06 Januari 2018

KEWAJIBAN SUAMI MENAFKAHI ISTRI .Part 5


┏๐ŸŒบ๐Ÿƒ●●━━━━━━━━━━━━┓
                    F I Q I H
┗━━━━━━━━━━━━●●๐ŸŒบ๐Ÿƒ┛
*KEWAJIBAN SUAMI MEMBERI NAFKAH ISTRI* Part 5
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com

*JIKA SUAMI TIDAK MEMBERI NAFKAH DENGAN CUKUP (BAKHIL / PELIT)*

Jika suami tidak memberi nafkah yang cukup, padahal dia memiliki harta yang nampak, yang memungkinkan bagi isteri untuk mengambil sendiri, atau dengan keputusan hakim, maka isteri hendaklah bersabar, tidak menuntut cerai.
๐ŸŒทJika suami tidak memberi nafkah secara cukup bagi isteri dan anaknya, maka sang isteri boleh mengambil harta suami dengan tanpa idzin, tetapi dengan cara yang ma’ruf (patut, secukupnya), tidak boleh berlebihan.
● Dalil Qur'an:๐Ÿ‘‡๐Ÿฝ
ูˆَุนَู„َู‰ ุงู„ْู…َูˆْู„ُูˆุฏِ ู„َู‡ُ ุฑِุฒْู‚ُู‡ُู†َّ ูˆَูƒِุณْูˆَุชُู‡ُู†َّ ุจِุงู„ْู…َุนْุฑُูˆูِ

_"Kewajiban ayah memberi makan dan pakaian (nafkah) kepada para istri dengan cara ma’ruf"_. (QS. Al-Baqarah : 232)

● Dalil Hadits shahih:๐Ÿ‘‡๐Ÿฝ

ุนَู†ْ ุนَุงุฆِุดَุฉَ ุฃَู†َّ ู‡ِู†ْุฏَ ุจِู†ْุชَ ุนُุชْุจَุฉَ ู‚َุงู„َุชْ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِู†َّ ุฃَุจَุง ุณُูْูŠَุงู†َ ุฑَุฌُู„ٌ ุดَุญِูŠุญٌ ูˆَู„َูŠْุณَ ูŠُุนْุทِูŠู†ِูŠ ู…َุง ูŠَูƒْูِูŠู†ِูŠ ูˆَูˆَู„َุฏِูŠ ุฅِู„َّุง ู…َุง ุฃَุฎَุฐْุชُ ู…ِู†ْู‡ُ ูˆَู‡ُูˆَ ู„َุง ูŠَุนْู„َู…ُ ูَู‚َุงู„َ ุฎُุฐِูŠ ู…َุง ูŠَูƒْูِูŠูƒِ ูˆَูˆَู„َุฏَูƒِ ุจِุงู„ْู…َุนْุฑُูˆูِ
Dari ‘Aisyah bahwa Hindun binti ‘Utbah berkata: _“Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan (suamiku, Pen) seorang laki-laki yang bakhil. Dia tidak memberi (nafkah) kepadaku yang mencukupi aku dan anakku, kecuali yang aku ambil darinya sedangkan dia tidak tahu”. Maka beliau bersabda: “Ambillah yang mencukupimu dan anakmu dengan patut”._[HR Bukhari, no. 5364; Muslim, no. 1714].

 Syaikh Shalih bin Ghanim as Sadlaan berkata: _“Apa yang telah lalu ini menunjukkan kewajiban nafkah untuk isteri. Dan nafkah itu diukur dengan apa yang mencukupinya (isteri) dan anaknya dengan ma’ruf (patut, baik, umum). Jika suami tidak memberi nafkah, sesungguhnya sang isteri berhak mengambil nafkahnya dari harta suaminya, walau tanpa sepengetahuannya, dan hal itu hendaklah dengan ma’ruf. Dan sepantasnya bagi isteri tidak membebani suaminya dengan banyak tuntutan. Hendaklah dia ridha dengan sedikit (nafkah), khususnya jika suami berada dalam kesusahan dan kemiskinan”_.[lihat.. Fiqhuz Zawaj, hlm. 130].

Wallahu 'alam.
Berlanjut....
๐ŸŒท๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ•Œ๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐ŸŒท
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    ๐Ÿ‘ˆ๐Ÿฟ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ‘‰๐Ÿฟ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏๐ŸŒบ๐Ÿƒ●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●๐ŸŒบ๐Ÿƒ *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ•‹๐Ÿ’™๐Ÿ’™★★★★ *ุจِุณْู€ู€...