07 Desember 2018

CIRI CIRI HADITS PALSU. Part 2

┏๐ŸŒบ๐Ÿƒ●●━━━━━━━━━━━━┓
             *ULUMUL HADITS*
┗━━━━━━━━━━━━●●๐ŸŒบ๐Ÿƒ┛
*CIRI-CIRI HADITS PALSU* Part 2
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…*

*B. Tanda-Tanda Hadits Palsu Dari Sisi Matan*

1. Tidak fasihnya lafazh.

Lemah (tidak fasihnya) lafazh tidak mungkin keluar dari lisan seorang yang fasih berbahasa Arab. Lebih-lebih lagi, ia tidak mungkin keluar dari orang yang paling fasih bahasanya, yaitu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata:  _“Letak kepalsuannya jika ia disertai penegasan bahwa lafazh tersebut memang berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”_

2. Rusaknya makna.

Misalnya, jika ia menyalahi perkara-perkara yang sudah dipastikan oleh akal, tanpa ada kemungkinan untuk ditakwilkan, atau jika ia menyalahi kaidah-kaidah umum dalam hukum dan akhlak, atau jika ia mendorong nafsu syahwat dan perbuatan merusak, atau menyalahi hal yang dapat diindra dan dilihat, atau menyelisihi kaidah umum dalam dunia kedokteran, atau menyalahi prinsip kesucian Allah ta’ala, atau menyalahi hal-hal yang sudah dipastikan secara historis atau menurut sunnatullah dalam alam dan manusia, atau memuat hal-hal sepele yang tidak mungkin diterima oleh orang-orang yang waras.

Contohnya hadits palsu: _“Perahu Nuh melakukan thawaf di Ka’bah tujuh kali, dan shalat di maqam Ibrahim dua rakaat.”_ Juga hadits palsu: _“Melihat wajah yang cantik itu mempertajam penglihatan.”_ Juga hadits palsu:  _“Tuhan menciptakan kuda, kemudian dipacunya kuda tersebut sampai berkeringat, maka Dia ciptakan Diri-Nya dari keringat kuda tersebut.”_

3. Bertentangan dengan makna yang sharih (jelas) dalam Al-Qur’an dan Hadits Mutawatir, dan tidak mungkin untuk ditakwilkan. Atau bertentangan dengan kaidah umum yang diambil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Atau bertentangan dengan ijma’.

Misalnya hadits palsu: _“Anak zina tidak akan masuk surga sampai tujuh turunan.”_ Ini bertentangan dengan firman Allah ta’ala:

ูˆู„ุง ุชุฒุฑ ูˆุงุฒุฑุฉ ูˆุฒุฑ ุฃุฎุฑู‰

_“Seorang yang berdosa tidak akan menanggung dosa orang lain.”_ (QS. Al-An’aam [6]: 164)

Misal lain, hadits palsu: _“Jika kalian menuturkan suatu hadits dariku yang mencocoki kebenaran, maka ambillah ia, baik aku benar-benar pernah mengatakannya, atau tidak.” _  Ini bertentangan dengan hadits mutawatir:  _“Barangsiapa berdusta atas diriku secara sengaja, maka hendaknya ia mengambil tempat duduknya di neraka.”_

Wallahu'alam.
Berlanjut.....
๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐Ÿ•Œ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    ๐Ÿ‘ˆ๐Ÿฟ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ‘‰๐Ÿฟ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏๐ŸŒบ๐Ÿƒ●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●๐ŸŒบ๐Ÿƒ *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ•‹๐Ÿ’™๐Ÿ’™★★★★ *ุจِุณْู€ู€...