04 Januari 2018
ILMU FIQH. Part 13
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓
F I Q I H
┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐┛
*ILMU FIQIH* Part 13
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com
*Dalil Kaidah*
Kaidah ini didasari oleh dalil-dalil yang sangat banyak. Dalil-dalil yang mendasari kaidah ini dapat dibagi menjadi 4 jenis :
*1. Dalil-dalil yang menetapkan bahwa menetapkan hukum dan syariat adalah hak Allah semata. Maka tidak boleh menetapkan suatu ibadah dengan selain dari dalil-dali syar’i.*
● Syaikh Muhammad bin Nashir As Sa’di mengatakan: _“Mengenai kaidah ini Allah Ta’ala berfirman:
_“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?”_ (QS. Asy Syura: 21).
Dan juga dalil-dalil lain yang memerintahkan untuk beribadah kepada Allah semata tanpa mempersekutukannya. Dan para ulama bersepakat bahwa yang disebut ibadah adalah apa yang diwajibkan atau dianjurkan”( lihat >>
Al Qawaid Wal Ushul Al Jami’ah, 72 ).
Allah Ta’ala juga berfirman:
_“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali”_ (QS. An Nisa: 115)
● Ibnu Katsir menjelaskan: “Maksud ayat ini, barang siapa yang menjalani cara beragama yang bukan berasal dari Rasulullah maka ia telah menempatkan dirinya di suatu irisan (syiqq), sedangkan syariat Islam di irisan yang lain. Itu ia lakukan setelah kebenaran telah jelas baginya” (lihat >> Tafsir Al Qur’an Al Azhim, 2/412 ).
*2. Dalil-dalil yang memerintahkan untuk mengikuti wahyu, mengamalkan nash dan berpegang teguh pada Al Qur’an dan As Sunnah.*
Diantaranya firman Allah Ta’ala:
ุงุชَّุจِุนُูุง ู َุง ุฃُْูุฒَِู ุฅَُِْูููู ْ ู ِْู ุฑَุจُِّูู ْ ََููุง ุชَุชَّุจِุนُูุง ู ِْู ุฏُِِููู ุฃََِْูููุงุกَ
_“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya”_ (QS. Al A’raf: 3).
Diantaranya juga kisah tentang tiga orang:
ุฌَุงุกَ ุซََูุงุซَุฉُ ุฑَْูุทٍ ุฅَِูู ุจُُููุชِ ุฃَุฒَْูุงุฌِ ุงَّููุจِِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุณْุฃََُููู ุนَْู ุนِุจَุงุฏَุฉِ ุงَّููุจِِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ، ََููู َّุง ุฃُุฎْุจِุฑُูุง َูุฃََُّููู ْ ุชََูุงَُّูููุง ، ََููุงُููุง : َูุฃََْูู َูุญُْู ู َِู ุงَّููุจِِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุฏْ ุบُِูุฑَ َُูู ู َุง ุชََูุฏَّู َ ู ِْู ุฐَْูุจِِู َูู َุง ุชَุฃَุฎَّุฑَ ؟ َูุงَู ุฃَุญَุฏُُูู ْ : ุฃَู َّุง ุฃََูุง ، َูุฅِِّูู ุฃُุตَِّูู ุงََّْูููู ุฃَุจَุฏًุง ، ََููุงَู ุขุฎَุฑُ : ุฃََูุง ุฃَุตُูู ُ ุงูุฏَّْูุฑَ ََููุง ุฃُْูุทِุฑُ ، ََููุงَู ุขุฎَุฑُ : ุฃََูุง ุฃَุนْุชَุฒُِู ุงِّููุณَุงุกَ ََููุง ุฃَุชَุฒََّูุฌُ ุฃَุจَุฏًุง ، َูุฌَุงุกَ ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฅَِِْูููู ْ ، ََููุงَู : ” ุฃَْูุชُู ُ ุงَّูุฐَِูู ُْููุชُู ْ َูุฐَุง ََููุฐَุง ، ุฃَู َุง َูุงَِّููู ุฅِِّูู َูุฃَุฎْุดَุงُูู ْ َِِّููู َูุฃَุชَْูุงُูู ْ َُูู َِِّูููู ุฃَุตُูู ُ َูุฃُْูุทِุฑُ ، َูุฃُุตَِّูู َูุฃَุฑُْูุฏُ ، َูุฃَุชَุฒََّูุฌُ ุงِّููุณَุงุกَ ، َูู َْู ุฑَุบِุจَ ุนَْู ุณَُّูุชِู ََْูููุณَ ู ِِّูู
_“Ada tiga orang mendatangi rumah istri-istri Nabi dan bertanya tentang ibadah Nabi. ٍSetelah diberitakan kepada mereka, sepertinya mereka merasa hal itu masih sedikit bagi mereka. Mereka berkata, _“Ibadah kita tak ada apa-apanya dibanding Rasulullah , bukankah beliau sudah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang?” Salah seorang dari mereka berkata, “Sungguh, aku akan shalat malam selama-lamanya” (tanpa tidur). Kemudian yang lain berkata, “Kalau aku, sungguh aku akan berpuasa Dahr (setahun penuh) dan aku tidak akan berbuka”. Dan yang lain lagi berkata, “Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selama-lamanya”. Kemudian datanglah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam kepada mereka seraya bertanya: “Kalian berkata begini dan begitu. Ada pun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa. Aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku”_ (HR. Bukhari no.5063).
Wallahu 'alam.
Berlan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓ *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐ *SEPUTAR ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★๐๐๐๐๐★★★★ *ุจِุณْูู...
-
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓ H A D I T S ┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐┛ *MEMPERBANYAK SHOLAWAT DI HARI JUM'AT DAN MALAM JUM'AT...
-
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓ F I Q I H ┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐┛ *KAIDAH - KAIDAH USHUL FIQH* Part 1 ★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★ ※ http:...
-
┏๐บ๐●●━━━━━━━━━━━━┓ S H O L A T ┗━━━━━━━━━━━━●●๐บ๐┛ *MEMBACA AYAT DI REKAAT KE 3 DAN 4* Part 1 ★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★ ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.