16 Desember 2019

SEPUTAR PUASA. Part 51

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓
                       *F I Q I H*
┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃
*SEPUTAR  PUASA* Part 51
★★★★💙💙🕋💙💙★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم,*

Lalu, bagaimana jika orang yang melakukan onani sedang melaksanakan puasa sunnah? Untuk hal ini, sebagian ulama berpendapat ia tetap wajib mengqadla puasa sunnahnya di hari yang lain. Namun mayoritas ulama berpendapat bahwa ia tidak wajib mengqadla puasa sunnahnya. Hal ini sebagaimana hadits:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا فَقَالَ هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ فَقُلْتُ لَا قَالَ فَإِنِّي صَائِمٌ ثُمَّ مَرَّ بِي بَعْدَ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَقَدْ أُهْدِيَ إِلَيَّ حَيْسٌ فَخَبَأْتُ لَهُ مِنْهُ وَكَانَ يُحِبُّ الْحَيْسَ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ أُهْدِيَ لَنَا حَيْسٌ فَخَبَأْتُ لَكَ مِنْهُ قَالَ أَدْنِيهِ أَمَا إِنِّي قَدْ أَصْبَحْتُ وَأَنَا صَائِمٌ فَأَكَلَ مِنْهُ ثُمَّ قَالَ إِنَّمَا مَثَلُ صَوْمِ الْمُتَطَوِّعِ مَثَلُ الرَّجُلِ يُخْرِجُ مِنْ مَالِهِ الصَّدَقَةَ فَإِنْ شَاءَ أَمْضَاهَا وَإِنْ شَاءَ حَبَسَهَا

_“Dari ‘Aisyah, ia berkata; Suatu hari Rasulallah datang kepadaku kemudian beliau berkata: ‘Apakah engkau punya suatu (makanan)?’ Aku pun menjawab: ‘Tidak ada.’ Beliau pun membalas: ‘Kalau begitu aku berpuasa.’ Hari itu pun berlalu dan kami memperoleh hadiah berupa al-hais lalu aku pun menyisihkannya untuk beliau. Dan Rasulallah saw menyukai al-hais. ‘Aisyah berkata: ‘Wahai Rasulallah, kita mendapat hadiah al-hais dan telah aku siapkan untukmu. Rasulullah menjawab: ‘Bawa kemari! Sungguh pagi ini aku dalam keadaan puasa.’ Lalu beliau bersabda: ‘Perumpamaan orang yang melakukan puasa sunnah seperti orang yang mengeluarkan sadaqah dari hartanya. Jika ia mau, ia bisa mengeluarkannya. Dan jika tidak, ia bisa menahannya_ [H.R. an-Nasaai no. 2322. Syaikh al-Albani mengatakan hadist ini hasan (lihat Irwaa’ al-Ghalil, VI: 135, hadits no. 965)].”

Riwayat ini menjelaskan bahwa Rasulullah membatalkan puasa sunnah yang sedang beliau lakukan. Hal ini yang dijadikan pegangan oleh para ulama yang menyatakan tidak wajib qadla puasa sunnah.

Meskipun demikian, bukan berarti kita boleh dengan gampang membatalkan suatu ibadah meskipun itu hanya bersifat sunnah. Terlebih lagi jika kita membatalkannya dengan perkara yang dilarang, tentu itu merupakan hal yang buruk bahkan bisa masuk dalam kategori meremehkan suatu ibadah jika disertai dengan niat yang dominan dan atau dilakukan berulang-ulang.

Jika tidak ada hajat yang mengharuskan untuk membatalkannya -misal menghormati tuan rumah yang telah menghidangkan makanan apabila dikhawatirkan tuan rumah tersinggung jika kita tidak ikut menyantap makanan- maka sudah selayaknya ibadah sunnah tersebut kita sempurnakan.

Wallahu'alam
Berlanjut.....insyaAllah
🌸🌸🌸🌸🌸🕌🌸🌸🌸🌸🌸
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    👈🏿😎👉🏿

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏🌺🍃●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●🌺🍃 *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★💙💙🕋💙💙★★★★ *بِسْــ...