16 Desember 2019

SEPUTAR PUASA. Part 38

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                       *F I Q I H*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*SEPUTAR  PUASA* Part 38
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

*MANI HUKUMNYA TIDAK NAJIS, BERBEDA DENGAN MADZI DAN WADI.*

Adapun tentang keluarnya madzi, Imam Ibnu Qudamah berkata:

وذهب أبو حنيفة والشافعي إلى أن نزول المذي لا يفطر به مطلقا سواء نزل بمباشرة أم بغيرها وأن المفسد للصيام هو نزول المني لا المذي

_“Imam Abu Hanifah dan Imam Asy-Syafi’I berpendapat, keluarnya madzi sama sekali tidak membatalkan puasa, baik karena sebab bercumbu maupun selainnya. Sebab yang merusak puasa adalah keluarnya mani (dengan sengaja),_ bukan madzi (Lihat al-Mughni, IV: 363).”

Imam an-Nawawi berkata:

لو قبل امرأة وتلذذ فأمذى ولم يمن لم يفطر عندنا بلا خلاف

_“Sekiranya seorang suami mencium istrinya dan terasa nikmat, kemudian ia mengelurkan madzi dan tidak mengeluarkan mani, maka puasanya tidak batal menurut kami (ulama madzhab Syafi’i) tanpa ada perselisihan_ (Lihat kitab al-Majmu’, VI: 323. Lihat juga penjelasan beliau pada hal. 349).”

Syaikhul Islam Imam Ibnu Taimiyyah berkata:

ولا يفطر بمذي بسبب قبلة أو لمس أو تكرار نظر وهو قول أبي حنيفة والشافعي وبعض أصحابنا

_“Puasa seseorang tidak batal karena madzi yang disebabkan oleh ciuman, sentuhan, atau melihat (perempuan) berulang kali. Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah, Imam Asy-Syafi’i, dan sebagian sahabat kami_ (ulama madzhab Hanbali) (Lihat al-Ikhtiyaaraat, hal. 56).

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, keluarnya madzi tidak menyebabkan puasa seseorang menjadi batal. Sebab puasa adalah ibadah syar’i yang diwajibkan kepada manusia (muslim) sehingga ia tidak rusak/batal kecuali ada dalil yang menjelaskan (lihat asy-Syarh al-Mumti’, VI: 390).

Meskipun demikian, seorang muslim mempunyai kewajiban untuk menjaga puasa yang sedang dijalankan, terlebih lagi Ramadhan. Jika seorang tidak mampu menguasai dirinya dari gejolak nafsu, maka makruh baginya bercumbu rayu dengan istri, bahkan haram jika sampai menyebabkan keluarnya mani dan wajib mengqadla puasanya di hari yang lain.

Tentu akan menjadi sangat baik jika ia menyibukkan diri dengan memperbanyak amal saleh sehingga -paling tidak- dapat mencegahnya dari pikiran dan atau tindakan yang berpotensi merusak puasanya. Sebab Allah swt memberikan kelapangan dan keluasan bagi orang yang berpuasa -termasuk Ramadhan- untuk melakukan aktivitas seksual hingga waktu fajar, dimana ia tidak perlu merasa was-was dengan pembatal dan atau perusak puasa.

Wallahu'alam
Berlanjut.....insyaAllah
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃 *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★💙💙🕋💙💙★★★★ *بِسْــ...