17 Juli 2018

DALIL YANG DI GUNAKAN IMAM SYAFII

┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓
                  *F I Q I H*
┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ┛
*DALIL DALIL YANG DI GUNAKAN IMAM SYAFI'I*
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ…*
Oleh: Muhammad Abduh Al-Banjary

Imam Asy-Syafi’i menggunakan lima dalil secara berurutan dalam menetapkan suatu hukum. Beliau baru beralih ke urutan atau tingkatan berikutnya, jika tidak ditemukan dalil pada tingkatan di atasnya. Berikut tingkatan-tingkatan dalil tersebut.

*Tingkatan Pertama*
Imam Asy-Syafi’i merujuk kepada Al-Kitab dan As-Sunnah yang shahih. Beliau meletakkan Al-Kitab dan As-Sunnah dalam satu tingkatan. Hal ini karena dalam banyak keadaan, As-Sunnah berfungsi untuk menjelaskan isi Al-Kitab dan memperinci kemujmalannya (keglobalannya).

Hadits ahad –walaupun juga menjadi hujjah– berbeda tingkatannya dengan Al-Qur’an dari sisi kemutawatirannya.

Demikian pula, As-Sunnah tidak boleh bertentangan dengan Al-Qur’an. Dan jika tidak terdapat tambahan penjelasan dari As-Sunnah, maka beliau mencukupkan diri dengan Al-Qur’an.

*Tingkatan Kedua*
Beliau merujuk kepada Ijma’ ‘ulama jika penjelasan suatu hukum tidak terdapat dalam Al-Kitab dan As-Sunnah. Ijma’ ‘ulama yang dimaksud adalah ijma’ ‘ulama yang memiliki ‘ilm al-khaashshah. ‘Ilm al-khaashshah adalah ilmu diin yang khusus dipelajari oleh para fuqaha dan mujtahid, yang memerlukan pengkajian mendalam untuk meraih ilmu tersebut.

Ijma’ mereka ini menjadi hujjah bagi orang-orang yang datang setelah mereka.

*Tingkatan Ketiga*
Perkataan sebagian shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasarkan ra’yu (pikiran) mereka, tanpa diketahui ada satu orang shahabat yang lain pun yang menyelisihinya. Menurut Imam Asy-Syafi’i, ra’yu shahabat lebih baik dari ra’yu selain mereka, termasuk ra’y beliau sendiri.

*Tingkatan Keempat*
Jika para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berselisih pendapat dalam satu perkara, maka yang dipilih adalah yang paling mendekati kandungan Al-Kitab dan As-Sunnah, atau yang dikuatkan oleh qiyas. Dan tidak boleh meninggalkan pendapat mereka dan mengambil pendapat yang lain.

*Tingkatan Kelima*
Melakukan qiyas pada satu perkara yang telah diketahui hukumnya berdasarkan tingkatan-tingkatan sebelumnya, yaitu Al-Kitab, As-Sunnah dan Ijma’, sesuai urutannya. Maka, perkara yang belum diketahui hukumnya itu diqiyaskan dengan perkara yang telah disebutkan dalam nash, baik Al-Kitab maupun As-Sunnah, atau diketahui hukumnya melalui ijma’, atau ia sesuai dengan perkataan sebagian shahabat tanpa ada yang menyelisihinya, atau perkataan mereka yang terdapat perselisihan di dalamnya.

Wallahu'alam.
πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸ•ŒπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    πŸ‘ˆπŸΏπŸ˜ŽπŸ‘‰πŸΏ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★πŸ’™πŸ’™πŸ•‹πŸ’™πŸ’™★★★★ *Ψ¨ِΨ³ْΩ€Ω€...