14 Oktober 2017

TENTANG SHOLAT WITIR. Part 4 selesai


┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓
                    S H O L A T
┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ┛
_*TENTANG SHOLAT WITIR*_  Part 4. Selesai
★★★★★♡♡♡※♡♡♡★★★★★
※ http://pramida13.blogspot.com

●  *Mengqadha’ Shalat Witir Bagi Orang Yang Terlewatkan*

 Mengqadha’ shalat Witir itu termasuk syari’at.  
     ※ Telah diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri, ia ber-kata, “Rasulullah bersabda:

Ω…َΩ†ْ Ω†َΨ§Ω…َ ΨΉَΩ†ْ وِΨͺْΨ±ِΩ‡ِ Ψ£َوْ Ω†َΨ³ِيَΩ‡ُ فَΩ„ْيُΨ΅َΩ„ِّΩ‡ِ Ψ₯ِΨ°َΨ§ Ψ°َΩƒَΨ±َΩ‡ُ.

_‘Barangsiapa tidur dengan meninggalkan shalat Witir atau melupakannya, maka hendaklah dia melakukannya ketika mengingatnya.'”_[19]

     ※ Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata: _“Jika seseorang dari kalian memasuki waktu Shubuh dan dia belum melakukan shalat Witir, maka hendaklah dia melakukannya.”_[20]

●  *Waktu Mengqadha’ Shalat Witir:*

Para ulama berbeda pendapat mengenai hal ini :
      ※ Menurut ulama (madzhab) Hanafi, qadha’ dilakukan pada selain waktu yang dilarang (melakukan shalat).
     ※ Menurut ulama (madzhab) Syafi’i, qadha’ dilakukan kapan saja, malam ataupun siang hari.
     ※ Menurut Imam Malik dan Imam Ahmad, qadha’ dilakukan setelah terbit fajar selama shalat Shubuh belum dilakukan.[21]

Wallahu'alam.

Selesai.
πŸŒ·πŸŒ·πŸŒΌπŸŒΌπŸŒΌπŸ•ŒπŸŒΌπŸŒΌπŸŒΌπŸŒ·πŸŒ·
•┈•◎❅❀❦❖❖❦❀❅◎•┈•
    *Telegram Chanel*
https://t.me/Aswaja13
    *WA  Group 6*
https://chat.whatsapp.com/4jQHzmQNTJZIGU9UdHZICW
     *WA Group 1*
https://chat.whatsapp.com/GURAG4fFwfx4YjqSQsjOy2
     *WA Group 2*
https://chat.whatsapp.com/DeVmhS2T2613362QdFiSRu
     *WA Group 3*
https://chat.whatsapp.com/6x50OtQ0jzCF8j6veiM4CM
                    πŸ‘ˆπŸΏπŸ˜ŽπŸ‘‰πŸΏ

[Disalin dari kitab “Kaanuu Qaliilan minal Laili maa Yahja’uun” karya Muhammad bin Su’ud al-‘Uraifi diberi pengantar oleh Syaikh ‘Abdullah al-Jibrin, Edisi Indonesia Panduan Lengkap Shalat Tahajjud, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
___
Footnote
[1]. An-Nawawi dan Abu Hanifah berkata: _“Jika seseorang melakukan shalat Witir sebelum ‘Isya’ karena lupa, maka dia tidak perlu mengulanginya.”_ Namun mayoritas ulama berbeda pendapat dengan keduanya, al-Mughni, (II/134).
[2]. Telah ditakhrij sebelumnya.
[3]. HR. Ahmad dalam Musnadnya, dengan sanad hasan, (hadits no. 16623).
[4]. HR. Al-Bukhari dalam kitab al-Witr, bab Saa’aatil Witr, (hadits no. 996) dan Muslim dalam kitab Shalaatil Musaa-firiin bab Shalaatil Laili wa ‘Adadu Raka’aatin Nabiy Shallallahu ‘alaihi wa sallam (hadits no. 745).
[5]. Lihat Haasyiyatur Raudhil Murbi’, (II/184).
[6]. HR. Muslim dalam kitab Shalaatil Musaafiriin, bab Man Khaafa an Laa Yaquuma min Aakhiril Laili fal Yuutir Awwa-lahu, (hadits no. 755).
[7]. Lihat Haasyiyatur Raudhil Murbi’, (II/185).
[8]. HR. Ahmad dalam kitab Musnadnya, (hadits no. 1464).
[9]. HR. Muslim dalam kitab Shalaatul Musaafiriin, bab Shalaatil Laili Matsna Matsna wal Witru Rak’atan min Akhiiril Lail, (hadits no. 752).
[10]. HR. Abu Dawud dalam kitab Sunannya, kitab ash-Shalaah, bab Kamil Witr, (hadits no. 1422), an-Nasa-i dalam kitab Qiyaamil Lail, bab Dzikril Ikhtilaafi ‘alaz Zuhri fii Hadiitsi Abi Ayyuub fil Witr, (hadits no. 1710) dan Ahmad dalam kitab Musnadnya, (hadits no. 23033).
[11]. HR. Muslim dalam kitab Shalaatil Musaafiriin wa Qashriha, bab Shalaatil Laili wa ‘Adadu Raka’aatin Nabiy j (hadits no. 736).
[12]. HR. Ahmad dalam kitab Musnadnya, (hadits no. 25947).
[13]. HR. Muslim dalam kitab Shalaatil Musaafiriin, bab Jaami’u Shalaatil Laili wan Man Naama ‘anhu aw Maridha, (hadits no. 746).
[14]. HR. Al-Bukhari dalam kitab al-Witr, bab Maa Jaa-a fil Witr, (hadits no. 990) dan Muslim dalam kitab Shalaatil Musaa-firiin, bab Shalaatil Laili Matsna Matsna wal Witru Rak’atan min Aakhiril Lail, (hadits no. 749). Saya berkata: Namun tidak terdapat keterangan dari Nabi, bahwa beliau pernah melakukan shalat Witir lebih banyak dari tiga belas raka’at, akan tetapi beliau pernah memanjangkannya, di mana untuk melakukannya, beliau menghabiskan dua pertiga malam atau yang sepadan dengannya, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
Sesungguhnya Rabb-mu mengetahui bahwa kamu (Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) melakukan shalat kurang dari dua pertiga malam, separuhnya dan sepertiganya.”_

[15]. HR. At-Tirmidzi dalam kitab Sunannya dalam kitab ash-Shalaah, bab Maa Jaa-a fiimaa Yaqra-u fil Witr, (hadits no. 462) dan dihasankannya dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya, (hadits no. 2432), sebagaimana disebutkan dalam kitab al-Ihsaan. Al-Albani rahimahullah berkata: “Hadits ini shahih,” lihat Shahiih Sunan at-Tirmidzi, (I/144).
[16]. HR. Abu Dawud dalam kitab ash-Shalaah, bab Qunuut, (hadits no. 1425), at-Tirmidzi dalam kitab ash-Shalaah, bab Maa Jaa-a fil Qunuut fil Witr, (hadits no. 464), an-Nasa-i dalam kitab Qiyaamul Lail, bab ad-Du’aa’ fil Witr, (hadits no. 1745) dan Ibnu Majah dalam kitab Iqaamatish Shalaah, bab Maa Jaa-a fil Qunuut fil Witr, (hadits no. 1178). Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Irwaa-ul Ghaliil, (II/172).
[17]. Lihat al-Mushannaf, oleh Ibnu Abi Syaibah, (II/305) dan Mukhtashar Qiyaamil Lail, (hal. 135).
[18]. HR. Ibnu Majah dalam kitab Iqaamatish Shalaah, bab Maa Jaa-a fil Qunuut Qablar Rukuu’ wa Ba’dahu, (hadits no. 1172). Al-Albani berkata: “Hadits ini dengan isnad yang shahih sebagaimana dikatakan oleh al-Bushiri dalam kitab az-Zawaa-id,” lihat Irwaa-ul Ghaliil, (II/161).
[19]. HR. Abu Dawud dalam kitab ash-Shalaah, bab Maa Jaa-a fid Du’aa’ Ba’dal Witr, (hadits no. 1431), at-Tirmidzi dalam kitab ash-Shalaah, bab Maa Jaa-a fir Rajuli Yanaamu ‘anil Witr au Yansaahu, (hadits no. 466), Ibnu Majah dalam kitab Iqaamatish Shalaah, bab Man Naama ‘anil Witr an Nasiyahu, (hadits no. 1177) dan al-Hakim dalam kitab Mustadraknya, (I/443) dan dia berkata: “Hadits ini shahih menurut syarat al-Bukhari dan Muslim.” Dan pendapatnya ini disetujui oleh adz-Dzahabi.”
[20]. HR. Al-Hakim dalam kitab Mustadraknya, (I/446) dan dia berkata: “Hadits ini shahih menurut syarat al-Bukhari dan Muslim dan pendapatnya ini disetujui oleh adz-Dzahabi.
[21]. Lihat Fiqhus Sunnah, (I/167). Simak pula pendapat Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah pada pasal kelima dari kitab ini mengenai masalah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SEPUTAR ZAKAT. Part 66 selesai

┏πŸŒΊπŸƒ●●━━━━━━━━━━━━┓                        *F I Q I H* ┗━━━━━━━━━━━━●●πŸŒΊπŸƒ *SEPUTAR  ZAKAT* Part 66 selesai ★★★★πŸ’™πŸ’™πŸ•‹πŸ’™πŸ’™★★★★ *Ψ¨ِΨ³ْΩ€Ω€...