14 Oktober 2019

THAHARAH. Part 29

┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓
                       *F I Q I H*
┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ
*T H A H A R A H* Part 29
★★★★πŸ’™πŸ’™πŸ•‹πŸ’™πŸ’™★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*Ψ¨ِΨ³ْΩ€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω…ِ Ψ§Ω„Ω„ّΩ‡ِ Ψ§Ω„Ψ±َّΨ­ْΩ…َΩ†ِ Ψ§Ω„Ψ±َّΨ­ِيْΩ…,*

Tetapi wajib membukanya ketika mandi dari haidh berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha. Namun yang lain berpendapat hal itu sunat, seperti Syaikh Ibnu Baz dan muridnya Dr. Sa’id Al Qahthaniy.

–     Dianjurkan bagi wanita apabila mandi karena selesai haidh atau nifas mengambi kapas dengan membubuhi wewangian, lalu mengusap bagian yang terkena darah agar bagian tersebut tidak bau. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Asma’ binti Yazid pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang mandi haidh, maka Beliau bersabda, _“Salah seorang di antara kamu mengambil air dan daun bidara, lalu berwudhu dan memperbagus wudhu’nya, kemudian menuangkan (air) ke atas kepalanya, lalu menggosoknya dengan keras sampai masuk pangkal rambutnya, lalu menuang air ke atasnya, kemudian ia mengambil kapas yang diberi wewangian dan bersih-bersih dengannya.”_ (HR. Jamaah selain Tirmidzi)

Menuangkan air ke seluruh badan dengan mendahulukan bagian yang kanan, lalu yang kiri, dengan memperhatikan dua ketiak, lipatan anggota badan, pusar, pangkal paha, serta menggosok bagian badan yang mungkin digosok. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha, yang di sana disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membasuh maraafi’nya, yaitu pangkal-pangkal lipatan tubuh (HR. Abu Dawud no. 243, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Abi Dawud 1/48).
Berpindah dari tempatnya, lalu membasuh kakinya (berdasarkan hadits Maimunah). Lebih utama mengeringkan anggota badannya dengan tangan berdasarkan hadits Maimunah.
Sebaiknya irit ketika mandi. Anas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  berwudhu’ dengan satu mud[1] dan mandi dengan satu sha’ (4 mud) sampai 5 mud.” (HR. Bukhari dan Muslim). Aisyah radhiyallahu ‘anha  pernah menerangkan, bahwa ia pernah mandi bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam satu wadah yang cukup untuk tiga mud atau mendekatinya. (HR. Muslim).

Wallahu'alam
Berlanjut.....insyaAllah
πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸ•ŒπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    πŸ‘ˆπŸΏπŸ˜ŽπŸ‘‰πŸΏ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★πŸ’™πŸ’™πŸ•‹πŸ’™πŸ’™★★★★ *Ψ¨ِΨ³ْΩ€Ω€...