18 Oktober 2017

APAKAH ISTRI HARUS MENANGGUNG UTANG SUAMI ?


┏๐ŸŒบ๐Ÿƒ●●━━━━━━━━━━━━┓
                PERNIKAHAN  
┗━━━━━━━━━━━━●●๐ŸŒบ๐Ÿƒ┛
_*APAKAH ISTRI HARUS MENANGGUNG UTANG SUAMI ?*_
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com


Berapapun jumlah hartanya istri, tidak lunya kewajiban untuk menanggung nafkah suaminya. Karena harta istri menjadi murni milik istri.

Allah Ta'ala menegaskan bahwa harta istri murni menjadi miliknya, dan tidak ada seorangpun yang boleh mengambilnya kecuali dengan kerelaan istri.

ูˆَุขุชُูˆุง ุงู„ู†ِّุณَุงุกَ ุตَุฏُู‚َุงุชِู‡ِู†َّ ู†ِุญْู„َุฉً ูَุฅِู†ْ ุทِุจْู†َ ู„َูƒُู…ْ ุนَู†ْ ุดَูŠْุกٍ ู…ِู†ْู‡ُ ู†َูْุณًุง ูَูƒُู„ُูˆู‡ُ ู‡َู†ِูŠุฆًุง ู…َุฑِูŠุฆًุง

_“Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.”_ (QS. An-Nisa: 4)

Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dijelaskan tafsir ayat ini,

ูˆุงู„ุขูŠุฉ ุงู„ูƒุฑูŠู…ุฉ ุนู„ู‚ุช ุฌูˆุงุฒ ุฃุฎุฐ ู…ุงู„ ุงู„ุฒูˆุฌุฉ ุนู„ู‰ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุจุทูŠุจ ุงู„ู†ูุณ ูˆู‡ูˆ ุฃุจู„ุบ ู…ู† ู…ุฌุฑุฏ ุงู„ุฅุฐู†، ูุฅู† ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ู‚ุฏ ุชุชู„ูุธ ุจุงู„ู‡ุจุฉ ูˆุงู„ู‡ุฏูŠุฉ ูˆู†ุญูˆ ุฐู„ูƒ ุจุณุจุจ ุถุบุท ุงู„ุฒูˆุฌ ุนู„ูŠู‡ุง ู…ุน ุนุฏู… ุฑุถุงู‡ุง ุจุฅุนุทุงุฆู‡، ูˆุนู„ู… ู…ู† ู‡ุฐุง ุฃู† ุงู„ู…ุนุชุจุฑ ููŠ ุชุญู„ูŠู„ ู…ุงู„ ุงู„ุฒูˆุฌุฉ ุฅู†ู…ุง ู‡ูˆ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุจุทูŠุจ ุงู„ู†ูุณ

Ayat di atas menjelaskan bahwa suami boleh mengambil harta istri jika disertai kerelaan hati. Dan kerelaan hati itu lebih dari sebatas izin. Karena terkadang ada wanita yang dia menghibahkan atau menghadiahkan hartanya atau semacamnya, disebabkan tekanan suami kepadanya. Sehingga diberikan tanpa kerelaan. Disimpulkan dari sini, bahwa yang menjadi acuan tentang halalnya harta istri adalah adanya kerelaan hati. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 32280)

Jika harta mahar, yang itu asalnya dari suami diberikan kepada istrinya, tidak boleh dinikmati suami kecuali atas kerelaan hati sang istri, maka harta lainnya yang murni dimiliki istri, seperti penghasilan istri atau warisan milik istri dari orang tuanya, tentu tidak boleh dinikmati oleh suaminya kecuali atas kerelaan istri juga.

Dengan demikian, istri tidak wajib menanggung utang suami. Karena istri tidak wajib menafkahi suaminya.

Allahu a’lam.
๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐Ÿ•Œ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒท๐ŸŒท
•┈•◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎•┈•
    *Telegram Chanel*
https://t.me/Aswaja13
    *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
     *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
     *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
     *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    ๐Ÿ‘ˆ๐Ÿฟ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ‘‰๐Ÿฟ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏๐ŸŒบ๐Ÿƒ●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●๐ŸŒบ๐Ÿƒ *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ•‹๐Ÿ’™๐Ÿ’™★★★★ *ุจِุณْู€ู€...