10 Maret 2018

MATA KAKI MENEMPEL.Part 6


┏๐ŸŒบ๐Ÿƒ●●━━━━━━━━━━━━┓
               S H O L A T
┗━━━━━━━━━━━━●●๐ŸŒบ๐Ÿƒ
*HARUSKAH MATA KAKI JAMAAH SALING MENEMPEL SAAT SHOLAT BERJAMA'AH ?* Part 6
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com

๐Ÿ”ฐ๐ŸŒทDiatas sudah dipaparkan beberapa pemahaman ulama terkait haruskah mata kaki selalu ditempel-tempelkan dengan sesama jamaah dalam satu shaf.

Sekarang mari kita lanjutkan dengan nalar dan penelitian kita sendiri. Pertanyaannya adalah : apakah menempelkan mata kaki itu sunnah Nabi  atau bukan? Dalam arti apakah hal itu merupakan contoh langsung dari Nabi  atau bentuk perintah yang secara nash beliau  menyebut : HARUS MENEMPEL, kalau tidak nanti masuk neraka?

*1. Bukan Tindakan Atau Anjuran Nabi*

Bukankah haditsnya jelas Shahih dalam Shahih Bukhari dan Abu Daud?

Iya sekilas memang terkesan bahwa menempelkan itu perintah beliau, Tapi keshahihan hadits saja belum cukup tanpa pemahaman yang benar terhadap hadits shahih.

Jika kita baca seksama teks hadits dua riwayat diatas, kita dapati bahwa ternyata yang Nabi anjurkan adalah menegakkan shaf. Perhatikan redaksinya :๐Ÿ‘‡๐Ÿฝ
ุฃَู‚ِูŠู…ُูˆุง ุตُูُูˆูَูƒُู…ْ

_"Tegakkah barisan kalian"_

Itu yang beliau katakan. Sama sekali beliau tidak berkata, _”Tempelkanlah mata kaki kalian!”_. Dan beliau juga tidak main ancam siapa yang tidak melakukannya dianggap telah kafir atau ingkar dengan sifat-sifat Allah. Yang bilang seperti itu hanya Al-Albani seorang. Para ulama sepanjang zaman tidak pernah berkata seperti itu, kecuali murid-murid pendukungnya saja.

Dan Nabi sendiri dalam shalatnya juga tidak pernah melakukan hal itu.

*2. Pemahaman Salah Satu Dari Shahabat*

Coba kita baca lagi haditsnya dengan seksama. Dalam riwayatnya disebutkan:

_"[ูˆَูƒَุงู†َ ุฃَุญَุฏُู†َุง] dan salah satu dari kami
[ุฑَุฃَูŠْุชُ ุงู„ุฑَّุฌُู„َ ู…ِู†َّุง] saya melihat seorang laki-laki dari kami
[ูَุฑَุฃَูŠْุชُ ุงู„ุฑَّุฌُู„َ] saya melihat _"seorang laki-laki
Meskipun dengan redaksi yang berbeda, tetapi kesemuanya merujuk pada makna bahwa ”salah satu” sahabat Nabi ada yang melakukan hal itu. Maka hal itu adalah perbuatan dari salah satu sahabat Nabi, hasil dari pemahamannya setelah mendengar perintah Nabi agar menegakkan shaf.

Terkait ucapan atau perbuatan shahabat, Al-Amidi (wafat, 631 H) salah seorang pakar Ushul Fiqih menyebutkan : [ Al-Amidi, Al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam, hal. 2/99].

ูˆูŠุฏู„ ุนู„ู‰ ู…ุฐู‡ุจ ุงู„ุฃูƒุซุฑูŠู† ุฃู† ุงู„ุธุงู‡ุฑ ู…ู† ุงู„ุตุญุงุจูŠ ุฃู†ู‡ ุฅู†ู…ุง ุฃูˆุฑุฏ ุฐู„ูƒ ููŠ ู…ุนุฑุถ ุงู„ุงุญุชุฌุงุฌ ูˆุฅู†ู…ุง ูŠูƒูˆู† ุฐู„ูƒ ุญุฌุฉ ุฅู† ู„ูˆ ูƒุงู† ู…ุง ู†ู‚ู„ู‡ ู…ุณุชู†ุฏุง ุฅู„ู‰ ูุนู„ ุงู„ุฌู…ูŠุน ู„ุฃู† ูุนู„ ุงู„ุจุนุถ ู„ุง ูŠูƒูˆู† ุญุฌุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ุจุนุถ ุงู„ุขุฎุฑ ูˆู„ุง ุนู„ู‰ ุบูŠุฑู‡ู…

Menurut madzhab kebanyakan ulama’, perbuatan shahabi menjadi hujjah jika didasarkan pada perbuatan semua shahabat. Karena perbuatan sebagian tidak menjadi hujjah bagi sebagian yang lain, ataupun bagi orang lain.

Jadi, menempelkan mata kaki itu bisa menjadi hujjah jika dilakukan semua shahabat. Dari redaksi hadits, kita dapati bahwa menempelkan mata kaki dilakukan oleh seorang laki-laki pada zaman Nabi. Kita tidak tahu siapakah lelaki itu. Lantas bagaimana dengan Anas yang meriwayatkan hadits di atas?.

Wallahu 'alam.
Berlanjut.....
๐ŸŒท๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ•Œ๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐ŸŒท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    ๐Ÿ‘ˆ๐Ÿฟ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ‘‰๐Ÿฟ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏๐ŸŒบ๐Ÿƒ●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●๐ŸŒบ๐Ÿƒ *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ•‹๐Ÿ’™๐Ÿ’™★★★★ *ุจِุณْู€ู€...