Ilmu dari kalangan sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan setelah mereka sepakat, bahwa wanita-wanita yang nifas meninggalkan shalat selama 40 hari, kecuali jika mereka melihat suci sebelum itu, maka ia mandi dan shalat. Hal ini berdasarkan hadits Ummu Salamah radhiiyallahu ‘anha ia berkata: Wanita yang nifas di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya duduk (tidak shalat) sampai 40 hari.” (HR. Lima orang selain Nasa’i).

*h. Darah Istihadhah*

Istihadhah maksudnya mengalirnya darah secara deras pada bukan waktunya dari urat yang disebut ‘Adzil.

Darah istihadhah berbeda dengan darah haidh dalam hukum dan sifatnya. Wanita yang terkena darah istihadhah ini wajib shalat, puasa dan boleh dijima’i, karena ia tergolong wanita suci. Dalilnya adalah hadits Fathimah binti Abi Hubaisy ia berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya terkena darah istihadhah sehingga aku tidak suci, maka apakah aku boleh meninggalkan shalat? Beliau menjawab, _“Tidak boleh, itu adalah darah urat dan bukan haidh…dst.”_ (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, bagi wanita hendaknya mandi ketika telah selesai haidh yang memang dianggap, namun untuk istihadhah ia cukup mencuci farjinya dan menaruh kapas atau semisalnya (seperti pembalut) di farjinya agar darah tidak mengalir, lalu ia berwudhu’ ketika masuk waktu shalat.

*Wanita istihadhah ada tiga keadaan:*

   1)   Ia memiliki kebiasaan yang sudah maklum, yakni lamanya haidhnya sudah ia ketahui sebelum terkena istihadhah, maka untuk wanita ini hendaknya diam (tidak shalat dan tidak puasa) selama waktu haidhnya dan ia dianggap wanita haidh. Ketika masa kebiasaan haidhnya telah selesai, maka ia mandi, shalat dan menganggap darah yang masih keluar sebagai darah istihadhah. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ummu Habibah:

امْكُثِي قَدْرَ مَا كَانَتْ تَحْبِسُكِ حَيْضَتُكِ ثُمَّ اغْتَسِلِي وَصَلِّي
     _“Tetap tahanlah dirimu selama kadar haidmu menahanmu, kemudian mandilah dan shalatlah.”_ (HR. Muslim)

Wallahu'alam
Berlanjut.....insyaAllah
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿?

THAHARAH. Part 49

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                       *F I Q I H*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*T H A H A R A H* Part 49
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

     *e.  Larangan bagi Wanita Haidh dan Nifas*

Ada beberapa hal yang dilarang bagi wanita haidh dan nifas, yaitu:

     1. Menjima’inya (lihat surat Al Baqarah: 222). Rasulullah  bersabda:

اصْنَعُوا كُلَّ شَيْءٍ إِلَّا النِّكَاحَ
_“Perbuatlah segala sesuatu selain nikah (jima’).”_ (HR. Muslim)

     2. Mentalaknya, sampai ia suci dan sebelum digauli (dijima’i). (lihat surat Ath Thalaq: 1). Rasulullah bersabda kepada Umar ketika anaknya yaitu Abdullah mentalak istrinya ketika haidh, _“Perintahkanlah kepadanya untuk merujuk.”_ (HR. Bukhari dan Muslim)

     3. Melakukan shalat. Hal ini beradasarkan sabda Rasulullah kepada Fathimah binti Abi Hubaisy, ia berkata:

فَإِذَا أَقْبَلَتْ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّي
_“Apabila haid datang, hendaklah kamu meninggalkan shalat. Apabila darah haid berhenti, hendaklah kamu mandi dan mendirikan shalat.”_ (HR. Bukhari dan Muslim)

     4. Berpuasa. Rasulullah bersabda, _“Bukankah jika salah seorang di antara kamu haidh tidak berpuasa dan tidak shalat?” Kami menjawab, “Ya.”_ (HR. Bukhari)

     5. Thawaf. Rasulullah  pernah bersabda kepada Aisyah ketika ia haidh, _“Lakukanlah apa yang dilakukan orang yang berhaji kecuali thawaf di Ka’bah sehingga kamu suci.”_ (HR. Bukhari dan Muslim)

     6. Membaca Al Qur’an. Ini adalah pendapat kebanyakan ahli ilmu dari kalangan sahabat dan tabi’in serta para ulama setelah mereka. Akan tetapi, ketika butuh membaca, seperti butuh muraja’ah hapalan agar tidak dilupakan atau butuh mengajarkan kepada anak-anak putri di sekolah, atau membaca wirid hariannya, maka tidak mengapa. Jika tidak dibutuhkan, maka hendaknya ia tidak membaca sebagaimana difatwakan oleh sebagian Ahli ilmu.

     7. Menyentuh mushaf (lihat surat Al Waqi’ah: 79)

     8. Masuk masjid dan menetap di dalamnya. Oleh karena itu, Aisyah radhiyallahu ‘anha menyisir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di luar masjid ketika Beliau mengeluarkan kepalanya dari masjid, sedangkan Aisyah berada di kamarnya yang berdampingan dengan masjid dalam keadaan haidh (lihat Shahih Bukhari no. 296). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan kepada wanita yang haidh untuk menghadiri pelaksanaan shalat ‘Ied, tetapi mereka harus menjauhi tempat shalat. Demikian pula diharamkan bagi wanita lewat di masjid jika dikhawatirkan darahnya mengotori masjid, jika ia merasakan aman, maka tidak mengapa sekedar lewat.
Wallahu'alam
Berlanjut.....insyaAllah
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

THAHARAH. Part 48

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                       *F I Q I H*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*T H A H A R A H* Part 48
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

     4. Jika seorang muslim tidak menemukan air maupun tanah, dan ia tidak mampu memperolehnya, atau ia menemukannya, tetapi tidak mampu melakukan wudhu’ maupun tayammum, maka ia tetap melakukan shalat sesuai keadaannya seperti orang yang diikat yang tidak mampu berwudhu’ maupun bertayammum. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa ia pernah meminjam kalung kepada Asma’, lalu kalung itu hilang, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirimkan beberapa orang dari sahabatnya untuk mencarinya, lalu tiba waktu shalat, maka mereka shalat tanpa berwudhu’. Ketika mereka sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka mereka mengadukan hal itu kepada Beliau, lalu turunlah ayat tayammum. Usaid bin Khudhair berkata (kepada Aisyah), _“Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Demi Allah, tidaklah suatu perkara menimpamu kecuali Allah mengadakan jalan keluar dan menjadikan keberkahan padanya untuk kaum muslimin.”_ (HR. Bukhari dan Muslim)

*24. Fiqh Darah Kebiasaan Wanita*

     *a. Haidh dan Nifas*

Haidh secara bahasa artinya mengalir, sedangkan secara syara’ artinya darah yang biasa (terjadi pada wanita) yang keluar dari bagian dalam rahim pada waktu-waktu tertentu ketika wanita dalam keadaan sehat bukan karena sebab melahirkan.Nifas adalah darah yang keluar dari wanita ketika melahirkan.

    *b. Awal Waktu Haidh dan Akhirnya*

Tidak ada haidh sebelum wanita sempurna berusia sembilan tahun, karena tidak ada wanita yang haidh sebelum berusia sembilan tahun. Telah diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa ia berkata, _“Jika seorang anak gadis telah berusia sembilan tahun, maka dia adalah wanita (dewasa).”_ (Disebutkan oleh Tirmidzi dan Baihaqi dengan tanpa isnad). Oleh karena itu, apabila seorang wanita melihat darah sebelum usia tersebut, maka berarti darah itu adalah darah penyakit.

Demikian pula tidak ada haidh setelah wanita berusia lima puluh tahun menurut pendapat yang shahih. Telah diriwayatkan pula dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, _“Jika seorang wanita telah mencapai lima puluh tahun, maka ia telah keluar dari batasan haidh.”_ (al-Mughni,  1:406)

     *c. Batas Minimal dan Maksimal Haidh*

Yang shahih, bahwa tidak ada batasan minimalnya dan batasan maksimalnya, bahkan dalam hal ini dikembalikan kepada uruf atau kebiasaan.

     *d. Lama Haidh pada Umumnya*

Lama haidh pada umumnya enam atau tujuh hari sebagaimana sabda _Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Hamnah binti Jahsy, “Maka jadikanlah yang menjadi ukuran haidlmu selama enam atau tujuh hari berdasarkan ilmu Allah, kemudian mandilah. Sehingga apabila kamu tahu bahwa kamu benar-benar telah suci dan telah bersuci, maka kerjakanlah shalat selama dua puluh tiga atau dua puluh empat malam dan harinya, serta berpuasalah. Yang demikian itu telah mencukupkan bagimu. Dan demikian pula, kerjakanlah seperti itu setiap bulan, sebagaimana wanita lain haidh dan suci pada waktunya.”_ (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, ia berkata, “Hasan shahih.” Dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi no. 110)

Wallahu'alam
Berlanjut.....insyaAllah
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

THAHARAH. Part 47

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                       *F I Q I H*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*T H A H A R A H* Part 47
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

*f. Seputar Masalah Tayammum*

     1. Apabila seseorang sudah shalat dengan tayammum lalu ditemukan air maka shalatnya sah tidak perlu diulangi (meskipun masih ada waktu shalat). Hal ini berdasarkan hadits Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu berikut, ia berkata:

خَرَجَ رَجُلَانِ فِي سَفَرٍ فَحَضَرَتْ الصَّلَاةُ وَلَيْسَ مَعَهُمَا مَاءٌ فَتَيَمَّمَا صَعِيدًا طَيِّبًا فَصَلَّيَا ثُمَّ وَجَدَا الْمَاءَ فِي الْوَقْتِ فَأَعَادَ أَحَدُهُمَا الصَّلَاةَ وَالْوُضُوءَ وَلَمْ يُعِدْ الْآخَرُ ثُمَّ أَتَيَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَا ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ لِلَّذِي لَمْ يُعِدْ أَصَبْتَ السُّنَّةَ وَأَجْزَأَتْكَ صَلَاتُكَ وَقَالَ لِلَّذِي تَوَضَّأَ وَأَعَادَ لَكَ الْأَجْرُ مَرَّتَيْنِ
_“Ada dua orang laki-laki yang keluar untuk safar, lalu tiba waktu shalat namun mereka berdua tidak membawa air, maka keduanya pun bertayammum dengan menggunakan debu yang suci, lalu keduanya shalat. Setelah shalat, mereka menemukan air ketika masih ada waktu (shalat), maka salah satunya mengulangi shalat dan wudhu’nya, sedangkan yang satu lagi tidak mengulangi. Kemudian keduanya mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian itu kepada Beliau, maka Beliau bersabda kepada orang yang tidak mengulangi shalatnya, “Engkau telah sesuai Sunnah dan shalatmu telah sah.” Dan Beliau bersabda kepada yang berwudhu’ lagi dan mengulangi shalatnya, “Untukmu dua pahala.”_ (HR. Abu Dawud, Nasa’i, lihat Shahih Abi Dawud (238))

Maksud _“Untukmu dua pahala,”_  untukmu pahala shalat dua kali, karena masing-masingnya sah dan menghasilkan pahala, dan sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan orang yang memperbagus amalnya. Sedangkan menurut penyusun Subulus Salam, maksudnya adalah untukmu pahala shalat menggunakan debu dan pahala shalat menggunakan air.

     2. Syaikh As Sayyid Sabiq dalam Fiqhus Sunnah berkata, _“Tayammum adalah pengganti wudhu’ dan mandi ketika tidak ada air, sehingga boleh melakukan perbuatan yang diperbolehkan dengan wudhu’ dan mandi seperti shalat, menyentuh mushaf, dan lainnya. Untuk sahnya tidak disyaratkan harus masuk waktu shalat, dan bagi yang bertayammum boleh shalat fardhu maupun sunat sesukanya dengan sekali tayammum (selama belum batal).”_

     3. Diperbolehkan bertayammum ke dinding. Hal ini berdasarkan hadits Abul Jahm bin Al Harits bin Ash Shimmah Al Anshariy ia berkata, _“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menghadap dari arah sumur Jamal, maka ada seseorang yang menjumpai Beliau dan mengucapkan salam kepadanya, namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menjawabnya, sampai Beliau menghadap ke dinding, lalu Beliau mengusap muka dan kedua tangannya, kemudian menjawab salam.”_ (HR. Bukhari dan Muslim) Imam Nawawi berkata dalam Syarhnya terhadap Shahih Muslim, _“Dalam hadits ini terdapat kebolehan bertayammum ke dinding jika ada debunya.”_

Wallahu'alam
Berlanjut.....insyaAllah
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

THAHARAH. Part 46

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                       *F I Q I H*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*T H A H A R A H* Part 46
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

     6. Tayammum tersebut menggunakan tanah yang suci; tidak bernajis (seperti tanah yang terkena kencing dan belum disucikan), yang memiliki debu yang bisa menempel di tangan jika dapat. Hal ini berdasarkan kata-kata sha’id, yang menurut Ibnu Abbas artinya tanah tanaman. Tetapi jika ia tidak mendapatkan tanah seperti itu, maka ia bisa bertayammum dengan yang bisa didapat seperti tanah yang ada pepasir dan batu berdasarkan firman Allah Ta’ala, “Fattaqulla mastatha’tum” (artinya: Bertakwalah kepada Allah semampumu), Al Auza’iy berkata, _“Pepasir termasuk sha’id.”_

Disebutkan dalam Fiqhus Sunnah, bahwa para ahli bahasa sepakat bahwa sha’id itu muka bumi, baik ada tanahnya maupun tidak.

Dalam Lisanul ‘Arab (3/254) disebutkan, “Sha’id adalah bumi, ada yang mengatakan dengan ‘bumi yang baik’ dan ada pula yang mengatakan ‘semua tanah yang baik’. Dalam Alquran disebutkan, “Fatayammamuu sha’iidan thayyiban.”  Abu Ishaq berkata, “Sha’id adalah muka bumi, dan seorang boleh menepuk dengan kedua tangannya ke muka bumi tanpa perlu mempedulikan tempat tersebut apakah ada tanahnya atau tidak, karena sha’id bukanlah tanah, tetapi muka bumi baik berupa tanah maupun lainnya.” Ia juga berkata, “Kalau tanah itu semuanya berbatu tanpa ada tanahnya, kemudian orang yang bertayammum menepuk tangannya ke batu itu, maka hal itu sudah menjadi penyucinya jika ia mengusap ke mukanya.”

    *d. Yang Membatalkan Tayammum*

Semua yang membatalkan wudhu’, karena tayammum itu pengganti wudhu, dan yang menjadi pengganti memiliki hukum yang digantikan.
Ada air, jika tayammum dilakukan karena tidak ada air.
Hilangnya uzur yang karenanya dilakukan tayammum seperti sakit, dsb.
     *e. Sifat atau Tatacara Tayammum*

Caranya adalah ia berniat di hati, membaca basmalah (Bismillah), lalu menepuk dengan kedua telapak tangannya ke tanah sekali tepuk, kemudian ia tiup kedua tangannya atau membersihkannya dengan ringan (agar mukanya tidak berlumuran debu), kemudian mengusap muka dan kedua tangannya sampai pergelangan. Hal ini berdasarkan hadits ‘Ammar yang di sana diterangkan, bahwa tayammum itu sekali tepuk untuk muka dan kedua telapak tangan (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ no. 161). Demikian pula berdasarkan hadits ‘Ammar, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya:

إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَقُولَ بِيَدَيْكَ هَكَذَا” ثُمَّ ضَرَبَ بِيَدَيْهِ اَلْأَرْضَ ضَرْبَةً وَاحِدَةً, ثُمَّ مَسَحَ اَلشِّمَالَ عَلَى اَلْيَمِينِ, وَظَاهِرَ كَفَّيْهِ وَوَجْهَهُ وَفِي رِوَايَةٍ لِلْبُخَارِيِّ: وَضَرَبَ بِكَفَّيْهِ اَلْأَرْضَ, وَنَفَخَ فِيهِمَا, ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ وَكَفَّيْه
_“Sebenarnya kamu cukup melakukan dengan kedua tanganmu begini,” Beliau pun menepukkan kedua tangannya ke tanah sekali tepuk, lalu mengusapkan tangan kanannya dengan tangan kirinya dan (mengusap) punggung telapak tangannya serta mukanya.” (Muttafaq ‘alaih, lafaz ini adalah lafaz Muslim. Dalam riwayat Bukhari disebutkan, “Beliau menepukkan tanah dengan kedua telapak tangannya dan meniupnya, lalu mengusap dengan kedua telapak tangannya itu muka dan (punggung) kedua telapak tangannya.”)_

Wallahu'alam
Berlanjut.....insyaAllah
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

THAHARAH. Part 45

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                       *F I Q I H*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*T H A H A R A H* Part 45
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

     – Karena sangat dingin yang dikhawatirkan berbahaya bagi dirinya jika menggunakannya. Hal ini berdasarkan hadits ‘Amr bin ‘Ash berikut:

عَن عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّهُ قَالَ لَمَّا بَعَثَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ ذَاتِ السَّلَاسِلِ قَالَ احْتَلَمْتُ فِي لَيْلَةٍ بَارِدَةٍ شَدِيدَةِ الْبَرْدِ فَأَشْفَقْتُ إِنْ اغْتَسَلْتُ أَنْ أَهْلَكَ فَتَيَمَّمْتُ ثُمَّ صَلَّيْتُ بِأَصْحَابِي صَلَاةَ الصُّبْحِ قَالَ فَلَمَّا قَدِمْنَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ يَا عَمْرُو صَلَّيْتَ بِأَصْحَابِكَ وَأَنْتَ جُنُبٌ قَالَ قُلْتُ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي احْتَلَمْتُ فِي لَيْلَةٍ بَارِدَةٍ شَدِيدَةِ الْبَرْدِ فَأَشْفَقْتُ إِنْ اغْتَسَلْتُ أَنْ أَهْلَكَ وَذَكَرْتُ قَوْلَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ { وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا } فَتَيَمَّمْتُ ثُمَّ صَلَّيْتُ فَضَحِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ يَقُلْ شَيْئًا
Dari ‘Amr bin ‘Aash, ia berkata: Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  mengirimnya pada tahun (terjadi perang) Dzaatussalaasil ia berkata, _“Pada suatu malam yang sangat dingin aku bermimpi, aku khawatir jika aku mandi, maka aku akan binasa, maka aku bertayammum, lalu shalat Subuh bersama kawan-kawanku. Ketika kami datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka aku sebutkan hal itu kepada Beliau, lalu Beliau bertanya, “Wahai Amr, apakah engkau shalat dengan kawan-kawanmu dalam keadaan engkau junub?” Aku menjawab, “Ya wahai Rasulullah. Sesungguhnya aku mimpi (basah) di malam yang sangat dingin, lalu aku khawatir jika aku mandi, maka aku akan binasa, dan aku ingat firman Allah ‘Azza wa Jalla, “Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.”_ (An Nisaa’: 29)  _Lalu aku bertayammum dan shalat. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersenyum dan tidak berkata apa-apa.”_ (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Daruquthni, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ no. 154)

     – Bagi yang memiliki air sedikit, di mana jika ia pakai untuk berwudhu’, ia akan kehausan.

     – Bagi yang tidak mampu bergerak mengambil air, dan di sana tidak ada orang yang membawakan air kepadanya.

     – Jika antara dia dengan air ada musuh, kebakaran, pencuri atau ia mengkhawatirkan  keadaan dirinya, hartanya dan kehormatannya, atau orang yang sakit yang tidak mampu bergerak dan tidak ada yang mengambilkan air untuknya, maka ia seperti orang yang sedang tidak menemukan air. (Lihat Al Mughni 1/315 dan 316, dan  Syarhul ‘Umdah oleh Ibnu Taimiyah 1/430).

Wallahu'alam
Berlanjut.....insyaAllah
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃 *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★💙💙🕋💙💙★★★★ *بِسْــ...