19 Juli 2018

KETERPUTUSAN SANAD YANG TERSEMBUNYI Part 1

┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓
                *ILMU HADITS*
┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ┛
*KETERPUTUSAN SANAD YG TERSEMBUNYI* Part 1
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ…*

Dalam ilmu hadits, salah satu syarat suatu hadits dianggap shahih adalah bersambungnya sanad. Misalnya dalam sebuah hadits di kitab Shahih Bukhari terangkai jalur sanad dari Imam al-Bukhari sang penulis kitab sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai berikut:

*Al-Bukhari –> Abdullah ibn Yusuf –> Malik ibn Anas –> Ibn Syihab –> Muhammad ibn Jubair –> Jubair ibn Muth’im –> Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.*

Jalur sanad di atas dianggap tersambung (muttashil) jika al-Bukhari memang benar-benar mendengar atau menerima hadits tersebut dari Abdullah ibn Yusuf, Abdullah ibn Yusuf benar-benar mendengar atau menerima dari Malik ibn Anas, dan seterusnya sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika ada periwayat hadits yang tidak mendengar atau menerima langsung hadits tersebut dari orang di atasnya, maka hadits tersebut dianggap terputus, dan berarti dihukumi dhaif.

Misalnya dari jalur sanad di atas, (seandainya) Ibn Syihab tak pernah mendengar atau menerima hadits tersebut dari Muhammad ibn Jubair, entah karena
(1) Ibn Syihab tak sezaman dengan Muhammad ibn Jubair, atau
(2) sezaman tapi tak pernah bertemu, atau
(3) pernah bertemu namun Ibn Syihab tak pernah mendengar atau menerima riwayat hadits dari Ibn Jubair, atau
(4) ia pernah mendengar beberapa riwayat hadits dari Ibn Jubair namun untuk hadits tersebut (yang dimisalkan di jalur sanad) ia tak pernah mendengar atau menerimanya dari Ibn Jubair, maka hadits tersebut (dengan jalur sanad di atas) otomatis menjadi dhaif.

Berkaitan dengan terputusnya sanad, ada keterputusan sanad yang tampak jelas bagi para ahli hadits, dan ada juga yang tersembunyi yang hanya diketahui oleh sebagian ahli hadits yang sangat cermat. Maksud tersembunyi di sini adalah pada penampakannya jalur sanad pada hadits tersebut tersambung, namun setelah dilakukan penelitian dengan cermat oleh para pakar, terbukti jalur sanad pada hadits tersebut terputus.

Ada dua istilah untuk menunjukkan keterputusan sanad yang tersembunyi ini. Istilah pertama adalah mudallas dan yang kedua mursal khafi.

Hadits mudallas secara umum terbagi dua, yaitu tadlisul isnad dan tadlisusy syuyukh. Maksud Tadlisul isnad adalah seorang periwayat hadits (rawi A) meriwayatkan suatu hadits dari periwayat hadits di atasnya (rawi B), padahal ia (rawi A) tak pernah mendengar hadits tersebut dari rawi B, namun ia meriwayatkan dengan ungkapan yang tidak tegas yang menunjukkan kemungkinan ia memang mendengar dari rawi B atau mungkin juga tidak. Jadi dalam tadlisul isnad, rawi A tidak menyatakan misalnya ‘saya telah mendengar rawi B berkata (sami’tu)’ atau ‘rawi B telah menyampaikan kepada kami (haddatsana)’, namun ia menyatakannya dengan redaksi yang mengandung dua kemungkinan, kemungkinan ia mendengar langsung atau ia tak mendengarnya secara langsung, misalnya dengan redaksi ‘rawi B telah berkata (qaala)’ atau ‘dari rawi B (‘an)’.

Wallahu'alam.
Berlanjut......
πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸ•ŒπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    πŸ‘ˆπŸΏπŸ˜ŽπŸ‘‰πŸΏ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★πŸ’™πŸ’™πŸ•‹πŸ’™πŸ’™★★★★ *Ψ¨ِΨ³ْΩ€Ω€...