14 Oktober 2019

TASYABUH. Part 22

┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓
                       *F IQ I H*
┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ
*LARANGAN MENYERUPAI ORANG KAFIR* Part 22
★★★★πŸ’™πŸ’™πŸ•‹πŸ’™πŸ’™★★★★
http://pramida13.blogspot.com
*Ψ¨ِΨ³ْΩ€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω…ِ Ψ§Ω„Ω„ّΩ‡ِ Ψ§Ω„Ψ±َّΨ­ْΩ…َΩ†ِ Ψ§Ω„Ψ±َّΨ­ِيْΩ…,*
*CONTOH-CONTOH PRAKTIS TASYABBUH YANG DILARANG RASULULLAH*
     
*VI. Menanggalkan Sepatu atau Khuf Ketika Shalat*
Termasuk yang dilarang Nabi karena menyerupai orang-orang kafir dan
merupakan ciri khas orang-orang Yahudi adalah tidak mengenakan sepatu
ataupun khuf (sepatu dari kulit yang menutup mata kaki) dalam shalat, padahal
telah ada larangan melepas sepatu ketika shalat. Hal itu merupakan sesuatu yang
lazim agar berbeda dengan orang-orang Yahudi selama tidak menimbulkan
kekhawatiran tidak menimbulkan penyakit.
Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Hakim, kemudian dishahihkannya, serta
disetujui Adz-Dzahabi; bersabda Nabi : _“Selisihilah orang-orang Yahudi. Sesungguhnya mereka tidak shalat atas sepatu mereka dan tidak pula atas khuf-khuf mereka.”_ ( HR. Abu Dawud hadits no. 652, dan Hakim dan dishahihkannya, serta disepakati Adz-Dzahabi pada juz I hal.
260.). Hal ini banyak menimpa orang-orang yang jahil (bodoh) dan para
ahli bid’ah dengan mengingkari perbuatan sunnah tersebut.
Sedangkan, shalat dengan memakai sepatu di kalangan ahli ilmu
merupakan sesuatu yang sangat dianjurkan, tetapi jika masjidnya memakai karpet
atau permadani maka tidak disyari’atkan shalat dengan bersepatu. Adapun Nabi
shalat memakai sepatu disebabkan beliau shalat di atas tanah, atau dengan
kata lain bahwa lantai masjid beliau pada waktu itu belum menggunakan
permadani atau karpet. Oleh karena itu kewajiban bagi setiap muslim untuk
menjaga dan menjalankan sunnah, jika di tempat shalat yang tidak menggunakan
karpet atau permadani, maka berusahalah shalat dengan tetap memakai sepatu
sebagai pengejawantahan perintah Nabi . Meskipun, hal tersebut tidak secara
terus menerus diamalkan, karena yang demikian itu tidak dicontohkan para
pendahulu kita (Salafush Shalih).
*VII. Membeda-bedakan Kelas*
Membeda-bedakan dalam hak dan kewajiban serta dalam memberi
imbalan (balasan) atau hukuman (pidana) di dalam sistem perundang-undangan
antara orang-orang yang terhormat dengan orang-orang yang lemah, seperti yang
dilakukan oleh orang-orang Yahudi. Seperti yang dinyatakan dalam Shahihain tentang kisah syafa’at Usamah
bin Zaid ra. yang mengeluh tentang besi yang hilang karena dicuri, Nabi
bersabda:  _“Wahai Usamah, apakah kau mau minta dispensasi atas hukuman Allah? Celakanya Bani Israil lantaran jika orang-orang bangsawan (penguasa) mencuri dibiarkan, tetapi jika orang-orang lemah mencuri maka ditegakkan atasnya hukuman. Demi yang jiwaku di tangan-Nya, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri pasti aku potong tangannya.”_  ( Shahih Bukhari, Fathul Bari hadits no. 3475, dan Muslim hadits no. 1688.).

Wallahu'alam
Berlanjut.....insyaAllah
πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸ•ŒπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 9*
https://chat.whatsapp.com/Gy7ik2zfLOQ9RGKwcK8gt8
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/0p30adqORbkBpdxLgIbA3t
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/Cn7QCgb2zPGG8EECzckunV
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/GhaD8zH14OXCg6un4qsenQ
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/Cbf3YSmUZsx2SjZNpSfDNo
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/GgbjpifAOpaKFMlwRbaocW
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/Gg9vz2SXhCe41PQmZDnoij
                    πŸ‘ˆπŸΏπŸ˜ŽπŸ‘‰πŸΏ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★πŸ’™πŸ’™πŸ•‹πŸ’™πŸ’™★★★★ *Ψ¨ِΨ³ْΩ€Ω€...