27 November 2017

BERMAKMUM KEPADA IMAM YG BERBEDA MADZHAB. Part2 selesai


┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓
                    S H O L A T
┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ┛
*BERMAKMUM KEPADA IMAM YG BERBEDA MADZHAB*  Part 2 selesai
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com

πŸ”΅  Ada sebagian imam yang mengamalkan pendapat mazhab tertentu yang berbeda dengan pendapat yang diikuti oleh sebagian makmumnya.  Misalnya, imam dalam shalat tidak membaca / mensirrkan basmalah, yang merupakan pendapat jumhur  (mayoritas) mazhab,  sedangkan makmum bermazhab syafi’i yang mana basmalah termasuk bagian dari surat Al-Fatihah yang harus dibaca jaar.
Dalam permasalahan ini kita temukan adanya beberapa pendapat para ulama,Secara umum ada 3 pendapat ulama tentang permasalahan ini.  Lihat πŸ‘‰πŸΏ Al Majmu’ asy Syarhul Muhadzdzab (4/182).
berikut penjabarannya :

*Teladan salaful ummah dalam perbedaan*
Khalifah Harun Ar-Rasyid rahimahullah berbekam lalu langsung mengimami shalat tanpa berwudhu lagi (mengikuti fatwa Imam Malik). Dan Imam Abu Yusuf rahimahullah (murid dan sahabat Abu Hanifah) pun ikut shalat bermakmum di belakang beliau, padahal berdasarkan madzhab Hanafi, berbekam itu membatalkan wudhu. Lihat πŸ‘‰πŸΏ  Majmu Al-Fatawa (20/364-366).

 Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah termasuk yang berpendapat bahwa berbekam dan mimisan itu membatalkan wudhu. Namun ketika beliau ditanya oleh seseorang, _“Bagaimana jika seorang imam tidak berwudhu lagi (setelah berbekam atau mimisan), apakah aku boleh shalat di belakangnya?”_ Imam Ahmad pun menjawab, _“Subhanallah! Apakah kamu tidak mau shalat di belakang Imam seperti Sa’id bin Al-Musayyib rahimahullah dan Imam Malik bin Anas rahimahullah?”_ (karena beliau berdualah yang berpendapat bahwa orang yang berbekam dan mimisan tidak perlu berwudhu lagi). Lihat πŸ‘‰πŸΏ
Majmu’ Al-Fatawa  (20/364-366).

Imam Abu Hanifah , imam Syafi’i, dan imam-imam yang lain, yang berpendapat wajib membaca basmalah sebagai ayat pertama dari surah Al-Fatihah, biasa shalat bermakmum di belakang imam-imam shalat di Kota Madinah yang bermadzhab Maliki, padahal imam-imam shalat itu tidak membaca basmalah sama sekali ketika membaca Al-Fatihah. Lihat πŸ‘‰πŸΏ Al-Inshaf lid-Dahlawi hal 109.

  Imam Asy-Syafi’i rahimahullah pernah shalat shubuh di masjid dekat makam Imam Abu Hanifah  dan tidak melakukan qunut (sebagaimana madzhab beliau), dan itu beliau lakukan _”hanya”_ karena ingin menghormati Imam Abu Hanifah. Padahal Imam Abu Hanifah rahimahullah telah wafat tepat pada tahun Imam Asy-Syafi’i rahimahullah lahir. Lihat πŸ‘‰πŸΏ Al-Inshaf hal. 110.

Wallahu 'alam.
Selesai....
πŸŒ·πŸ€πŸ€πŸ€πŸ•ŒπŸ€πŸ€πŸ€πŸŒ·
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *Telegram Chanel*
     https://t.me/pramida13
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    πŸ‘ˆπŸΏπŸ˜ŽπŸ‘‰πŸΏ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★πŸ’™πŸ’™πŸ•‹πŸ’™πŸ’™★★★★ *Ψ¨ِΨ³ْΩ€Ω€...