03 Agustus 2018

MENGENAL HADITS SHAHIH. Part 2

┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓
             *ILMU HADITS*
┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ┛
*MENGENAL HADITS SHAHIH* Part 2
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ…*

*SYARAT HADITS SHAHIH*

Berdasarkan ta’rif hadits shahih di atas, bisa kita simpulkan bahwa suatu hadits bisa dikatakan shahih jika memenuhi 5 syarat, yaitu:
(1) bersambung sanadnya,
(2) perawinya adil,
(3) perawinya dhabith, (4) tidak terdapat syadz, (5) tidak terdapat ‘illah.

Jika salah satu dari 5 syarat di atas tidak terpenuhi, maka hadits tersebut tidak bisa dikatakan sebagai hadits shahih.

*Contoh Hadits Shahih*

Hadits yang dikeluarkan oleh al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya no. 765. Beliau berkata: haddatsanaa ‘Abdullah ibn Yusuf, qaala akhbaranaa Malik, ‘an ibn Syihab, ‘an Muhammad ibn Jubair ibn Muth’im, an abiihi, qaala:

Ψ³Ω…ΨΉΨͺ Ψ±Ψ³ΩˆΩ„ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω… Ω‚Ψ±Ψ£ في Ψ§Ω„Ω…ΨΊΨ±Ψ¨ Ψ¨Ψ§Ω„Ψ·ΩˆΨ±
_“Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surah ath-Thuur saat shalat maghrib.”_

Hadits di atas dianggap hadits shahih karena:

1. Sanadnya muttashil. Seluruh rawi dari hadits ini mendengar hadits tersebut langsung dari syaikhnya. Adapun ‘an’anah Malik, Ibn Syihab dan Ibn Jubair dianggap muttashil, karena mereka bukan rawi mudallis.

‘An’anah itu maksudnya periwayatan hadits menggunakan lafazh ‘an (ΨΉΩ†). Lafazh itu memiliki dua kemungkinan, yaitu : (1) si rawi mendengar langsung hadits tersebut dari syaikhnya,
(2) rawi tersebut tidak mendengar dari syaikhnya. Sedangkan mudallis itu adalah rawi yang punya kebiasaan menyembunyikan nama syaikh yang meriwayatkan hadits kepadanya, dan ia langsung menyebut nama orang di atas syaikhnya tersebut. Jika seorang rawi mudallis meriwayatkan hadits dengan ‘an’anah, maka kemungkinan riwayatnya itu terputus.

2. Seluruh rawinya ‘adil dan dhabith. Berikut penilaian ‘ulama al-jarh wa at-ta’dil terhadap mereka:

● ‘Abdullah ibn Yusuf: tsiqah mutqin
● Malik ibn Anas: imam hafizh
● Ibn Syihab az-Zuhri: faqih hafizh, muttafaq ‘ala jalalatihi wa itqanihi
● Muhammad ibn Jubair: tsiqah
● Jubair ibn Muth’im: shahabi

3. Tidak syadz, yaitu tidak bertentangan dengan riwayat orang-orang yang lebih tsiqah.

4. Tidak terdapat ‘illah yang membuat cacat hadits tersebut.

Wallahu'alam.
Berlanjut.....
πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸ•ŒπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    πŸ‘ˆπŸΏπŸ˜ŽπŸ‘‰πŸΏ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★πŸ’™πŸ’™πŸ•‹πŸ’™πŸ’™★★★★ *Ψ¨ِΨ³ْΩ€Ω€...