16 Maret 2018

KEUTAMAAM SHALAWAT. Part 1


┏๐ŸŒบ๐Ÿƒ●●━━━━━━━━━━━━┓
               SHALAWAT
┗━━━━━━━━━━━━●●๐ŸŒบ๐Ÿƒ┛
*KEUTAMAAN SHALAWAT* Part 1
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com


*Jangan Bershalawat Dengan Shalawat Buatan Manusia Sehebat Apapun Tokoh Tersebut*

ุนู† ุฃู†ุณ ุจู† ู…ุงู„ูƒ ู‚ุงู„:ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ : «ู…َู† ุตู„َّู‰ ุนู„ูŠَّ ุตู„ุงุฉً ูˆุงุญุฏุฉً ، ุตَู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนู„ูŠู‡ ุนَุดْุฑَ ุตَู„َูˆَุงุชٍ، ูˆุญُุทَّุชْ ุนู†ู‡ ุนَุดْุฑُ ุฎَุทูŠุงุชٍ ، ูˆุฑُูِุนَุชْ ู„ู‡ ุนَุดْุฑُ ุฏَุฑَุฌَุงุชٍ»
ุฑูˆุงู‡ ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ ูˆุฃุญู…ุฏ ูˆุบูŠุฑู‡ู…ุง ูˆู‡ูˆ ุญุฏูŠุซ ุตุญูŠุญ.

Dari Anas bin malik radhiallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah bersabda:

_*“Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)”*_
[SHAHIH. Hadits Riwayat An-Nasa’i (no. 1297), Ahmad (3/102 dan 261), Ibnu Hibban (no. 904) dan al-Hakim (no. 2018), dishahihkan oleh Ibnu Hibban rahimahullah, al-Hakim rahimahullah dan disepakati oleh adz-Dzahabi, rahimahullah juga oleh Ibnu hajar rahimahullah dalam “Fathul Baari” (11/167) dan al-Albani rahimahullah dalam “Shahihul adabil mufrad” (no. 643). ].

Hadits ini menunjukkan keutamaan bershalawat kepada Nabi dan anjuran memperbanyak shalawat tersebut
[Lihat “Sunan an-Nasa’i” (3/50) dan “Shahiihut targiib wat tarhiib” (2/134)], karena ini merupakan sebab turunnya rahmat, pengampunan dan pahala yang berlipatganda dari Allah Ta’ala [Lihat kitab “Faidhul Qadiir” (6/169)].

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini :

● Banyak bershalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan tanda cinta seorang muslim kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam [Lihat kitab “Mahabbatur Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bainal ittibaa’ walibtidaa’” (hal. 77).], karena para ulama mengatakan: _“Barangsiapa yang mencintai sesuatu maka dia akan sering menyebutnya”_ [Lihat kitab “Minhaajus sunnatin nabawiyyah” (5/393) dan “Raudhatul muhibbiin” (hal. 264).].

Wallahu 'alam.
Berlanjut....
๐ŸŒท๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ•Œ๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐ŸŒท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 8*
https://chat.whatsapp.com/DNoC09NyrQBHaN7A14YozE
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    ๐Ÿ‘ˆ๐Ÿฟ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ‘‰๐Ÿฟ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏๐ŸŒบ๐Ÿƒ●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●๐ŸŒบ๐Ÿƒ *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ•‹๐Ÿ’™๐Ÿ’™★★★★ *ุจِุณْู€ู€...