03 Agustus 2018

MENGENAL HADITS HASAN. Part 2

┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓
             *ILMU HADITS*
┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ┛
*MENGENAL HADITS HASAN* Part 2
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ…*

*PERBEDAAN HADITS SHAHIH DAN HADITS HASAN*

Berdasarkan ta’rif dari Ibn Hajar, perbedaan hadits shahih dan hadits hasan ‘hanyalah’ dari sisi kedhabithan perawinya. Hadits shahih seluruh perawinya sempurna kedhabithannya, sedangkan hadits hasan terdapat rawi yang ringan kedhabithannya.

*Contoh Hadits Hasan*
Hadits yang dikeluarkan oleh at-Tirmidzi (1659). Beliau berkata: haddatsanaa ‘Quthaibah, haddatsanaa Ja’far ibn Sulaiman adh-Dhuba’i, ‘an Abi ‘Imran al-Jauni, ‘an Abi Bakr ibn Abi Musa al-Asy’ari, ia berkata: saya mendengar ayahku berkata ketika musuh telah hadir: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Ψ₯Ω† أبواب Ψ§Ω„Ψ¬Ω†Ψ© ΨͺΨ­Ψͺ ΨΈΩ„Ψ§Ω„ Ψ§Ω„Ψ³ΩŠΩˆΩ…
_“Sesungguhnya pintu surga di bawah kilatan pedang…”_

Hadits ini merupakan hadits hasan, karena seluruh rawinya adalah rawi yang tsiqah, kecuali Ja’far ibn Sulaiman adh-Dhuba’i, ia hasanul hadits, sebagaimana dinukil oleh al-Hafizh Ibn Hajar di Tahdzib at-Tahdzib tentang ini dari Abi Ahmad.

*HUKUM HADITS HASAN*
Hadits hasan merupakan hujjah, sebagaimana hadits shahih, walaupun ia lebih lemah daripada hadits shahih. Seluruh fuqaha berhujjah dan beramal dengannya, demikian juga mayoritas muhadditsun dan ushuliyyun juga berhujjah dengannya, kecuali sebagian kelompok mutasyaddidun. Sedangkan yang mutasahilun  seperti al-Hakim, Ibn Hibban dan Ibn Khuzaimah malah memasukkannya ke kelompok hadits shahih.

*TINGAKATAN HADITS HASAN*
Sebagaimana hadits shahih, hadits hasan juga mempunyai tingkatan, yaitu:

1. Tingkatan yang tertinggi adalah hadits yang diperselisihkan periwayatnya, shahihkah ia atau hasan. Misalnya hadits yang diriwayatkan oleh Bahz ibn Hakim dari ayahnya dari kakeknya, atau ‘Amr ibn Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, atau Ibn Ishaq dari at-Taimi.

2. Tingkatan yang terendah adalah hadits yang diperselisihkan rawinya, hasan atau dha’ifkah ia. Misalnya hadits al-Harits ibn ‘Abdillah, ‘Ashim ibn Dhamrah, Hajjaj ibn Arthah dan yang semisal dengan mereka.

*Apakah yang Dimaksud dengan Ungkapan ‘Shahihul Isnad’ atau ‘Hasanul Isnad’?*

Jika seorang ahli hadits mengatakan ‘hadits shahihul isnad’, maksudnya adalah hadits tersebut shahih sanadnya, sedangkan matannya belum tentu. Jika hadits shahih harus memenuhi 5 syarat, maka shahihul isnad hanya memenuhi 3 syarat, yaitu : bersambungnya sanad, serta ‘adil dan dhabithnya rawi, sedangkan ketiadaan syadz dan ‘illah masih belum ditentukan. Demikian juga untuk ungkapan ‘hasanul isnad’.

Walaupun begitu, jika seorang hafizh mu’tamad menyatakan ‘ini adalah hadits shahihul isnad’, dan ia tidak menyebutkan ‘illah pada hadits tersebut, maka zhahirnya matan hadits tersebut juga shahih. Karena hukum asalnya, ‘illah dan syadz tidak terdapat dalam hadits.

Wallahu'alam.
Berlanjut...................
πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸ•ŒπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/FTa3xlXcWSR5Bo3NqdZ1b2
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    πŸ‘ˆπŸΏπŸ˜ŽπŸ‘‰πŸΏ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★πŸ’™πŸ’™πŸ•‹πŸ’™πŸ’™★★★★ *Ψ¨ِΨ³ْΩ€Ω€...