08 Maret 2018

SEPUTAR SHOLAT. Part 1


┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓
               S H O L A T
┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ
*SEPUTAR TENTANG SHOLAT* Part 2
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com

*BEBERAPA KESALAHAN YANG SERING TERJADI  DALAM MENDIRIKAN SHOLAT;*

Didalam shalat terdapat beberapa kesalahan yang sering terjadi pada orang yang melakasanakan shalat.
Perkara ini kami ingatkan guna memenuhi hak Allah Ta’ala dan menunaikan kewajiban memberikan nasehat, diantara kesalahan tersebut adalah:
 
*1. BERDIRI TANPA ADANYA SUTRAH*
Jika kita ingin shalat dengan cara shalat Nabi, pakailah sutrah!

●  _“Janganlah kalian shalat kecuali dengan menghadap sutrah dan janganlah kalian biarkan seorangpun lewat di hadapanmu”_ (HR Muslim).
Ibnu Khuzaimah juga meriwayatkan hadits yang sama.

Sutrah adalah benda pembatas shalat, letaknya di depan orang shalat atau agak ke kiri/kanan, sejauh 3 hasta (120 cm) dari tempat berdiri. Tinggi sutrah minimal 1 hasta, jarak antara siku dengan ujung jari tengah (±40 cm).
Benda-benda yang dapat dijadikan sutrah (di dalam masjid) adalah:
     ※ Dinding
     ※ Punggung orang
     ※ Tiang
     ※ Mimbar
     ※Benda-benda lainnya yang tingginya 1 hasta atau lebih.

Sajadah tidak dapat dianggap sebagai sutrah karena tingginya kurang dari 1 hasta (±40 cm).
Adapun saat di lapangan, Nabi pernah menggunakan tombak, barang bawaan, pelana kuda, pohon dll sebagai sutrahnya. Saat Rasulullah shalat di rumah (shalat sunnah tentunya), beliau pernah menggunakan tempat tidur sebagai sutrahnya.
_“Kadangkala beliau shalat dengan menghadap ke tempat tidur, sedangkan Aisyah RA berbaring di atasnya”_ (HR Bukhari – Muslim).

Dalam shalat berjamaah, sutrah cukup pada imam. Makmum baris pertama tidak perlu lagi menggunakan sutrah.

Dalam hadits shahih disebutkan bahwa  _“Jika salah seorang dari kalian shalat menghadap sutrah, hendaklah ia mendekatinya sehingga setan tidak memutus shalatnya”_ (HR Ahmad, Abu Daud, An-Nasai, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Thabrani, Hakim, Baihaqi).

Maksud _“mendekatinya”_ adalah, jarak orang shalat dengan sutrah tidak terlalu jauh, tapi hanya seukuran 3 hasta.
_“Dan beliau Rasulullah berdiri dekat dengan sutrah, dengan jarak tiga hasta”_ (HR Bukhari, Ahmad).

Adapun kata _“memutus”_ maksudnya adalah membatalkan! Demikian penjelasan Syekh Nashiruddin Al Albani dalam buku tuntunan shalatnya yang berjudul Sifat Shalat Nabi. Bahkan menurutnya, pemakaian sutrah dalam shalat hukumnya wajib.

Dan beliau Rasulullah berdiri dekat dengan sutrah, dengan jarak tiga hasta. (HR Bukhari, Ahmad)
Jarak tempat sujud beliau dengan sutrah adalah seukuran lewatnya seekor kambing. (HR Bukhari, Muslim)

Jadi, jika ada orang shalat tidak memakai sutrah dikhawatirkan akan terputus atau batal shalatnya oleh ulah setan. Inilah rahasia sutrah… rahasia shalat Nabi. Ayo, sempurnakan shalat kita dengan memakai sutrah

Wallahu 'alam.
Berlanjut.....
πŸŒ·πŸ€πŸ€πŸ€πŸ•ŒπŸ€πŸ€πŸ€πŸŒ·
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    πŸ‘ˆπŸΏπŸ˜ŽπŸ‘‰πŸΏ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★πŸ’™πŸ’™πŸ•‹πŸ’™πŸ’™★★★★ *Ψ¨ِΨ³ْΩ€Ω€...