13 Maret 2018

MACAM MACAM AIR. Part 4


┏๐ŸŒบ๐Ÿƒ●●━━━━━━━━━━━━┓
               THOHARAH
┗━━━━━━━━━━━━●●๐ŸŒบ๐Ÿƒ┛
*MACAM MACAM AIR DALAM FIQIH ISLAM* Part 4
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com

*2. AIR MUSTA'MAL*
(Air yang telah digunakan untuk bersuci) menghilangkan hadats dan menghilangkan naijs walaupun tidak berubah warna/ rupanya , rasanya dan baunya.

Perbedaan pendapat di kalangan ulama terjadi saat menentukan apakah air musta’mal itu suci dan mensucikan ataukah suci tetapi tidak mensucikan. Dan perbedaan ini terjadi dikarenakan sudut pandang yang berbeda mengenai dalil yang ada, dan dalil tersebut juga sama-sama shahih.
Jadi, tidak perlu diperdebatkan dan diperuncing masalah perbedaan yang ada, yang penting sekarang adalah, menyikapi perbedaan yang ada dengan sikap yang arif, seperti para Imam Madzhab yg muktabar terdahulu menyikapi perbedaan pendapat di antara mereka.

*b. Pendapat Yang Mengatakan Air Musta’mal adalah Suci dan Mensucikan.*

Dalil yang digunakan oleh ulama yang berpegang pada pendapat ini adalah :
ุฃَู†َّ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูƒَุงู†َ ูŠَุบْุชَุณِู„ُ ุจِูَุถْู„ِ ู…َูŠْู…ُูˆู†َุฉَ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡َุง
_"Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu : “Nabi pernah mandi dengan air bekas mandinya Maimunah radiyallahu ‘anha."_ (HR. Muslim no. 323).

ุนَู†ِ ุงุจْู†ِ ุนَุจَّุงุณٍ ู‚َุงู„َ ุงุบْุชَุณَู„َ ุจَุนْุถُ ุฃَุฒْูˆَุงุฌِ ุงู„ู†َّุจِู‰ِّ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูِู‰ ุฌَูْู†َุฉٍ ูَุฌَุงุกَ ุงู„ู†َّุจِู‰ُّ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ู„ِูŠَุชَูˆَุถَّุฃَ ู…ِู†ْู‡َุง – ุฃَูˆْ ูŠَุบْุชَุณِู„َ – ูَู‚َุงู„َุชْ ู„َู‡ُ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِู†ِّู‰ ูƒُู†ْุชُ ุฌُู†ُุจًุง. ูَู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- « ุฅِู†َّ ุงู„ْู…َุงุกَ ู„ุงَ ูŠَุฌْู†ُุจُ ».
_"Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Sebagian istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mandi di satu wadah besar. Lalu datang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau mengambil air dari sisa mandi istrinya, atau beliau berkeinginan untuk mandi. Maka salah satu istrinya berkata, “Wahai Rasulullah, aku tadi junub (dan itu sisa mandiku). Rasulullah pun bersabda: Sesungguhnya air itu tidak terpengaruh oleh junub.”_ (HR. Abu Daud no. 68, Tirmidzi no. 65, dan Ibnu Majah no. 370)
ูƒَุงู†َ ุงู„ุฑِّุฌَุงู„ُ ูˆَุงู„ู†ِّุณَุงุกُ ูŠَุชَูˆَุถَّุฆُูˆู†َ ูِู‰ ุฒَู…َุงู†ِ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ุฌَู…ِูŠุนًุง
_“Dulu di masa Rasulullah laki-laki dan perempuan, mereka semua pernah menggunakan bekas wudhu mereka satu sama lain.”_ (HR. Bukhari no. 193).

Hadits-hadits tersebut menerangkan tentang bolehnya menggunakan air musta’mal untuk bersuci. Bagaimana hubungannya dengan hadits larangan mandi di air yang tidak mengalir dan hadits larangan mandi air bekas mandi sebelumnya..?!

Untuk melakukan kompromi atas hadits-hadits tersebut di atas, maka ulama yang mendukung pendapat air musta’mal bisa digunakan untuk bersuci mengatakan bahwa _“larangan”_ pada hadits yg berbicara tentang larangan mandi menggunakan air bekas mandi di atas adalah larangan tanzih (makruh), tidak sampai hukum _“haram”_. Karena hadits-hadits di atas mengenai larangan dan kebolehannya untuk bersuci sama-sama shahih, maka harus dikompromikan.
Berarti mandi dengan air bekas mandi sebaiknya tidak dilakukan jika masih bisa ditemukan air yang jauh lebih bersih. Tetapi, jika kondisi tidak memungkinkan, maka air bekas boleh digunakan untuk bersuci dan bisa mensucikan. Menurut ilmu kedokteran/kesehatan pun hal ini dilarang.

Wallahu 'alam.
Berlanjut....
๐ŸŒท๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ•Œ๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐ŸŒท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    ๐Ÿ‘ˆ๐Ÿฟ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ‘‰๐Ÿฟ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏๐ŸŒบ๐Ÿƒ●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●๐ŸŒบ๐Ÿƒ *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ•‹๐Ÿ’™๐Ÿ’™★★★★ *ุจِุณْู€ู€...