15 November 2019

SEPUTAR SHOLAT. Part 121

┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓
                       *F I Q I H*
┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ
*SEPUTAR SHOLAT* Part  12
★★★★πŸ’™πŸ’™πŸ•‹πŸ’™πŸ’™★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*Ψ¨ِΨ³ْΩ€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω…ِ Ψ§Ω„Ω„ّΩ‡ِ Ψ§Ω„Ψ±َّΨ­ْΩ…َΩ†ِ Ψ§Ω„Ψ±َّΨ­ِيْΩ…,*

*3. Karena adanya keraguan.*

Jika ia ragu-ragu –semisal ragu telah shalat tiga atau empat raka’at-, kemudian ia mengingat dan bisa menguatkan di antara keragu-raguan tadi, maka ia pilih yang ia anggap yakin. Kemudian ia nantinya akan melakukan sujud sahwi sesudah salam.
Jika ia ragu-ragu –semisal ragu telah shalat tiga atau empat raka’at-, dan saat itu ia tidak bisa menguatkan di antara keragu-raguan tadi, maka ia pilih yang ia yakin (yaitu yang paling sedikit). Kemudian ia nantinya akan melakukan sujud sahwi sebelum salam.
Mengenai permasalahan ini sudah dibahas pada hadits Abu Sa’id Al Khudri yang telah lewat. Juga terdapat dalam hadits ‘Abdurahman bin ‘Auf, ia mendengar Rasulullah bersabda,

Ψ₯ِΨ°َΨ§ Ψ³َΩ‡َΨ§ Ψ£َΨ­َΨ―ُΩƒُΩ…ْ فِΩ‰ Ψ΅َΩ„Ψ§َΨͺِΩ‡ِ فَΩ„َΩ…ْ يَΨ―ْΨ±ِ وَΨ§Ψ­ِΨ―َΨ©ً Ψ΅َΩ„َّΩ‰ Ψ£َوْ Ψ«ِΩ†ْΨͺَيْΩ†ِ فَΩ„ْيَΨ¨ْΩ†ِ ΨΉَΩ„َΩ‰ وَΨ§Ψ­ِΨ―َΨ©ٍ فَΨ₯ِΩ†ْ Ω„َΩ…ْ يَΨ―ْΨ±ِ Ψ«ِΩ†ْΨͺَيْΩ†ِ Ψ΅َΩ„َّΩ‰ Ψ£َوْ Ψ«َΩ„Ψ§َΨ«ًΨ§ فَΩ„ْيَΨ¨ْΩ†ِ ΨΉَΩ„َΩ‰ Ψ«ِΩ†ْΨͺَيْΩ†ِ فَΨ₯ِΩ†ْ Ω„َΩ…ْ يَΨ―ْΨ±ِ Ψ«َΩ„Ψ§َΨ«ًΨ§ Ψ΅َΩ„َّΩ‰ Ψ£َوْ Ψ£َΨ±ْΨ¨َΨΉًΨ§ فَΩ„ْيَΨ¨ْΩ†ِ ΨΉَΩ„َΩ‰ Ψ«َΩ„Ψ§َΨ«ٍ وَΩ„ْيَΨ³ْΨ¬ُΨ―ْ Ψ³َΨ¬ْΨ―َΨͺَيْΩ†ِ Ω‚َΨ¨ْΩ„َ Ψ£َΩ†ْ يُΨ³َΩ„ِّΩ…َ

_“Jika salah seorang dari kalian merasa ragu dalam shalatnya hingga tidak tahu satu rakaat atau dua rakaat yang telah ia kerjakan, maka hendaknya ia hitung satu rakaat. Jika tidak tahu dua atau tiga rakaat yang telah ia kerjakan, maka hendaklah ia hitung dua rakaat. Dan jika tidak tahu tiga atau empat rakaat yang telah ia kerjakan, maka hendaklah ia hitung tiga rakaat. Setelah itu sujud dua kali sebelum salam.”_ (HR. Tirmidzi no. 398 dan Ibnu Majah no. 1209. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 1356)

*Yang perlu diperhatikan:* Seseorang tidak perlu memperhatikan keragu-raguan dalam ibadah pada tiga keadaan:

     1. Jika hanya sekedar was-was yang tidak ada hakikatnya.
     2. Jika seseorang melakukan suatu ibadah selalu dilingkupi keragu-raguan, maka pada saat ini keragu-raguannya tidak perlu ia perhatikan.
     3  Jika keraguan-raguannya setelah selesai ibadah, maka tidak perlu diperhatikan selama itu bukan sesuatu yang yakin.

Wallahu'alam
Berlanjut.....insyaAllah
πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸ•ŒπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    πŸ‘ˆπŸΏπŸ˜ŽπŸ‘‰πŸΏ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★πŸ’™πŸ’™πŸ•‹πŸ’™πŸ’™★★★★ *Ψ¨ِΨ³ْΩ€Ω€...