14 Februari 2018

HARAM MELAKUKAN APA YG BELUM PERNAH NABI LAKUKAN. Part 5


┏๐ŸŒบ๐Ÿƒ●●━━━━━━━━━━━━┓
         AQIDAH AKHLAQ
┗━━━━━━━━━━━━●●๐ŸŒบ๐Ÿƒ┛
*HARAM MELAKUKAN APA YANG BELUM PERNAH NABI LAKUKAN?"* Part 5
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com

*Penisbatan Ijtihad Fiqih*
Dan kehati-hatian dan kekhawatiran para sahabat dalam penisbatan qaul atau perkataan kepada Nabi yang akhirnya membuat mereka sangat ketat karena takut salah dan akhirnya jatuh kepada ancaman neraka dari nabi tersebut merambat kepada fatwa-fatwa dan ijtihad mereka dalam masalah hukum (fiqih).
Ketika mereka berijtihad dalam sebuah masalah yang memang tidak ada hadits atau ada hadits namun mereka tidak menerimanya, mereka berijtihad dan hasil ijtihadnya tersebut mereka katakan sebagai hasil ijtihadnya, dan itu pendapatnya.

Mereka sama sekali tidak mengatakan _“ini adalah pendapat yang Allah dan Rasul-Nya inginkan!”_. Tidak juga mereka katakan: _“ini adalah pendapat yang benar menurut Allah dan rasul-Nya!”_. Walaupun mereka orang-orang terdekat dengan Nabi, orang yang paling paham dengan al-Quran dan Sunnah, mereka tidak sampai hati menisbatkan hasil ijtihad mereka kepada Allah Ta'ala dan rasul-Nya.

*Kenapa?*
Khawatir kalau apa yang mereka ijtihadkan itu bukanlah sebuah kebenaran yang Allah Ta'ala dan Rasul-Nya inginkan. Mereka hanya menjalankan tugas ijtihad, tapi tidak bertugas untuk mengaku-ngaku bahwa ijtihadnya yang paling benar. Karena itu mereka tidak mengatakan: _“ini pendapat yang sesuai Kitab dan Sunnah!”_.

Tapi justru dengan tegas mereka, para sahabat mengatakan bahwa hasil ijtihadnya itu adalah pendapatnya sendiri. Kalimat yang masyhur seperti ini:

_*“ini adalah pendapatku, kalau ini benar maka itu dari (anugerah) Allah dan kalau salah maka itu dari aku sendiri dan dari setan."_  _" Dan Allah serta Rasul-Nya terbebas dari (ijtihad)-ku ini.”_

Kehati-hatian mereka membuat mereka menjadi sangat tawadhu’ sekali. Perkataan sahabat yang seperti ini banyak ditulis oleh ulama dalam kitab-kitab mereka, termasuk sheikh al-Islam Ibnu Taimiyah (728 H), dalam banyak halaman di kitab beliau Majmu’ al-Fatawa, salah satunya di Bab 10, hal. 450:

ูˆู‚ุฏ ู‚ุงู„ ุฃุจูˆ ุจูƒุฑ ูˆุงุจู† ู…ุณุนูˆุฏ ูˆุบูŠุฑู‡ู…ุง ู…ู† ุงู„ุตุญุงุจุฉ ููŠู…ุง ูŠูุชูˆู† ููŠู‡ ุจุงุฌุชู‡ุงุฏู‡ู…: ุฅู† ูŠูƒู† ุตูˆุงุจุง ูู…ู† ุงู„ู„ู‡ ูˆุฅู† ูŠูƒู† ุฎุทุฃ ูู‡ูˆ ู…ู†ูŠ ูˆู…ู† ุงู„ุดูŠุทุงู† ูˆุงู„ู„ู‡ ูˆุฑุณูˆู„ู‡ ุจุฑูŠุฆุงู† ู…ู†ู‡
_“dan Abu Bakar serta Ibnu Mas’ud serta sahabat lainnya telah berkata dalam setiap fatwa yang merekaijtihadkan: ini adalah pendapatku, kalau ini benar maka itu dari (anugerah) Allah dan kalau salah maka itu dari aku sendiri dan dari setan. Dan Allah serta Rasul-Nya terbebas dari (ijtihad)-ku ini.”_

Jadi, tidak gampang mengatakan: _“ini yang benar sesuai quran dan sunnah!”._ Sebagaimana juga para sahabat mengajarkan itu. Karena bisa saja ijtihadnya itu salah, akhirnya ia menisbatkan pendapat yang salah kepada Allah dan Nabi .

Wallahu 'alam.
Berlanjut....insyaAllah.
๐ŸŒท๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ•Œ๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐ŸŒท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    ๐Ÿ‘ˆ๐Ÿฟ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ‘‰๐Ÿฟ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏๐ŸŒบ๐Ÿƒ●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●๐ŸŒบ๐Ÿƒ *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ•‹๐Ÿ’™๐Ÿ’™★★★★ *ุจِุณْู€ู€...