03 Maret 2018

TENTANG WARISAN. Part 14


┏๐ŸŒบ๐Ÿƒ●●━━━━━━━━━━━━┓
                  F A R O I D
┗━━━━━━━━━━━━●●๐ŸŒบ๐Ÿƒ
*TENTANG WARISAN* Part 14
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com

*Pendapat kedua* Menyatakan anak tersebut dinasabkan kepada pezina apabila ia meminta penasabannya.
Inilah pendapat Ishรขq bin Rahuyah rahimahullah, ‘Urwah bin az-Zubeir rahimahullah, Sulaiman bin Yasรขr rahimahullah dan Syeikh al-Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah.
Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan : Ada dua pendapat ulama dalam masalah pezina yang meminta anak zinanya dinasabkan kepadanya apabila wanita yang dizinahinya tidak bersuami.
   ● Nabi bersabda:
ุงู„ูˆَู„َุฏُ ู„ِู„ْูِุฑَุงุดِ ، ูˆَู„ِู„ْุนَุงู‡ِุฑِ ุงู„ْุญَุฌْุฑُ
_"Anak yang lahir adalah milik pemilik kasur (suami) dan pezinanya dihukum."_
Nabi  menjadikan anak tersebut milik suami (al-Firaasy) bukan pezina. Apabila wanita itu tidak bersuami (al-Firรขsy) maka tidak masuk dalam hadits ini. [  Majmu’ Fatรขwรข 32/112-113].
Ibnu Taimiyah rahimahullah berargumen dengan perbuatan Khalifah Umar bin Al-Khaththรขb sebagaimana diriwayatkan imam Mรขlik dalam al-Muwaththa’ dengan lafadz:
ุฃَู†َّ ุนُู…َุฑَ ุจْู†َ ุงู„ْุฎَุทَّุงุจِ – ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ – ูƒَุงู†َ ูŠُู„ِูŠْุทُ ุฃَูˆْู„ุงَุฏَ ุงู„ْุฌَุงู‡ِู„ِูŠَّุฉِ ุจِู…َู†ِ ุงุฏَّุนَุงู‡ُู…ْ ูِูŠ ุงู„ุฅِุณْู„ุงَู…ِ .
Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu dahulu menasabkan anak-anak jahiliyah kepada yang mengakuinya (sebagai anak) dalam Islam.[. Al-Muwaththa’ 2/740]

Demikian juga ia berargumen dengan qiyas (analogi), karena bapak adalah salah satu pasangan berzina tersebut. Apabila dinasabkan kepada ibunya dan mewarisinya serta adanya nasab antara anak tersebut dengan kerabat ibunya padahal ia berzina dengan lelaki (bapaknya) tersebut. Anak itu ada dari air kedua pasangan tersebut dan berserikat padanya dan keduanya sepakat itu adalah anaknya, lalu apa yang mencegah dinasabkan anak tersebut kepada bapaknya, apabila selainnya tidak mengakuinya? Ini adalah qiyas murni. [ Zรขd al-Ma’รขd 5/ 381].
Yang rรขjih Wallahu A’lam adalah pendapat jumhรปr dengan keshahihan dalil kedua dan keempat yang menguatkan pendapat jumhรปr.
Setelah membahas perbedaan pendapat dalam masalah ini dan menyampaikan hadits keempat dari pendapat pertama, Ibnul Qayyim rahimahullahmenyatakan : Apabila hadits ini shahรฎh maka wajib berpendapat dengan kandungan hadits ini dan mengambilnya. Apabila hadits ini tidak shahih maka pendapat (yang rajih-) adalah pendapat Ishรขq rahimahullah dan orang-orang yang bersamanya.[Ibid]

Wallahu 'alam.
Berlanjut.....
๐ŸŒท๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ•Œ๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐ŸŒท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    ๐Ÿ‘ˆ๐Ÿฟ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ‘‰๐Ÿฟ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏๐ŸŒบ๐Ÿƒ●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●๐ŸŒบ๐Ÿƒ *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ•‹๐Ÿ’™๐Ÿ’™★★★★ *ุจِุณْู€ู€...