06 Januari 2018

KEWAJIBAN SUAMI MENAFKAHI ISTRI. Part 2


┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓
                    F I Q I H
┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ┛
*KEWAJIBAN SUAMI MEMBERI NAFKAH ISTRI* Part 2
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com


*NAFKAH BAGI ISTERI DAN ANAK*

Di antara hak terbesar wanita yang menjadi kewajiban suaminya adalah nafkah. Nafkah, secara bahasa adalah, harta atau semacamnya yang diinfaqkan (dibelanjakan) oleh seseorang. Adapun secara istilah, nafkah adalah, apa yang diwajibkan atas suami untuk isterinya dan anak-anaknya, yang berupa makanan, pakaian, tempat tinggal, perawatan, dan semacamnya.( Lihat Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik Kamal bin as Sayid Salim, 3/198; Mu’jamul Wasith, 2/942; Ahkamuz Zawaj, Syaikh Umar Sulaiman al Asyqar.).

*Nafkah bagi isteri ini hukumnya wajib* berdasarkan al Kitab, as Sunnah, dan Ijma’.
● Dalil Qur`an :

وَΨΉَΩ„َΩ‰ Ψ§Ω„ْΩ…َوْΩ„ُودِ Ω„َΩ‡ُ Ψ±ِΨ²ْΩ‚ُΩ‡ُΩ†َّ وَΩƒِΨ³ْوَΨͺُΩ‡ُΩ†َّ Ψ¨ِΨ§Ω„ْΩ…َΨΉْΨ±ُوفِ Ω„Ψ§َ ΨͺُΩƒَΩ„َّفُ Ω†َفْΨ³ٌ Ψ₯ِΩ„Ψ§َّ وُΨ³ْΨΉَΩ‡َΨ§

_“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf”_ [al Baqarah / 2:233]

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, : _“Dan kewajiban ayah si anak memberi nafkah (makan) dan pakaian kepada para ibu (si anak) dengan ma’ruf (baik), yaitu dengan kebiasaan yang telah berlaku pada semisal para ibu, dengan tanpa israf (berlebihan) dan tanpa bakhil (menyempitkan), sesuai dengan kemampuannya di dalam kemudahannya, pertengahannya, dan kesempitannya”_ [ Tafsir al Qur’anul ‘Azhim, surat al Baqarah : 233.].

Ω„ِيُنفِΩ‚ْ Ψ°ُو Ψ³َΨΉَΨ©ٍ Ω…ِّΩ† Ψ³َΨΉَΨͺِΩ‡ِ وَΩ…َΩ† Ω‚ُΨ―ِΨ±َ ΨΉَΩ„َيْΩ‡ِ Ψ±ِΨ²ْΩ‚ُΩ‡ُ فَΩ„ْيُنفِΩ‚ْ Ω…ِΩ…َّΨ’ Ψ‘َΨ§ΨͺَΨ§Ω‡ُ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ُ Ω„Ψ§َيُΩƒَΩ„ِّفُ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ُ Ω†َفْΨ³ًΨ§ Ψ₯ِΩ„Ψ§َّ Ω…َΨ’Ψ‘َΨ§ΨͺَΨ§Ω‡َΨ§

_“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rizkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya “_[ath Thalaq / 65:7]

Menjelaskan ayat ini, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata : _“Ini sesuai dengan hikmah dan rahmat Allah Ta’ala. Dia menjadikan (kewajiban) setiap orang sesuai dengan keadaannya, dan Dia meringankan dari orang yang kesusaha, sehingga, dalam masalah nafkah dan lainnya, Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) kemampuannya.”_ [  Tafsir Taisir Karimir Rahman, surat ath Thalaq : 7.].

Wallahu 'alam.
Berlanjut....
πŸŒ·πŸ€πŸ€πŸ€πŸ•ŒπŸ€πŸ€πŸ€πŸŒ·
•┈•●●●◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎●●●•┈•
          *WA Group 7*
https://chat.whatsapp.com/E26s63hR8l9JO0G247vKTI
          *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
           *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
           *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
           *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    πŸ‘ˆπŸΏπŸ˜ŽπŸ‘‰πŸΏ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★πŸ’™πŸ’™πŸ•‹πŸ’™πŸ’™★★★★ *Ψ¨ِΨ³ْΩ€Ω€...